Satu warga Jepang termasuk di antara penumpang kapal pesiar MV Hondius yang mengalami wabah hantavirus selama pelayaran di Samudra Atlantik, menurut operator kapal pada hari Senin. Sekitar 150 penumpang dan awak berada di atas kapal tersebut.
Sebanyak tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, dua awak kapal mengeluhkan sakit, namun sejauh ini tidak ada penumpang lain yang menunjukkan gejala infeksi.
Dua orang, termasuk salah satu korban meninggal, telah dikonfirmasi terinfeksi hantavirus, yaitu virus yang ditularkan melalui hewan pengerat. Sementara itu, empat orang lainnya masih diduga terinfeksi.
Direktur regional Eropa dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Hans Kluge, menyatakan bahwa risiko bagi masyarakat luas tetap rendah. Ia juga menegaskan tidak perlu ada kepanikan atau pembatasan perjalanan.
Menurut operator kapal dan laporan media, seorang pria Belanda berusia 70 tahun meninggal pada 11 April. Istrinya yang berusia 69 tahun, yang turun dari kapal bersama jenazah suaminya pada 24 April, juga jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia.
Seorang penumpang asal Jerman juga meninggal di atas kapal pada hari Sabtu. Sementara itu, seorang pria Inggris berusia 69 tahun saat ini dirawat intensif setelah dievakuasi ke Afrika Selatan.
Kapal MV Hondius yang berangkat dari Argentina awalnya menuju Tanjung Verde di lepas pantai Afrika Barat. Namun saat ini kapal tersebut tertahan di lepas pantai setelah otoritas Tanjung Verde menolak kapal untuk bersandar.
Kapal pesiar itu kemungkinan akan dialihkan ke Kepulauan Canary, wilayah milik Spanyol di Samudra Atlantik, di mana seluruh penumpang dan awak akan menjalani pemeriksaan terkait hantavirus.








