Menu

Dark Mode
Shizuoka Akhirnya Setujui Pembangunan Maglev Tokyo–Nagoya, Proyek Berlanjut Setelah Tertunda Bertahun-tahun Jepang Berencana Perketat Keringanan Biaya Izin Tinggal, Pencari Suaka Terancam Beban Lebih Berat Film Anime Baru Sword Art Online Resmi Diumumkan, Tayang di Bioskop pada 2028 Pelajar SMA 15 Tahun di Jepang Ditangkap, Diduga Gunakan ChatGPT untuk Serang Layanan Streaming Anime Anime Suikoden Ungkap Trailer Baru, Lagu Opening, dan Tambah Pemeran Jelang Tayang Oktober Film Anime Baru Sword Art Online Berjudul Integral Domain Resmi Diumumkan, Tayang pada 2028

News

Shizuoka Akhirnya Setujui Pembangunan Maglev Tokyo–Nagoya, Proyek Berlanjut Setelah Tertunda Bertahun-tahun

badge-check


					Shizuoka Akhirnya Setujui Pembangunan Maglev Tokyo–Nagoya, Proyek Berlanjut Setelah Tertunda Bertahun-tahun Perbesar

Gubernur Prefektur Shizuoka, Yasutomo Suzuki, mengumumkan bahwa pemerintah prefektur akan mengizinkan Central Japan Railway (JR Central) memulai pembangunan jalur Linear Chuo Shinkansen atau kereta maglev di wilayah Shizuoka.

Keputusan ini menjadi titik balik penting bagi proyek yang sempat tertunda selama bertahun-tahun. Sejak 2017, mantan Gubernur Heita Kawakatsu menolak pembangunan karena khawatir proyek tersebut akan berdampak pada lingkungan, terutama berkurangnya debit air Sungai Oi, yang menjadi sumber air penting bagi wilayah tersebut.

Pemerintah Prefektur Shizuoka dijadwalkan menandatangani perjanjian dengan JR Central pada 18 Juli berdasarkan peraturan konservasi lingkungan. Perjanjian ini menjadi syarat agar pembangunan dapat dimulai.

Pembangunan di wilayah Shizuoka diperkirakan bisa dimulai tahun ini dan akan memakan waktu setidaknya 10 tahun. Dengan jadwal tersebut, jalur maglev Tokyo–Nagoya diperkirakan baru dapat beroperasi paling cepat pada 2036.

Suzuki mengatakan ia memberikan persetujuan setelah melihat adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap proyek tersebut.

Meski begitu, ia mengakui masih ada kekhawatiran warga terkait dampaknya terhadap Sungai Oi. Karena itu, ia meminta JR Central memastikan pembangunan dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian sumber daya air dan lingkungan, serta menegaskan bahwa pemerintah prefektur akan terus memantau proses konstruksi.

Sebelum memberikan persetujuan, Suzuki juga meminta JR Central memberikan penjelasan secara menyeluruh kepada masyarakat sekitar mengenai proyek tersebut.

Hingga Maret lalu, tim ahli bentukan Prefektur Shizuoka telah menyatakan bahwa JR Central telah memenuhi 28 persyaratan perlindungan lingkungan yang sebelumnya diajukan sebelum konstruksi dapat dimulai.

Awalnya, jalur Shinagawa (Tokyo)–Nagoya ditargetkan beroperasi pada 2027. Namun pada Maret 2024, JR Central mengakui target tersebut tidak dapat tercapai akibat penundaan berkepanjangan, sehingga jadwal pembukaannya diundur.

Setelah Heita Kawakatsu mengundurkan diri pada Mei 2024, Yasutomo Suzuki mengambil pendekatan yang lebih terbuka melalui dialog. Ia menilai proyek maglev tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga dapat memperkuat sistem transportasi saat terjadi bencana.

Bagian jalur yang melintasi Shizuoka memiliki panjang sekitar 8,9 kilometer dan merupakan bagian dari Terowongan Southern Alps yang menghubungkan Prefektur Yamanashi, Shizuoka, dan Nagano. Jalur tersebut melintasi wilayah hulu Sungai Oi, yang selama ini menjadi sumber irigasi utama bagi sawah serta perkebunan teh khas Shizuoka.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Berencana Perketat Keringanan Biaya Izin Tinggal, Pencari Suaka Terancam Beban Lebih Berat

9 July 2026 - 10:10 WIB

Pelajar SMA 15 Tahun di Jepang Ditangkap, Diduga Gunakan ChatGPT untuk Serang Layanan Streaming Anime

7 July 2026 - 16:10 WIB

China Hentikan Ekspor Mineral Strategis ke Jepang di Tengah Memanasnya Hubungan Diplomatik

7 July 2026 - 11:10 WIB

WNI Berusia 20 Tahun Tewas Ditusuk di Jepang, Pelaku Diduga Tewas Tertabrak Kereta Usai Melarikan Diri

7 July 2026 - 10:10 WIB

Dua WNI Jadi Anggota Damkar Warga Asing Pertama di Kota Hasami, Jepang

7 July 2026 - 08:22 WIB

Trending on News