Menu

Dark Mode
Shizuoka Akhirnya Setujui Pembangunan Maglev Tokyo–Nagoya, Proyek Berlanjut Setelah Tertunda Bertahun-tahun Jepang Berencana Perketat Keringanan Biaya Izin Tinggal, Pencari Suaka Terancam Beban Lebih Berat Film Anime Baru Sword Art Online Resmi Diumumkan, Tayang di Bioskop pada 2028 Pelajar SMA 15 Tahun di Jepang Ditangkap, Diduga Gunakan ChatGPT untuk Serang Layanan Streaming Anime Anime Suikoden Ungkap Trailer Baru, Lagu Opening, dan Tambah Pemeran Jelang Tayang Oktober Film Anime Baru Sword Art Online Berjudul Integral Domain Resmi Diumumkan, Tayang pada 2028

News

Jepang Berencana Perketat Keringanan Biaya Izin Tinggal, Pencari Suaka Terancam Beban Lebih Berat

badge-check


					pict by ASIA NIKKEI Perbesar

pict by ASIA NIKKEI

Badan Layanan Imigrasi Jepang (Immigration Services Agency/ISA) menerbitkan rancangan pedoman baru terkait kenaikan biaya izin tinggal yang juga akan memperketat syarat pemberian keringanan biaya bagi para pencari suaka.

Dalam rancangan yang diumumkan pada 3 Juli, biaya izin tinggal akan dibagi menjadi tujuh kategori berdasarkan lamanya masa tinggal. Pengajuan secara online akan mendapat potongan hingga 10.000 yen dibandingkan pengajuan langsung di loket.

Sebagai contoh, pemegang izin tinggal satu tahun yang memperpanjang izin setiap tahun selama lima tahun akan membayar 33.000 yen setiap kali perpanjangan, atau total 165.000 yen dalam lima tahun. Sementara itu, pemegang izin tinggal lima tahun atau lebih cukup membayar 75.000 yen untuk satu kali perpanjangan.

Menurut ISA, pemegang izin tinggal yang lebih lama umumnya memiliki rekam jejak kepatuhan yang lebih baik sehingga diberikan perlakuan yang lebih ringan.

Pemerintah menyebut kenaikan biaya diperlukan karena meningkatnya jumlah warga asing di Jepang, sehingga membutuhkan lebih banyak petugas dan pengembangan sistem pemeriksaan keimigrasian. Pendapatan tambahan diperkirakan mencapai 69 miliar hingga 92 miliar yen per tahun dan akan digunakan untuk memperkuat kebijakan “Zero Illegal Foreign Residents Plan”, termasuk peningkatan deportasi terhadap pendatang ilegal serta program pembelajaran bahasa Jepang dan aturan kehidupan di Jepang.

Rancangan tersebut juga menambahkan syarat baru bagi pencari suaka yang ingin memperoleh keringanan biaya. Hanya mereka yang menerima bantuan perlindungan (protective assistance) yang berhak mendapatkan potongan biaya.

Program bantuan tersebut diberikan kepada pencari suaka yang mengalami kesulitan ekonomi, dengan besaran 2.400 yen per hari bagi mereka yang berusia di atas 12 tahun dan 1.200 yen per hari untuk anak di bawah 12 tahun. Namun, dalam beberapa tahun terakhir jumlah penerimanya hanya berkisar 200 hingga 700 orang.

Kelompok pendamping pengungsi memperkirakan kurang dari 10 persen pencari suaka akan memenuhi syarat untuk mendapatkan keringanan biaya berdasarkan aturan baru tersebut.

Selama permohonan suaka diproses, para pemohon umumnya diberikan status izin tinggal “Designated Activities”. Pada sekitar delapan bulan pertama, mereka biasanya belum diizinkan bekerja dan harus beberapa kali memperpanjang izin tinggal.

Berdasarkan rancangan baru, selama periode tersebut seorang pencari suaka dapat dikenai biaya hingga 48.000 yen untuk perubahan status izin tinggal dan beberapa kali perpanjangan, meskipun belum memiliki izin bekerja.

Organisasi nirlaba Japan Association for Refugees mengkritik kebijakan tersebut. Mereka menilai hak tinggal pencari suaka tidak seharusnya bergantung pada kondisi ekonomi atau apakah seseorang menerima bantuan perlindungan.

Mereka juga meminta agar izin tinggal berdurasi tiga bulan atau kurang tidak dikenakan biaya yang lebih tinggi.

Menurut ISA, beberapa negara seperti Amerika Serikat juga mengenakan biaya tertentu terkait permohonan suaka. Namun, di Inggris, Kanada, Prancis, dan Jerman, pencari suaka tidak dikenai biaya selama proses permohonan masih berlangsung.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Shizuoka Akhirnya Setujui Pembangunan Maglev Tokyo–Nagoya, Proyek Berlanjut Setelah Tertunda Bertahun-tahun

9 July 2026 - 11:10 WIB

Pelajar SMA 15 Tahun di Jepang Ditangkap, Diduga Gunakan ChatGPT untuk Serang Layanan Streaming Anime

7 July 2026 - 16:10 WIB

China Hentikan Ekspor Mineral Strategis ke Jepang di Tengah Memanasnya Hubungan Diplomatik

7 July 2026 - 11:10 WIB

WNI Berusia 20 Tahun Tewas Ditusuk di Jepang, Pelaku Diduga Tewas Tertabrak Kereta Usai Melarikan Diri

7 July 2026 - 10:10 WIB

Dua WNI Jadi Anggota Damkar Warga Asing Pertama di Kota Hasami, Jepang

7 July 2026 - 08:22 WIB

Trending on News