Seorang pria asal Indonesia mulai bekerja sebagai sopir bus di kawasan Fuji Five Lakes, Prefektur Yamanashi, Jepang, pada 26 Oktober. Ia menjadi sopir bus asing pertama di prefektur tersebut yang direkrut melalui program Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker.
Pria bernama Reihan (25) itu bekerja di sebuah perusahaan bus yang berkantor pusat di Kota Fujikawaguchiko. Perusahaan tersebut merekrutnya melalui program Tokutei Ginou, yaitu sistem yang memungkinkan Jepang menerima tenaga kerja asing dengan keterampilan khusus di bidang tertentu.
Reihan bergabung dengan perusahaan bus tersebut pada April tahun ini. Setelah itu, ia berhasil memperoleh SIM Jepang untuk mengemudikan kendaraan besar kategori kelas dua (ōgata nishu menkyo), yang diperlukan untuk mengangkut penumpang secara profesional.
Ia kemudian menjalani pelatihan selama sekitar enam bulan, termasuk latihan mengemudi di jalan raya dan pelatihan pelayanan kepada penumpang.
Mulai 26 Oktober, Reihan bertugas mengemudikan bus rute reguler yang melintasi sejumlah destinasi wisata populer, seperti Oshino Hakkai dan Danau Yamanaka. Pada hari pertamanya bertugas, ia terlihat menjelaskan cara pembayaran ongkos serta petunjuk menuju tujuan kepada penumpang menggunakan bahasa Jepang dan bahasa Inggris.
Seorang wisatawan asal Australia yang menaiki bus tersebut mengaku terbantu dengan pelayanan Reihan. Ia mengatakan bahwa sang sopir memberikan petunjuk menuju tempat tujuan sehingga perjalanan terasa lancar dan nyaman.
Perusahaan tempat Reihan bekerja memutuskan memanfaatkan program Tokutei Ginou karena sedang menghadapi kekurangan sopir bus. Perekrutan tenaga kerja asing diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga pengemudi di wilayah tersebut.
Reihan mengaku mempelajari peraturan lalu lintas Jepang dan bahasa Jepang merupakan tantangan tersendiri. Meski demikian, ia mengatakan dapat menjalankan tugas pada hari pertamanya dengan lancar tanpa terlalu merasa gugup.
Ia juga menyampaikan keinginannya untuk terus mengutamakan keselamatan berkendara dan memberikan pelayanan yang baik kepada penumpang. Ke depannya, Reihan berharap bisa mengemudikan bus jalan tol maupun bus sewaan (charter bus) di Jepang.
Sc :nhk








