Perusahaan kereta api Jepang, East Japan Railway Company (JR East), mulai memanfaatkan robot humanoid untuk membantu pekerjaan perawatan jalur kereta. Robot tersebut memiliki tangan berbentuk cakar untuk memegang dan memindahkan ranting, serta dilengkapi gergaji mesin untuk memangkas dahan pohon yang menghalangi jalur.
Jaringan kereta api Jepang dikenal memiliki catatan keselamatan dan ketepatan waktu yang baik. Untuk mempertahankan hal tersebut, perusahaan kereta api perlu melakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala guna mendeteksi potensi masalah sebelum mengganggu perjalanan.
JR East, salah satu operator kereta api terbesar di Jepang, terus memantau kondisi rel dan rangkaian kereta. Ketika menemukan bagian yang perlu diperbaiki atau dibersihkan, perusahaan akan mengirimkan petugas untuk melakukan penanganan.
Salah satu pekerjaan tersebut dilakukan di sekitar Stasiun Nobeyama, Prefektur Nagano. Cabang pohon yang tumbuh menjulur ke atas jalur kereta di jalur Koumi perlu dipangkas agar tidak mengganggu kereta yang melintas.
Untuk menangani pekerjaan itu, JR East mengerahkan mesin perawatan rel multifungsi berukuran besar yang dilengkapi robot humanoid. Kendaraan ini dapat bergerak di atas rel seperti kereta maupun melaju di jalan raya seperti truk.
Robot tersebut memiliki dua tangan dengan fungsi berbeda. Tangan kirinya berbentuk cakar dengan beberapa penjepit yang dapat digunakan untuk memegang dan memindahkan ranting serta material lain. Sementara itu, tangan kanannya dilengkapi gergaji mesin untuk memotong dahan pohon.
Robot yang digunakan JR East tampaknya merupakan pengembangan dari unit serupa yang mulai digunakan oleh West Japan Railway Company (JR West) pada 2024. JR East sendiri mulai menambahkan robot tersebut ke armada perawatan relnya pada Maret 2026.
Meski demikian, kesempatan masyarakat untuk melihat robot ini bekerja masih terbatas. Selama ini, JR East biasanya menjadwalkan pekerjaan perawatan pada tengah malam, yakni di antara jadwal kereta terakhir dan kereta pertama pada pagi hari, agar tidak mengganggu perjalanan penumpang.
Namun, semakin banyak pekerja perawatan yang meminta jadwal kerja siang hari. Perusahaan pun berupaya mengakomodasi permintaan tersebut. Perubahan jadwal ini turut membuka peluang penggunaan robot pada waktu yang berbeda, mengingat mesin tersebut masih dioperasikan oleh manusia.
Pemanfaatan robot ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu pekerjaan perawatan jalur kereta yang membutuhkan peralatan khusus. Meski menggunakan robot, pengoperasiannya tetap melibatkan manusia untuk mengendalikan mesin dan menjalankan tugas di lapangan.
Sc : SN24










