Menu

Dark Mode
Resident Evil 2, 3, dan 4 Remake Akan Hadir di Switch 2 Oktober Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027 Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Zelda: Ocarina of Time Remake untuk Switch 2 Rilis November 2026

News

Pameran Produk Makanan Jepang di Singapura Tampilkan Teknologi Pengolahan yang Maju dan Canggih

badge-check


					Pameran Produk Makanan Jepang di Singapura Tampilkan Teknologi Pengolahan yang Maju dan Canggih Perbesar

Sebuah pameran dagang yang mempromosikan produk makanan, minuman, dan teknologi pengolahan asal Jepang dibuka di Singapura pada Kamis lalu. Acara ini bertujuan untuk memperluas pasar bagi perusahaan Jepang di Singapura dan negara-negara tetangganya.

Acara tahunan ini, yang menjadi salah satu pameran makanan Jepang terbesar di kawasan ASEAN, diikuti oleh 194 peserta dari 37 prefektur di Jepang, meningkat dari 181 peserta dari 30 prefektur pada tahun sebelumnya.

Pada upacara pembukaan yang bertajuk Food Japan, Duta Besar Jepang untuk Singapura, Hiroshi Ishikawa, menyatakan bahwa Jepang sangat ingin meningkatkan ekspor makanannya, dengan Singapura sebagai tujuan utama.

Masanao Nishida, Direktur OJ Events Pte Ltd. selaku penyelenggara acara, mengatakan pameran tahun ini menyoroti teknologi pengolahan makanan dari industri makanan dan minuman Jepang.

Salah satu perusahaan yang memamerkan teknologi canggih adalah Tomin Sake Co. dari Prefektur Toyama, yang menjual sake beku tanpa pasteurisasi dengan teknologi pembekuan cepat untuk mempertahankan rasa sake yang baru diperas.

Produsen teh Hishiwaen dari Prefektur Kanagawa memperkenalkan teh beku kering dalam bentuk kubus dengan berbagai rasa yang dapat langsung ditambahkan ke air untuk membuat teh.

Dalam acara yang juga menyoroti bisnis ramah lingkungan ini, H.E Farm dari Prefektur Hokkaido menampilkan labu yang ditanam di lahan pertanian dengan panel surya yang dipasang di atas tanaman untuk menghasilkan listrik. Hiroyasu Ishizaki, kepala bagian di pertanian tersebut, menyampaikan bahwa labu ini, yang mencerminkan upaya dekarbonisasi perusahaan, sudah dijual di Taiwan dan Hong Kong, dan ia berharap dapat memperluas pasarnya di Singapura.

Pameran yang berlangsung selama tiga hari di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre hingga Sabtu ini didukung oleh Kedutaan Besar Jepang di Singapura, Dewan Otoritas Daerah Jepang untuk Hubungan Internasional, dan Japan External Trade Organization, serta berbagai organisasi lainnya.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027

12 September 2026 - 12:10 WIB

Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun

12 September 2026 - 10:10 WIB

China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat

12 September 2026 - 07:00 WIB

JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 13:35 WIB

Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX

10 September 2026 - 12:10 WIB

Trending on News