Menu

Dark Mode
Bandara di Noto Jepang Resmi Berganti Nama Sementara Bertema Pokémon untuk Dongkrak Pariwisata Wanita di Jepang Ditangkap Usai Diduga Menjahit Bibir Teman Serumah Hingga Tak Bisa Bicara Nerobos Lampu Merah, Pemain Timnas Jepang Kaouru Mitoma Terlibat Kecelakaan Shizuoka Akhirnya Setujui Pembangunan Maglev Tokyo–Nagoya, Proyek Berlanjut Setelah Tertunda Bertahun-tahun Jepang Berencana Perketat Keringanan Biaya Izin Tinggal, Pencari Suaka Terancam Beban Lebih Berat Film Anime Baru Sword Art Online Resmi Diumumkan, Tayang di Bioskop pada 2028

News

40% Pria Jepang Merasa Canggung Kembali Bekerja Setelah Cuti Ayah

badge-check


					40% Pria Jepang Merasa Canggung Kembali Bekerja Setelah Cuti Ayah Perbesar

Sekitar 40 persen pria di Jepang merasa canggung saat kembali bekerja setelah cuti ayah, dengan banyak yang khawatir beban kerja rekan-rekan mereka akan bertambah, menurut survei oleh Meiji Yasuda Life Insurance Co. terhadap 550 pria menikah dengan anak usia hingga 6 tahun.

Dari responden, 33,4 persen mengambil cuti ayah dengan durasi rata-rata 42 hari. Dari 41,5 persen yang merasa canggung saat kembali, sebanyak 23,9 persen merasa “sedikit canggung,” 16,0 persen merasa “canggung,” dan 1,6 persen merasa “sangat canggung.”

Untuk mengatasi perasaan ini, 24,7 persen responden menyarankan perusahaan untuk merekrut tenaga pengganti selama cuti berlangsung. Selain itu, 23,4 persen menyarankan pemberian tunjangan bagi rekan kerja yang terkena dampak dan menjadikan cuti ayah sebagai kewajiban.

Perusahaan besar lebih mendukung cuti ayah, dengan 51,6 persen pria di perusahaan berjumlah 1.001 karyawan atau lebih mengambil cuti ini, dibandingkan 26,2 persen di perusahaan dengan 1.000 karyawan atau kurang.

Yuichi Kodama, Kepala Ekonom di Meiji Yasuda Research Institute, menyatakan bahwa dampak cuti seorang karyawan lebih besar di perusahaan kecil atau menengah dibandingkan di perusahaan besar. Ia menambahkan, “Perusahaan publik dan swasta perlu bekerja sama untuk mereformasi budaya kerja dan gaya kerja.”

Survei dilakukan secara online pada 4 dan 5 September. Di tahun fiskal 2023, tercatat 30,1 persen karyawan mengambil cuti ayah, meningkat 13 poin dari tahun sebelumnya, seiring dengan kewajiban perusahaan sejak April 2022 untuk menginformasikan sistem cuti ini kepada karyawan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bandara di Noto Jepang Resmi Berganti Nama Sementara Bertema Pokémon untuk Dongkrak Pariwisata

9 July 2026 - 15:10 WIB

Wanita di Jepang Ditangkap Usai Diduga Menjahit Bibir Teman Serumah Hingga Tak Bisa Bicara

9 July 2026 - 15:10 WIB

Nerobos Lampu Merah, Pemain Timnas Jepang Kaouru Mitoma Terlibat Kecelakaan

9 July 2026 - 13:32 WIB

Shizuoka Akhirnya Setujui Pembangunan Maglev Tokyo–Nagoya, Proyek Berlanjut Setelah Tertunda Bertahun-tahun

9 July 2026 - 11:10 WIB

Jepang Berencana Perketat Keringanan Biaya Izin Tinggal, Pencari Suaka Terancam Beban Lebih Berat

9 July 2026 - 10:10 WIB

Trending on News