Menu

Dark Mode
Live-Action BLUE LOCK Tambah Deretan Pemain Baru, Visual 20 Karakter Resmi Dirilis Tiga Bank Raksasa Jepang Bakal Dapat Akses AI Canggih “Claude Mythos” dari AS Kaisar Naruhito Kunjungi Belanda dan Belgia Juni Ini Game Baru Patlabor Akan Rilis Musim Panas Ini untuk PS5 dan PC Gara-Gara Krisis Minyak Timur Tengah, Perusahaan Cemilan Jepang Mulai Cetak Kemasan Hitam Putih Manga Romance “L♡DK Pink” Resmi Hadir dalam Bahasa Inggris di K MANGA

Teknologi

Jepang Siapkan Regulasi Baru untuk Atasi Disinformasi AI dan Pelanggaran HAM

badge-check


					Jepang Siapkan Regulasi Baru untuk Atasi Disinformasi AI dan Pelanggaran HAM Perbesar

Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan regulasi baru untuk menangani disinformasi dan bias diskriminatif yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Rencana ini mencakup kebijakan “naming and shaming” terhadap perusahaan AI yang terlibat dalam pelanggaran serius hak asasi manusia.

Namun, menurut sumber pemerintah dan partai penguasa, undang-undang tersebut tidak akan menetapkan sanksi pidana atau denda, mengingat kekhawatiran bahwa aturan yang terlalu ketat dapat menghambat inovasi. RUU ini diperkirakan akan diajukan pada sesi reguler Diet bulan Februari mendatang.

Fokus pada Investigasi dan Transparansi
Undang-undang ini akan memberi pemerintah kewenangan untuk menyelidiki konten AI yang mempromosikan diskriminasi atau melanggar hak asasi manusia. Perusahaan diwajibkan bekerja sama dalam penyelidikan dan mematuhi arahan pemerintah. Jika tidak, nama mereka bisa diumumkan ke publik.

Bahkan jika pelanggaran tidak cukup berat untuk diidentifikasi secara terbuka, pemerintah tetap akan mempublikasikan layanan AI yang terlibat sebagai peringatan kepada masyarakat. Kriteria untuk “naming and shaming” masih dalam tahap diskusi lebih lanjut.

Selain itu, pemerintah akan mengidentifikasi infrastruktur kritis yang menggunakan AI dan memberikan panduan serta instruksi kepada bisnis dan masyarakat.

Pendekatan Tanpa Sanksi Pidana
Keputusan untuk menghindari hukuman pidana mencerminkan upaya pemerintah untuk menyeimbangkan antara mempromosikan inovasi AI dan mengurangi risiko. Sebuah panel ahli sebelumnya telah merekomendasikan regulasi ini, dengan fokus pada penanganan operator yang tidak mematuhi aturan.

Namun, beberapa ahli meragukan efektivitas pendekatan “naming and shaming,” terutama dalam menangani individu dan perusahaan asing. Mereka berpendapat bahwa sanksi yang lebih konkret mungkin diperlukan untuk memastikan kepatuhan.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengatur penggunaan AI secara bertanggung jawab, meskipun tantangan dalam menjaga daya saing global dan kebebasan berekspresi tetap menjadi perhatian utama.

Sc ; asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Universitas di Tokyo Buka Laboratorium Tanpa Peneliti Manusia, Semua Eksperimen Dilakukan Robot

11 May 2026 - 10:10 WIB

Lexus Luncurkan SUV Listrik 3 Baris Pertama, Siap Rilis di Jepang Musim Dingin

8 May 2026 - 10:10 WIB

Robot Haro dari Anime Mobile Suit Gundam Akan Dikirim ke Luar Angkasa oleh Startup Jepang

7 May 2026 - 10:10 WIB

Denso Kembangkan Teknologi Cas Mobil Listrik Saat Jalan, Target 2029

5 May 2026 - 10:10 WIB

Robot Legendaris Honda P2 Raih Penghargaan Dunia, Pelopor Gerakan Robot Mirip Manusia

29 April 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi