Menu

Dark Mode
Yakoh Shinobi Ops Diumumkan! Game Ninja Co-op 4 Pemain dari Shueisha Games & Acquire Siap Meluncur 2027 Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci Nekat Curi Kloset dari Gudang, Pria 76 Tahun di Aichi Pakai Sendiri di Rumah Leon Balik Lagi? Trailer Baru Resident Evil Requiem Isyaratkan Kembalinya Raccoon City Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Murah untuk Warga Lokal, Wisatawan Bakal Bayar Lebih Mahal Biaya Ujian JLPT Naik Mulai Juli 2026, Ini Rinciannya

News

China Cabut Larangan Impor Makanan Laut dari Jepang Setelah Hampir Setahun

badge-check


					China Cabut Larangan Impor Makanan Laut dari Jepang Setelah Hampir Setahun Perbesar

China pada hari Minggu mencabut larangan impor makanan laut dari Jepang yang diberlakukan sejak Agustus 2023, setelah Jepang mulai melepaskan air limbah radioaktif yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang rusak ke laut.

Larangan total itu diberlakukan oleh Beijing sebagai bentuk penolakan keras terhadap pelepasan air ke laut. Kedua negara telah sepakat pada bulan Mei untuk memulai prosedur pemulihan impor makanan laut Jepang, namun proses pengiriman baru kemungkinan dimulai dalam beberapa bulan setelah semua tahapan administratif selesai.

Langkah ini tampaknya mencerminkan keinginan China untuk memperbaiki hubungan dengan Jepang di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat. Otoritas bea cukai China menyatakan dalam pengumuman publik bahwa pemantauan jangka panjang secara internasional terhadap pelepasan air tersebut, serta pengambilan sampel independen oleh China, “tidak menunjukkan adanya kelainan.”

Dengan asumsi bahwa pemerintah Jepang berkomitmen untuk menjamin kualitas dan keamanan ekspor makanan laut ke China, Beijing memutuskan untuk “melanjutkan impor secara bersyarat,” menurut pernyataan dari otoritas China.

Namun demikian, China tetap mempertahankan pembatasan terhadap impor makanan dari 10 prefektur di Jepang, termasuk Fukushima dan Tokyo, yang sudah diberlakukan sejak bencana gempa dan tsunami Maret 2011 yang menyebabkan krisis nuklir tersebut.

Untuk bisa kembali mengekspor makanan laut ke China, fasilitas Jepang yang memproses dan menyimpan produk laut harus terdaftar resmi, dan produk yang diekspor harus lulus pemeriksaan radiasi.

Pada bulan September tahun lalu, kedua pemerintah sepakat untuk secara bertahap melanjutkan perdagangan makanan laut dengan syarat bahwa pelepasan air dari pembangkit nuklir diawasi oleh negara ketiga.

Setelah kesepakatan itu, China mengumpulkan sampel laut di sekitar pembangkit Fukushima dalam kerangka pemantauan yang dilakukan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci

14 February 2026 - 16:10 WIB

Nekat Curi Kloset dari Gudang, Pria 76 Tahun di Aichi Pakai Sendiri di Rumah

14 February 2026 - 16:10 WIB

Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Murah untuk Warga Lokal, Wisatawan Bakal Bayar Lebih Mahal

14 February 2026 - 14:10 WIB

Biaya Ujian JLPT Naik Mulai Juli 2026, Ini Rinciannya

14 February 2026 - 14:04 WIB

Biaya Berobat di Jepang Bakal Naik Lagi Mulai Juni, Pasien Siap-siap Keluar Uang Lebih

14 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News