Menu

Dark Mode
Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya Light Novel Arafō Kenja no Isekai Seikatsu Nikki Resmi Dapat Adaptasi Anime Robot AI Tenis Meja Buatan Sony Mampu Saingi Kemampuan Atlet Profesional Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market? Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

News

Sekitar 24 Persen Lampu Lalu Lintas di Jepang Sudah Lewat Masa Penggantian

badge-check


					Sekitar 24 Persen Lampu Lalu Lintas di Jepang Sudah Lewat Masa Penggantian Perbesar

Sekitar 24 persen lampu lalu lintas di Jepang pada tahun fiskal 2023 tercatat telah melewati masa penggantian, menurut laporan Badan Kepolisian Nasional pada Rabu (2 April). Temuan ini memicu kekhawatiran akan risiko kecelakaan serius akibat kerusakan atau robohnya lampu lalu lintas ke jalan.

Umur pakai perangkat pengatur lampu lalu lintas umumnya sekitar 19 tahun. Namun, data kepolisian menunjukkan bahwa pada tahun fiskal 2023, sebanyak 49.684 unit atau 24,3 persen dari total lampu lalu lintas di Jepang telah melewati ambang usia tersebut.

Ini merupakan tahun keempat berturut-turut di mana persentase lampu lalu lintas yang belum diganti tetap berada di kisaran 24 persen.

Kemungkinan terjadinya kerusakan meningkat tajam setelah perangkat berusia 17 hingga 20 tahun. Dari 838 kasus kerusakan yang dilaporkan pada tahun fiskal 2023, sebanyak 473 di antaranya melibatkan pengontrol yang telah berusia lebih dari 19 tahun.

Jumlah lampu lalu lintas di Jepang meningkat dari sekitar 100.000 unit pada tahun fiskal 1980 menjadi lebih dari 200.000 unit sejak tahun fiskal 2009. Untuk mengganti satu sistem lampu lalu lintas, dibutuhkan biaya minimal 1,4 juta yen, termasuk biaya pemasangan.

“Pemeliharaan menjadi semakin sulit seiring bertambahnya jumlah perangkat. Banyak peralatan yang menua, dan setiap tahun kami menghadapi kasus tiang lampu lalu lintas atau rambu jalan yang roboh,” ujar salah satu pejabat senior badan tersebut.

Kekhawatiran terhadap peralatan keselamatan jalan yang menua semakin meningkat, terutama setelah beberapa insiden infrastruktur publik yang memburuk, seperti lubang besar yang muncul di sebuah persimpangan di Prefektur Saitama pada Januari lalu dan menelan sebuah truk beserta pengemudinya.

Sc : japantoday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya

24 April 2026 - 17:10 WIB

Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market?

24 April 2026 - 07:17 WIB

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Trending on News