Menu

Dark Mode
Film Anime Solo Leveling: Beyond the System Resmi Diumumkan, Lanjutkan Cerita Setelah Season 2 Gaji Pekerja di Jepang Naik Rata-rata 5,01 Persen pada 2026, Tembus Kenaikan di Atas 5 Persen Selama Tiga Tahun Beruntun Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama, Target Atasi Kekurangan Sopir Jepang Siapkan Kereta Ekspres Langsung Narita–Haneda, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

News

Jepang Perintahkan Google Hentikan Praktik Anti-Persaingan di Pasar Smartphone

badge-check


					Jepang Perintahkan Google Hentikan Praktik Anti-Persaingan di Pasar Smartphone Perbesar

Badan pengawas persaingan usaha Jepang, Japan Fair Trade Commission (JFTC), pada Selasa (23 April) mengeluarkan perintah kepada raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Google LLC, untuk menghentikan praktik tidak adil yang mewajibkan produsen smartphone memasang aplikasi pencarian dan peramban milik Google secara pre-install. Tindakan tersebut dinyatakan melanggar hukum antimonopoli Jepang.

Ini merupakan perintah larangan pertama yang dikeluarkan Jepang terhadap salah satu raksasa teknologi GAFA (Google, Apple, Facebook/Meta, Amazon). Dalam temuannya, JFTC menyimpulkan bahwa Google menghambat persaingan sehat di pasar Jepang melalui kontrak yang memberatkan para produsen perangkat.

Dalam pernyataannya, Google menyebut langkah itu “disayangkan” dan menyatakan akan mengkaji ulang perintah tersebut serta mempertimbangkan tanggapan yang tepat. Perusahaan juga membantah telah memaksa pihak manapun untuk bertransaksi dengannya.

Menurut JFTC, sejak Juli 2020, Google telah mewajibkan enam produsen smartphone berbasis Android untuk:

Kontrak-kontrak tersebut mencakup sekitar 80% perangkat Android yang dijual di Jepang, menjadikannya penghalang besar bagi layanan pencarian saingan seperti Microsoft Bing atau Yahoo Japan untuk bersaing.

Selain itu, Google juga membuat kesepakatan dengan empat produsen dan satu operator telekomunikasi untuk berbagi pendapatan iklan asalkan mereka tidak memasang aplikasi pesaing. Praktik ini menurut JFTC menciptakan kondisi di mana aplikasi pencarian saingan sulit mendapatkan tempat di perangkat Android.

JFTC menyatakan bahwa hal ini merupakan bentuk “perdagangan dengan syarat yang membatasi” yang dilarang dalam undang-undang antimonopoli Jepang.

Google diperintahkan untuk:

  • Merevisi kontrak-kontrak tersebut,

  • Tidak mengulangi tindakan serupa di masa mendatang,

  • Melibatkan pengacara dan pihak ketiga untuk memantau reformasi,

  • Mengirimkan laporan perkembangan secara berkala selama lima tahun ke depan.

Langkah ini menandai meningkatnya perhatian terhadap regulasi antitrust di seluruh dunia, mengikuti jejak Uni Eropa dan Amerika Serikat yang tengah giat menindak dominasi raksasa teknologi demi menjaga persaingan yang sehat dan melindungi konsumen.

Sc : KN 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gaji Pekerja di Jepang Naik Rata-rata 5,01 Persen pada 2026, Tembus Kenaikan di Atas 5 Persen Selama Tiga Tahun Beruntun

4 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Siapkan Kereta Ekspres Langsung Narita–Haneda, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat

4 July 2026 - 07:03 WIB

Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation

3 July 2026 - 15:10 WIB

Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

3 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik

2 July 2026 - 14:10 WIB

Trending on News