Menu

Dark Mode
Terminal 1 Haneda Diperluas Seiring Meningkatnya Aktivitas Penerbangan Polisi Gerebek Petinggi Yakuza yang Sedang Berduaan di Hotel Bareng Aktris JAV Mulai November 2026, Sistem Tax Free Jepang Berubah: Wisatawan Harus Bayar Pajak Dulu WN Taiwan Ditangkap di Jepang, Diduga Merusak Batu Peninggalan di Kuil Nara Jepang Lanjutkan Subsidi BBM, Harga Dijaga Sekitar ¥170 per Liter SCANDAL Umumkan Akan Bubar pada 2027

News

Aksi Nekat “Bike-a-doodles” Lakukan Wheelie di Shibuya, Bikin Netizen Tepuk Jidat

badge-check


					Regen, Fahrrad, Rush hour, große Verkehrskreuzung vor der JR Station Shibuya Station, Hachiko Exit, Tokio, Tokyo, Japan Perbesar

Regen, Fahrrad, Rush hour, große Verkehrskreuzung vor der JR Station Shibuya Station, Hachiko Exit, Tokio, Tokyo, Japan

Meskipun sering dikaitkan dengan aktivitas ilegal, tetap saja ada sisi romantis dari melepaskan diri dari belenggu masyarakat dan merasakan angin menerpa rambut saat melaju di jalanan dengan dua roda… ya, naik sepeda juga lumayan keren, sih.

Minggu lalu, sekelompok bike-a-doodles (sebutan nyeleneh buat pengendara sepeda nekat) muncul di perempatan legendaris Shibuya Scramble dan pamer sepeda keren mereka sambil unjuk trik—terutama wheelie dan lebih banyak wheelie. Sekitar 10 orang bersepeda mutar-mutar di tengah jalan, mengganggu arus pejalan kaki dan kendaraan dengan aksi mereka yang zigzag dan tanpa arah jelas.

Seolah menantang definisi sepeda sebagai kendaraan roda dua biasa, mereka terus-menerus melakukan wheelie, menerobos lampu merah, dan asyik merekam aksi sendiri. Aksi ini terjadi hanya beberapa hari setelah video serupa beredar di media sosial, memperlihatkan kelompok bike-a-doodles melaju di sepanjang Yasukuni-dori. Ya, kamu benar menebaknya—sambil wheelie juga.

Komentar netizen pun beragam:

  • “Pasti dari luar kota… luar banget.”

  • “Mereka ngajak temen-temennya naik sepeda bareng. So sweet~”

  • “Mereka kayak Tim Rocket versi sepeda.”

  • “Untung nggak seberisik motor.”

  • “Lucu sih, nggak mampu beli motor kayaknya.”

  • “Anak-anak era resesi versi modern.”

  • “Motor bekas kakak kelas aja nggak dapet?”

  • “Ya setidaknya bikin kita ketawa.”

  • “Beginian harusnya udah selesai pas SMP.”

  • “Jangan-jangan mereka anak ramah lingkungan?”

  • “Apa mereka sambil goyang-goyang stang dan ngomong ‘brrrrrrrrr’?”

  • “Kasihan juga sih, sedih banget.”

Mungkin mereka belum lihat wheelie-nya langsung, karena kalau iya, pasti nadanya bakal beda. Tapi di sisi lain, pengacara Koji Mizogami mengingatkan bahwa aksi di atas sepeda juga tunduk pada Undang-Undang Lalu Lintas Jalan. Perilaku sembrono dan mengganggu seperti ini bisa diganjar denda hingga 500.000 yen (sekitar Rp50 juta) atau hukuman penjara hingga 3 bulan. Dan sebanyak apa pun wheelie-nya, itu nggak akan nyelamatin mereka dari hukum.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Terminal 1 Haneda Diperluas Seiring Meningkatnya Aktivitas Penerbangan

26 August 2026 - 18:10 WIB

Polisi Gerebek Petinggi Yakuza yang Sedang Berduaan di Hotel Bareng Aktris JAV

26 August 2026 - 16:14 WIB

Mulai November 2026, Sistem Tax Free Jepang Berubah: Wisatawan Harus Bayar Pajak Dulu

26 August 2026 - 16:14 WIB

WN Taiwan Ditangkap di Jepang, Diduga Merusak Batu Peninggalan di Kuil Nara

26 August 2026 - 12:10 WIB

Jepang Lanjutkan Subsidi BBM, Harga Dijaga Sekitar ¥170 per Liter

26 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News