Menu

Dark Mode
Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama, Target Atasi Kekurangan Sopir Jepang Siapkan Kereta Ekspres Langsung Narita–Haneda, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007 Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama Pentas Panggung Spirited Away Gelar Tur Dunia, Singgah ke Kanada, AS, Inggris, Taiwan, dan Jepang

News

Aksi Nekat “Bike-a-doodles” Lakukan Wheelie di Shibuya, Bikin Netizen Tepuk Jidat

badge-check


					Regen, Fahrrad, Rush hour, große Verkehrskreuzung vor der JR Station Shibuya Station, Hachiko Exit, Tokio, Tokyo, Japan Perbesar

Regen, Fahrrad, Rush hour, große Verkehrskreuzung vor der JR Station Shibuya Station, Hachiko Exit, Tokio, Tokyo, Japan

Meskipun sering dikaitkan dengan aktivitas ilegal, tetap saja ada sisi romantis dari melepaskan diri dari belenggu masyarakat dan merasakan angin menerpa rambut saat melaju di jalanan dengan dua roda… ya, naik sepeda juga lumayan keren, sih.

Minggu lalu, sekelompok bike-a-doodles (sebutan nyeleneh buat pengendara sepeda nekat) muncul di perempatan legendaris Shibuya Scramble dan pamer sepeda keren mereka sambil unjuk trik—terutama wheelie dan lebih banyak wheelie. Sekitar 10 orang bersepeda mutar-mutar di tengah jalan, mengganggu arus pejalan kaki dan kendaraan dengan aksi mereka yang zigzag dan tanpa arah jelas.

Seolah menantang definisi sepeda sebagai kendaraan roda dua biasa, mereka terus-menerus melakukan wheelie, menerobos lampu merah, dan asyik merekam aksi sendiri. Aksi ini terjadi hanya beberapa hari setelah video serupa beredar di media sosial, memperlihatkan kelompok bike-a-doodles melaju di sepanjang Yasukuni-dori. Ya, kamu benar menebaknya—sambil wheelie juga.

Komentar netizen pun beragam:

  • “Pasti dari luar kota… luar banget.”

  • “Mereka ngajak temen-temennya naik sepeda bareng. So sweet~”

  • “Mereka kayak Tim Rocket versi sepeda.”

  • “Untung nggak seberisik motor.”

  • “Lucu sih, nggak mampu beli motor kayaknya.”

  • “Anak-anak era resesi versi modern.”

  • “Motor bekas kakak kelas aja nggak dapet?”

  • “Ya setidaknya bikin kita ketawa.”

  • “Beginian harusnya udah selesai pas SMP.”

  • “Jangan-jangan mereka anak ramah lingkungan?”

  • “Apa mereka sambil goyang-goyang stang dan ngomong ‘brrrrrrrrr’?”

  • “Kasihan juga sih, sedih banget.”

Mungkin mereka belum lihat wheelie-nya langsung, karena kalau iya, pasti nadanya bakal beda. Tapi di sisi lain, pengacara Koji Mizogami mengingatkan bahwa aksi di atas sepeda juga tunduk pada Undang-Undang Lalu Lintas Jalan. Perilaku sembrono dan mengganggu seperti ini bisa diganjar denda hingga 500.000 yen (sekitar Rp50 juta) atau hukuman penjara hingga 3 bulan. Dan sebanyak apa pun wheelie-nya, itu nggak akan nyelamatin mereka dari hukum.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Siapkan Kereta Ekspres Langsung Narita–Haneda, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat

4 July 2026 - 07:03 WIB

Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation

3 July 2026 - 15:10 WIB

Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

3 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik

2 July 2026 - 14:10 WIB

Pria WNI Asal Indonesia Ditangkap usai Bobol Home Center di Jepang, Ngaku Incar Kunci Koper

2 July 2026 - 11:10 WIB

Trending on News