Menu

Dark Mode
Anime Chainsmoker Cat Diumumkan, Tayang Juli Tahun Ini Turis Australia Tewas dalam Kecelakaan Lift Ski di Resor Nagano Jepang Takato Ishida Cetak Sejarah Jadi Gubernur Termuda Jepang di Usia 35 Tahun, Menang di Fukui Wacana Pemangkasan Pajak Konsumsi Makanan di Jepang Picu Dukungan dan Kekhawatiran Bandara Narita Izinkan Pekerja Asing Nyetir Kendaraan Kargo Tanpa Konversi SIM Jepang Cara Menyesuaikan Pace Jalan Kaki di Jepang Biar Nggak Cepat Tumbang

Teknologi

Tram dengan Pemandu Magnetik Dipilih Jadi Sistem Transportasi Baru di Gunung Fuji

badge-check


					Tram dengan Pemandu Magnetik Dipilih Jadi Sistem Transportasi Baru di Gunung Fuji Perbesar

Pemerintah Prefektur Yamanashi mengumumkan pada 5 Juni bahwa tram berban karet yang dipandu penanda magnet di jalan akan menjadi sistem transportasi baru bagi pendaki dan wisatawan di Gunung Fuji.

Setelah mengevaluasi berbagai opsi berdasarkan aspek keselamatan, biaya, kesiapsiagaan darurat, dan potensi pengelolaan pengunjung, pihak prefektur menyimpulkan bahwa sistem panduan magnetik menawarkan keunggulan terbesar untuk mengatur arus pengunjung dan mengatasi masalah overtourism di situs Warisan Dunia UNESCO tersebut.

Tram yang sementara dinamai “Fuji Tram” ini akan menghubungkan kaki Gunung Fuji dengan Pos Kelima (5th Station), titik penting bagi pendaki dan turis yang terletak di ketinggian 2.300 meter di gunung setinggi 3.776 meter ini.

Layanan ini akan beroperasi di jalur Fuji Subaru Line, jalan tol indah sepanjang 30 kilometer yang mendaki lereng utara Gunung Fuji dari Danau Kawaguchiko ke Pos Kelima.

Setelah Fuji Tram mulai beroperasi, kendaraan pribadi pada prinsipnya akan dilarang melintasi Fuji Subaru Line demi mengendalikan jumlah pengunjung di puncak tertinggi Jepang yang semakin padat setiap tahun.

Untuk melindungi lingkungan dan lanskap Gunung Fuji, pemerintah menetapkan empat kriteria utama:
1️⃣ Mampu melewati tikungan tajam dan tanjakan curam
2️⃣ Memberi akses bagi kendaraan darurat
3️⃣ Tanpa kabel listrik di atas jalan agar pemandangan alami tetap terjaga
4️⃣ Tidak menghasilkan emisi gas buang

Lima opsi transportasi dievaluasi:

  • Tram berban karet dengan panduan magnetik

  • Sistem panduan optik yang mengikuti garis putih di jalan

  • Light Rail Transit (LRT) generasi baru

  • Translohr (tram berban karet dengan rel baja tunggal di tengah jalan)

  • Bus konvensional

Hasilnya, sistem panduan magnetik dinilai paling unggul. Sistem garis putih ditolak karena rentan terhadap cuaca buruk dan salju. Biaya pembangunan Fuji Tram diperkirakan 61,8 miliar yen (sekitar Rp 6,9 triliun), jauh lebih murah dibanding LRT yang diperkirakan mencapai 134 miliar yen. Opsi LRT sendiri sudah dibatalkan sejak musim gugur tahun lalu.

Selain itu, Fuji Tram juga direncanakan menjadi jalur penghubung sekunder yang akan mengoneksikan stasiun baru di Kofu untuk Linear Chuo Shinkansen, kereta maglev berkecepatan tinggi yang kini dalam tahap pembangunan, dengan Gunung Fuji dan berbagai tujuan wisata di Prefektur Yamanashi.

“Kami ingin memajukan rencana ini secepat mungkin,” kata Gubernur Yamanashi Kotaro Nagasaki dalam konferensi pers. “Kami akan segera memperjelas bentuk badan usaha dan model bisnis yang akan digunakan.”

Sc : asahi,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Honda N-Box Kembali Jadi Mobil Terlaris di Jepang 2025, Empat Tahun Berturut-turut Pertahankan Posisi Puncak

22 January 2026 - 15:10 WIB

ANA Holdings Pertimbangkan Layanan Pengiriman Drone Otomatis Mulai 2029

10 January 2026 - 16:10 WIB

Jepang Akan Operasikan Kapal Feri Penumpang Pertama di Dunia dengan Teknologi Navigasi Otonom

12 December 2025 - 12:10 WIB

Jepang Siap Luncurkan Satelit Baru untuk Sempurnakan Sistem Navigasi Sendiri

11 December 2025 - 15:10 WIB

Isuzu Akan Uji Coba Truk Otonom untuk Angkut Suku Cadang di Jalan Umum

11 December 2025 - 11:10 WIB

Trending on Teknologi