Menu

Dark Mode
Kekurangan Sopir, Tokyo Hapus Layanan Bus Tengah Malam Mulai Akhir Maret Honda Terancam Rugi Rp250 Triliun Akibat Perubahan Strategi Mobil Listrik Buku Anak Legendaris “Little Mouse’s Red Vest” Akan Jadi Anime, Tayang April Anime “Aoashi” Season 2 Umumkan Teaser Baru, Tayang 4 Oktober Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah Manga “Junket Bank” Akan Diadaptasi Menjadi Anime TV, Tayang Oktober

News

Asik, Revisi Aturan Belanja Bebas Pajak Bagi Wisatawan Asing ke Jepang Bakal Bikin Kalap Belanja Mulai Berlaku 2026

badge-check


					Asik, Revisi Aturan Belanja Bebas Pajak Bagi Wisatawan Asing ke Jepang Bakal Bikin Kalap Belanja Mulai Berlaku 2026 Perbesar

Pemerintah Jepang tengah merencanakan reformasi pajak besar-besaran untuk menarik lebih banyak wisatawan asing sekaligus mengatasi penyalahgunaan sistem bebas pajak yang ada saat ini.

Dalam perubahan yang akan diperkenalkan pada awal tahun fiskal 2026, pengunjung asing akan menikmati sistem baru pengembalian pajak konsumsi (PPN) yang dilakukan saat mereka meninggalkan Jepang.

Apa yang Berubah?

  1. Penghapusan Batas Pembelian
    Batas pembelian bebas pajak sebesar 500.000 yen untuk barang seperti kosmetik dan makanan akan dihapus. Hal ini memungkinkan wisatawan berbelanja tanpa khawatir melewati batas maksimal.
  2. Sistem Baru Pengembalian Pajak
    Saat ini, wisatawan dapat membeli barang bebas pajak langsung di toko. Namun, sistem ini sering disalahgunakan untuk praktik tenbai (penjualan kembali ilegal). Dengan reformasi baru, pajak konsumsi akan tetap dibayarkan saat pembelian dan dikembalikan di bandara internasional sebelum wisatawan meninggalkan Jepang.
  3. Kemudahan Proses Pengembalian Pajak
    Proses pengembalian pajak akan menggunakan terminal otomatis di bandara, di mana paspor pengunjung akan dipindai untuk memverifikasi pembelian mereka.
  4. Penghapusan Kemasan Khusus
    Pemerintah juga mempertimbangkan menghilangkan keharusan menggunakan kemasan khusus untuk barang bebas pajak, yang selama ini digunakan untuk memastikan barang belum dibuka.

Langkah ini bertujuan untuk mencegah praktik tenbai sekaligus meningkatkan pengalaman belanja wisatawan asing. Dengan penghapusan batas pembelian dan sistem pengembalian pajak yang lebih fleksibel, Jepang berharap dapat mendorong konsumsi masuk yang lebih besar dan memperkuat posisinya sebagai destinasi belanja dunia.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kekurangan Sopir, Tokyo Hapus Layanan Bus Tengah Malam Mulai Akhir Maret

13 March 2026 - 21:08 WIB

Honda Terancam Rugi Rp250 Triliun Akibat Perubahan Strategi Mobil Listrik

13 March 2026 - 18:00 WIB

Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah

13 March 2026 - 10:10 WIB

Rencana Penggunaan Ulang 150 Bus Listrik Expo Osaka Ditunda karena Masalah Keamanan

12 March 2026 - 12:10 WIB

Kapal Kontainer Milik Perusahaan Jepang Rusak di Teluk Persia di Tengah Konflik AS–Israel dan Iran

12 March 2026 - 08:18 WIB

Trending on News