Menu

Dark Mode
Onimusha: Way of the Sword Akan Rilis September, Demo Sudah Bisa Dicoba Jepang Pertimbangkan Aturan Lebih Ketat untuk Media Sosial Anak dan Remaja WNI Pemegang Visa Tokutei Ginou Ditangkap di Jepang karena Diduga Menyimpan Jenazah Bayi di Apartemen Calbee Jual Kemasan Hitam Putih untuk Hemat Bahan Baku di Tengah Kekhawatiran Pasokan dari Timur Tengah Topan Jangmi Mendarat di Prefektur Wakayama, Jepang Keluarkan Peringatan Banjir Tingkat Tertinggi Jumlah Mahasiswa Asing di Jepang Pecahkan Rekor, Lampaui Target Pemerintah Delapan Tahun Lebih Cepat

News

Bos Nippon Steel: Peran Pemerintah AS Tidak Akan Hambat Bisnis U.S. Steel

badge-check


					Bos Nippon Steel: Peran Pemerintah AS Tidak Akan Hambat Bisnis U.S. Steel Perbesar

Presiden Nippon Steel Corp., Eiji Hashimoto, menegaskan bahwa peran pemerintah Amerika Serikat dalam kesepakatan akuisisi senilai $14,1 miliar untuk membeli United States Steel Corp. tidak akan mengganggu operasional bisnis perusahaan baja tersebut ke depan.

Dalam konferensi pers di Tokyo pada Kamis (20/6), Hashimoto menjelaskan bahwa investasi sebesar $11 miliar untuk pengembangan fasilitas U.S. Steel — sepuluh kali lipat dari rencana awal — serta penerbitan golden share (saham emas) kepada pemerintah AS, yang memungkinkan pemerintah memiliki hak veto untuk keputusan manajemen penting, adalah hal yang wajar. Meski begitu, analis menilai syarat ini berpotensi menjadi risiko bagi manajemen U.S. Steel.

“Tidak akan ada kebangkitan U.S. Steel kalau aktivitas kami dibatasi,” kata Hashimoto, sehari setelah kesepakatan final tercapai usai 1,5 tahun negosiasi yang sempat ditentang oleh Presiden Donald Trump dan pendahulunya, Joe Biden.

Berdasarkan perjanjian keamanan nasional dengan pemerintah AS, presiden atau pejabat yang ditunjuk berhak menyetujui keputusan manajemen strategis, termasuk penutupan atau penghentian operasi pabrik.

Hashimoto juga menyebut nilai akuisisi — 2 triliun yen untuk kapasitas produksi 23 juta ton — sebagai pembelian yang efisien, dengan profitabilitas yang terjamin untuk kedua belah pihak.

Dengan akuisisi ini, Nippon Steel tetap menjadi produsen baja terbesar keempat di dunia, dengan total volume produksi 2024 sebesar 57,82 juta ton, mendekati Ansteel Group Corp. (peringkat ketiga) dengan 59,55 juta ton. Kapasitas tahunan global Nippon Steel kini mencapai 86 juta ton, makin dekat dengan target 100 juta ton, untuk mendukung ekspansi ke Asia Tenggara, India, dan pasar luar negeri lainnya, seiring permintaan domestik Jepang yang menurun.

Hashimoto juga menegaskan bahwa pemerintah AS berharap Nippon Steel menjaga dan meningkatkan kapasitas produksi U.S. Steel dengan investasi agresif demi menambah variasi produk, membuka lapangan kerja, dan mengurangi defisit AS.

Selain itu, U.S. Steel semakin strategis di tengah kebijakan tarif impor baja yang masih diberlakukan di era Trump. Hashimoto optimistis permintaan baja berkualitas tinggi di AS, khususnya untuk kendaraan listrik, akan menguntungkan Nippon Steel.

“Akuisisi ini membantu perekonomian AS, meskipun tarif impor saja tidak akan bisa menghidupkan kembali sektor manufaktur,” ujar Hashimoto.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Nippon Steel juga berkomitmen mempertahankan kantor pusat U.S. Steel di Pittsburgh.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Pertimbangkan Aturan Lebih Ketat untuk Media Sosial Anak dan Remaja

3 June 2026 - 16:10 WIB

WNI Pemegang Visa Tokutei Ginou Ditangkap di Jepang karena Diduga Menyimpan Jenazah Bayi di Apartemen

3 June 2026 - 15:10 WIB

Calbee Jual Kemasan Hitam Putih untuk Hemat Bahan Baku di Tengah Kekhawatiran Pasokan dari Timur Tengah

3 June 2026 - 12:10 WIB

Topan Jangmi Mendarat di Prefektur Wakayama, Jepang Keluarkan Peringatan Banjir Tingkat Tertinggi

3 June 2026 - 10:10 WIB

Jumlah Mahasiswa Asing di Jepang Pecahkan Rekor, Lampaui Target Pemerintah Delapan Tahun Lebih Cepat

2 June 2026 - 18:10 WIB

Trending on News