Menu

Dark Mode
China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Zelda: Ocarina of Time Remake untuk Switch 2 Rilis November 2026 Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX Jepang Berencana Tambahkan Sektor Penerbangan dalam Program Pekerja Asing Mulai 2027 Nagoya Dilanda Hujan Lebat, Warga Terjebak dan Transportasi Lumpuh

Teknologi

Canggih! Sumpit Listrik Buatan Profesor Jepang yang Mengubah Rasa Makanan Raih Penghargaan Ig Nobel

badge-check


					Canggih! Sumpit Listrik Buatan Profesor Jepang yang Mengubah Rasa Makanan Raih Penghargaan Ig Nobel Perbesar

Sumpit yang dialiri listrik dan mengubah rasa makanan telah memperpanjang rekor kemenangan peneliti Jepang untuk Penghargaan Ig Nobel satir selama 17 tahun berturut-turut.

Hiromi Nakamura, seorang profesor asosiasi proyek di Universitas Tokyo, dan Homei Miyashita, seorang profesor di Universitas Meiji, memenangkan Penghargaan Ig Nobel dalam kategori Nutrisi untuk penelitian mereka tentang augmentasi rasa menggunakan listrik pada 14 September.

Penghargaan Ig Nobel menghargai “penelitian yang membuat orang tertawa dan kemudian berpikir.”

Christian Chan, seorang profesor asosiasi di Universitas Kristen Internasional di Tokyo, menjadi co-winner Penghargaan Ig Nobel dalam kategori Pendidikan untuk studi timnya yang menunjukkan hubungan antara guru yang membosankan dan siswa yang merasa bosan.

Pada tahun 2011, ketika Nakamura masih menjadi mahasiswa pascasarjana di bawah bimbingan Miyashita, ia melakukan eksperimen untuk menentukan bagaimana elektrifikasi mengubah rasa makanan.

Dalam percobaan, Nakamura meletakkan sepotong agar di lidahnya dan mengalirkan sedikit listrik. Rasa makanan itu berubah secara instan ketika dia menyalakan dan mematikan saklar.

Meskipun hasilnya sudah diprediksi, Nakamura mengaku terkejut karena perubahan rasa itu terasa sangat nyata.

Nakamura memasang elektroda positif dan negatif pada sumpit dan sedotan karena dia berpikir teknologi ini, setelah dikomersialkan, akan digunakan di meja makan.

Dia mencoba makan keju dengan sumpit dan minum minuman olahraga dengan sedotan, serta memastikan perubahan rasa yang terjadi.

Ketika ia menyesuaikan susunan elektroda dan arah arus listrik, intensitas keasaman dan kepahitan bahan makanan pun berfluktuasi.

Tahun lalu, Miyashita dan Kirin Holdings Co. mengembangkan sendok dan mangkuk yang meningkatkan rasa asin makanan melalui listrik.

Penelitian ini lebih dari sekadar eksperimen bercanda.

Peralatan makan Listrik Garam ini dirancang untuk orang-orang yang menjalani diet rendah natrium karena hipertensi atau masalah kesehatan lainnya.

“Yang paling mengejutkan saya adalah penghargaan ini,” kata Nakamura. “Saya merasa terhormat diakui atas penelitian ini.”

Miyashita mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut, mengatakan penelitian ini membawanya pada sejumlah penemuan.

Penghargaan Ig Nobel dalam kategori Pendidikan diberikan kepada tim peneliti internasional, termasuk Chan, yang melakukan eksperimen di sebuah sekolah menengah di Hong Kong.

Tim tersebut menemukan bahwa siswa menjadi bosan dan tidak dapat berkonsentrasi di kelas ketika guru menyampaikan pelajaran dengan cara yang membosankan.

Chan menyatakan keterkejutannya karena penelitian tentang kebosanan telah diakui sebagai sesuatu yang bisa membuat orang tertawa.

Upacara penghargaan berlangsung secara daring untuk tahun keempat berturut-turut karena langkah pencegahan terhadap infeksi virus corona baru.

Para pemenang menerima data gambar senilai 10 triliun dolar Zimbabwe, yang hampir tidak ada nilainya.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang

7 September 2026 - 13:36 WIB

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

KDDI Luncurkan Aplikasi AI dengan Jawaban Bersumber dari Media Resmi Jepang

29 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

Trending on Teknologi