Menu

Dark Mode
Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007 Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama Pentas Panggung Spirited Away Gelar Tur Dunia, Singgah ke Kanada, AS, Inggris, Taiwan, dan Jepang Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik Pria WNI Asal Indonesia Ditangkap usai Bobol Home Center di Jepang, Ngaku Incar Kunci Koper Jepang Naikkan Pajak Keluar Negara Jadi 3.000 Yen, Biayai Penanganan Lonjakan Wisatawan Asing

OTAKU

“Demon Slayer: Infinity Castle” Pecahkan Rekor Box Office Anime di Amerika Utara

badge-check


					“Demon Slayer: Infinity Castle” Pecahkan Rekor Box Office Anime di Amerika Utara Perbesar

Film terbaru Sony Pictures, “Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle”, berhasil menjadi film terpopuler di bioskop Amerika Utara sekaligus mencetak rekor baru untuk genre anime Jepang.

Film yang bercerita tentang seorang anak laki-laki yang bergabung dengan organisasi pemburu iblis setelah adiknya berubah menjadi iblis ini meraup pendapatan 70 juta dolar AS dari penayangan di Amerika Serikat dan Kanada, menurut keterangan Sony Group pada Minggu. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya, yaitu 31 juta dolar AS yang dicapai oleh “Pokemon: The First Movie — Mewtwo Strikes Back” pada tahun 1999.

Perkiraan Box Office Pro sebelumnya menyebutkan penjualan akhir pekan berada di kisaran 60–75 juta dolar AS.

Keberhasilan ini menegaskan semakin tingginya daya tarik global anime Jepang.

“Demon Slayer” sendiri diadaptasi dari manga populer yang sudah terjual lebih dari 220 juta kopi, serta telah diadaptasi ke serial TV, film, dan video game. Film terbaru ini, yang didistribusikan melalui layanan streaming Crunchyroll milik Sony, adalah bagian pertama dari trilogi. Sebelum penayangan di Amerika Utara, film ini sudah meraup sekitar 280 juta dolar AS secara global.

Demon Slayer adalah anime terbaik, dari konsep hingga eksekusi,” ujar Rob Pereyda, pendiri konsultan anime Henshin di San Francisco. “Meskipun anime kini sudah bukan lagi budaya pinggiran di AS seperti satu generasi lalu, tetap saja ia memberi napas segar bagi para penggemarnya.”

Awal tahun ini, Sony juga menunjukkan besarnya daya tarik bisnis anime lewat film “KPop Demon Hunters” yang dibuat untuk Netflix. Dalam dua bulan sejak rilis, film tersebut menjadi film orisinal Netflix paling banyak ditonton sepanjang masa.

“Bagi Sony, ini adalah bukti nyata dari visinya terhadap anime: Aniplex memproduksi konten luar biasa, Crunchyroll menjangkau komunitas anime, dan Sony Pictures menggunakan kekuatannya untuk perilisan bersejarah,” tambah Pereyda.

Dengan dukungan popularitas anime yang terus meningkat, bisnis hiburan Sony — mencakup gim, musik, film, dan TV   kini menyumbang sekitar 60% dari total penjualan grup.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pentas Panggung Spirited Away Gelar Tur Dunia, Singgah ke Kanada, AS, Inggris, Taiwan, dan Jepang

2 July 2026 - 17:10 WIB

Pokémon Unite Bakal Diadaptasi Jadi Drama Live-Action untuk Rayakan Ulang Tahun ke-5

1 July 2026 - 15:10 WIB

Hideo Yamamoto, Kreator Homunculus dan Ichi the Killer, Siap Luncurkan Manga Baru

1 July 2026 - 13:10 WIB

Drama Panggung Spirited Away Gelar Tur Dunia, Perdana Tampil di Amerika Utara

30 June 2026 - 07:18 WIB

Belum Lama Tamat, Anime Wistoria: Wand and Sword Langsung Dapat Lampu Hijau untuk Season 3

29 June 2026 - 18:10 WIB

Trending on OTAKU