Menu

Dark Mode
China Hentikan Ekspor Mineral Strategis ke Jepang di Tengah Memanasnya Hubungan Diplomatik WNI Berusia 20 Tahun Tewas Ditusuk di Jepang, Pelaku Diduga Tewas Tertabrak Kereta Usai Melarikan Diri Dua WNI Jadi Anggota Damkar Warga Asing Pertama di Kota Hasami, Jepang Kota Asal Shin-chan Resmikan Tutup Gorong-Gorong Bertema Crayon Shin-chan Pemerintah Jepang Pertimbangkan Gandakan Anggaran Industri Konten Jadi 100 Miliar Yen, Fokus Anime, Game, dan Musik Anime Digimon BEATBREAK Masuki Arc Baru “Kyō Arc”, Karakter Baru Disuarakan Shinichirō Miki

News

Dosen Paruh Waktu di Universitas Oberlin Tokyo Jepang Gelar Aksi Mogok Kerja Tuntut Kenaikan Gaji

badge-check


					Dosen Paruh Waktu di Universitas Oberlin Tokyo Jepang Gelar Aksi Mogok Kerja Tuntut Kenaikan Gaji Perbesar

Tiga dosen paruh waktu di Universitas J. F. Oberlin, yang terletak di kota Machida, Tokyo, melakukan aksi mogok kerja dan mempersingkat durasi kelas mereka pada 9 Desember 2024. Aksi ini dipicu oleh tidak terpenuhinya tuntutan mereka untuk kenaikan gaji pokok.

Menurut serikat pekerja institusi pendidikan yang mendukung aksi tersebut, mogok kerja oleh staf universitas untuk menuntut kenaikan gaji pokok merupakan hal yang jarang terjadi di Jepang. Ketiga dosen paruh waktu tersebut merupakan anggota cabang serikat pekerja “Obirin branch.”

Serikat pekerja menyebutkan bahwa gaji pokok untuk dosen paruh waktu di universitas tersebut belum mengalami kenaikan sejak 2006. Selain itu, durasi kelas yang diperpanjang dari 90 menit menjadi 100 menit pada tahun akademik 2019 hanya dibayar selama satu tahun, sehingga dianggap sebagai pemotongan gaji tidak langsung.

Para dosen paruh waktu ini meminta kenaikan gaji pokok sebesar 15%, namun mereka memutuskan untuk mogok setelah universitas tidak memberikan tanggapan yang memuaskan. Dalam aksi mereka, masing-masing dosen mempersingkat durasi kelas sebanyak 15 menit.

Mereka juga menggelar protes dengan membawa spanduk bertuliskan “Strike in Progress” di dekat kampus universitas.

Kazumi Tsuchida, perwakilan dari cabang serikat pekerja Obirin, menyatakan bahwa universitas memiliki surplus anggaran sebesar 400 juta yen (sekitar Rp 41 miliar) dalam neraca keuangan tahun akademik 2023. Ia menambahkan, “Tidak adil bagi universitas menolak kenaikan gaji dengan alasan harus menaikkan biaya kuliah atau alasan lainnya.”

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak universitas terkait aksi mogok ini. Aksi ini menjadi sorotan sebagai bentuk perlawanan terhadap stagnasi gaji dosen paruh waktu yang telah berlangsung selama hampir dua dekade.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

China Hentikan Ekspor Mineral Strategis ke Jepang di Tengah Memanasnya Hubungan Diplomatik

7 July 2026 - 11:10 WIB

WNI Berusia 20 Tahun Tewas Ditusuk di Jepang, Pelaku Diduga Tewas Tertabrak Kereta Usai Melarikan Diri

7 July 2026 - 10:10 WIB

Dua WNI Jadi Anggota Damkar Warga Asing Pertama di Kota Hasami, Jepang

7 July 2026 - 08:22 WIB

Kota Asal Shin-chan Resmikan Tutup Gorong-Gorong Bertema Crayon Shin-chan

6 July 2026 - 12:10 WIB

Pemerintah Jepang Pertimbangkan Gandakan Anggaran Industri Konten Jadi 100 Miliar Yen, Fokus Anime, Game, dan Musik

6 July 2026 - 10:10 WIB

Trending on News