Menu ✖

Dark Mode
Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

Entertainment

Dua Mantan Artis Johnny & Associates Gugat $300 Juta atas Dugaan Pelecehan Seksual

badge-check


					Dua Mantan Artis Johnny & Associates Gugat $300 Juta atas Dugaan Pelecehan Seksual Perbesar

Dua mantan artis dari agensi hiburan Jepang yang sebelumnya dikenal sebagai Johnny & Associates Inc. telah mengajukan gugatan di pengadilan AS, menuntut ganti rugi lebih dari $300 juta atas dugaan pelecehan seksual yang mereka alami saat remaja. Gugatan tersebut diajukan di Clark County, Nevada, dan menjadi kasus pertama yang diajukan oleh korban setelah perusahaan tersebut mengakui pelecehan seksual yang dilakukan oleh pendirinya, Johnny Kitagawa, pada September tahun lalu.

Para penggugat adalah Junya Tanaka (43) dan Kyohei Iida (37). Dalam gugatan itu, Tanaka mengklaim bahwa Kitagawa melakukan pelecehan seksual terhadapnya di sebuah hotel di Las Vegas pada Maret 1997, ketika ia berusia 15 tahun. Sementara itu, Iida mengaku mengalami pelecehan serupa pada Agustus 2002, saat ia berusia 14 tahun.

Keduanya juga mengungkap bahwa mereka mengalami pelecehan secara rutin selama berada di bawah naungan agensi tersebut. Tanaka menyatakan pelecehan berlangsung dari 1997 hingga 1998, sedangkan Iida dari 2002 hingga 2006.

Dalam gugatan ini, Tanaka dan Iida masing-masing menuntut $50 juta sebagai ganti rugi kompensasi dan $100 juta untuk ganti rugi hukuman. Gugatan tersebut juga menuntut keponakan Kitagawa, Julie Keiko Fujishima, serta mantan eksekutif lainnya atas kelalaian mereka dalam mengambil tindakan meskipun mengetahui adanya pelecehan tersebut.

Fujishima saat ini menjabat sebagai direktur Smile-Up Inc., perusahaan penerus Johnny & Associates, yang fokus memberikan kompensasi kepada korban pelecehan seksual.

Dalam pernyataannya melalui pengacara mereka, Tanaka mengungkapkan keinginan agar “dunia mengetahui bahwa selama puluhan tahun di Jepang, berbicara tentang pelecehan seperti ini sangat ditindas.” Sementara itu, Iida menegaskan pentingnya “perubahan mendasar dalam kesadaran masyarakat untuk memastikan insiden seperti ini tidak pernah terulang.”

Sc : kyodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

SCANDAL Umumkan Akan Bubar pada 2027

25 August 2026 - 13:35 WIB

Manga Leviathan Bakal Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Tayang 2027

21 August 2026 - 16:10 WIB

Pokémon dan YOSHIKI Donasikan Ratusan Juta Yen untuk Korban Gempa Kumamoto

11 August 2026 - 12:10 WIB

Gitaris Pendukung BanG Dream! dan KanColle, Mei Nekozuki, Meninggal Dunia

28 July 2026 - 15:10 WIB

Live-Action GTO Kembali! Onizuka Hadapi Sekolah Era Media Sosial, Kini Tayang di Netflix

23 July 2026 - 11:10 WIB

Trending on Entertainment