Menu

Dark Mode
Indonesia Pinjamkan Komodo ke Kebun Binatang di Shizuoka untuk Kerja Sama Konservasi Baki-Dou Umumkan Cour 2, Lanjut Eksklusif di Netflix! Prabowo Bahas Lingkungan hingga Investasi Rp380 Triliun dalam Kunjungan ke Jepang PM Jepang Sanae Takaichi Sambut Hangat Prabowo, Bahas Penguatan Kerja Sama Indo-Pasifik Indonesia–Jepang Perkuat Kerja Sama Pariwisata Lewat Penandatanganan MoC WNI Hilang Saat Mendaki Gunung di Jepang, Pencarian Masih Berlangsung

News

Fuji TV Minta Maaf atas Skandal Pelecehan Seksual yang Melibatkan Presenter TV Masahiro Nakai

badge-check


					Fuji TV Minta Maaf atas Skandal Pelecehan Seksual yang Melibatkan Presenter TV Masahiro Nakai Perbesar

Presiden Fuji Television Network Inc., Koichi Minato, menyampaikan permintaan maaf pada Jumat (10/1) terkait tuduhan pelecehan seksual yang melibatkan pembawa acara TV ternama Masahiro Nakai, mantan anggota grup pop legendaris SMAP, dan seorang wanita.

Minato juga mengumumkan pembentukan panel investigasi independen yang dipimpin oleh tim pengacara. Ia menjelaskan bahwa meskipun Fuji TV telah mengetahui insiden tersebut sejak Juni 2023, pihaknya memilih untuk tidak mengungkapkannya lebih awal demi memprioritaskan pemulihan fisik dan mental korban serta melindungi privasinya.

“Kami meminta maaf karena tidak dapat memberikan penjelasan lebih cepat,” kata Minato dalam konferensi pers, yang merupakan tanggapan pertama Fuji TV setelah laporan media terkait kasus ini mencuat bulan lalu.

Menurut laporan mingguan Shukan Bunshun, insiden ini bermula dari acara makan malam yang awalnya direncanakan melibatkan karyawan Fuji TV pada Juni 2023. Namun, yang hadir hanya Masahiro Nakai dan wanita tersebut. Pertemuan ini kemudian berujung pada dugaan tindakan seksual tanpa persetujuan. Kasus ini dilaporkan selesai melalui penyelesaian di luar pengadilan dengan kompensasi sebesar 90 juta yen (sekitar Rp 7,3 miliar).

Minato menolak mengomentari kritik terkait cara Fuji TV menangani situasi ini, dengan alasan proses investigasi masih berlangsung dan ia juga akan menjadi salah satu pihak yang diperiksa.

Fuji TV membantah keterlibatan langsung dalam insiden tersebut. Menurut mereka, karyawan terkait tidak mengatur atau mengetahui adanya pertemuan tersebut. Namun, pihak Fuji TV menegaskan bahwa mereka menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada komite investigasi untuk memastikan transparansi.

Konferensi pers bulanan Fuji TV, yang awalnya dijadwalkan berlangsung akhir Februari, dipercepat menjadi Jumat karena meningkatnya tekanan publik dan media.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan memunculkan kembali pertanyaan besar tentang bagaimana industri hiburan Jepang menangani isu-isu pelecehan seksual. Fuji TV berjanji untuk memastikan transparansi dalam penyelidikan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Indonesia Pinjamkan Komodo ke Kebun Binatang di Shizuoka untuk Kerja Sama Konservasi

31 March 2026 - 17:23 WIB

Prabowo Bahas Lingkungan hingga Investasi Rp380 Triliun dalam Kunjungan ke Jepang

31 March 2026 - 13:10 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Sambut Hangat Prabowo, Bahas Penguatan Kerja Sama Indo-Pasifik

31 March 2026 - 12:48 WIB

Indonesia–Jepang Perkuat Kerja Sama Pariwisata Lewat Penandatanganan MoC

31 March 2026 - 12:10 WIB

WNI Hilang Saat Mendaki Gunung di Jepang, Pencarian Masih Berlangsung

31 March 2026 - 10:10 WIB

Trending on News