Dua maskapai terbesar Jepang, ANA Holdings dan Japan Airlines, mengumumkan percepatan kenaikan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) untuk penerbangan internasional.
Awalnya, kenaikan ini dijadwalkan berlaku untuk tiket yang diterbitkan mulai Juni. Namun, karena harga minyak yang melonjak tajam, kebijakan tersebut dimajukan menjadi mulai 1 Mei.
Kenaikan ini dipicu oleh kondisi pasar energi yang tidak stabil, di mana harga bahan bakar jet dilaporkan melonjak lebih dari dua kali lipat hanya dalam bulan Maret, menurut International Air Transport Association.
Untuk gambaran:
- Rute jarak jauh seperti ke Eropa dan Amerika Utara: biaya tambahan naik dari 31.900 yen menjadi 56.000 yen (sekitar Rp5,5 juta → Rp9,6 juta sekali jalan).
- Rute jarak dekat seperti ke Korea Selatan: naik dari 3.300 yen menjadi 6.700 yen.
Kabar baiknya, penumpang yang membeli tiket sebelum akhir April tidak akan dikenakan tarif tambahan baru ini.
Lonjakan harga ini sendiri berkaitan dengan konflik di Timur Tengah yang mendorong naiknya harga minyak global, sehingga berdampak langsung pada biaya operasional maskapai.
Buat yang punya rencana ke Jepang atau transit lewat maskapai Jepang, timing beli tiket sekarang jadi makin krusial
Sc : asahi








