Menu

Dark Mode
Meru Nukumi Gabung Serial Live-Action Baru GTO, Jadi Guru Pendamping Kelas Onizuka Miyazaki Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia untuk Perekrutan Tenaga Kerja Jepang Pertimbangkan Kirim Pejabat ke Rusia Demi Lindungi Bisnis Perusahaan Jepang Universitas di Tokyo Buka Laboratorium Tanpa Peneliti Manusia, Semua Eksperimen Dilakukan Robot Anime Witch Hat Atelier Tambah 1 Ending Lagi, Lagu “Hikari” Dibawakan Nakamura Hak Jepang Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Filipina, China Langsung Kritik Keras

News

Jepang Siap Gelontorkan Anggaran untuk Program Adaptasi WNA, Fokus pada Aturan Lokal dan Kehidupan Sehari-hari

badge-check


					Young women laughing on night out, food and drink, bonding, carefree Perbesar

Young women laughing on night out, food and drink, bonding, carefree

Pemerintah Jepang mulai memberikan dukungan finansial kepada pemerintah daerah untuk membantu warga asing memahami aturan hidup di komunitas lokal. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan kehidupan bersama yang lebih tertib antara warga Jepang dan penduduk asing.

Mulai tahun fiskal 2026 (April), pemerintah akan menanggung sebagian biaya program yang bertujuan membantu integrasi warga asing. Program tersebut mencakup edukasi pemilahan sampah, pembelajaran bahasa Jepang, hingga dorongan untuk ikut serta dalam kegiatan komunitas seperti asosiasi warga. Kebijakan ini diumumkan oleh Ministry of Internal Affairs and Communications.

Sebelumnya, bantuan pemerintah hanya difokuskan pada pemahaman sistem nasional seperti pajak dan asuransi sosial. Kini, cakupannya diperluas hingga aturan lokal yang berbeda di setiap daerah.

Langkah ini diambil seiring meningkatnya jumlah warga asing di Jepang. Berdasarkan data dari Immigration Services Agency of Japan, jumlah warga asing mencapai sekitar 4,12 juta orang pada akhir tahun lalu—rekor tertinggi selama empat tahun berturut-turut.

Selain itu, pemerintah juga akan mendukung pelatihan tenaga penghubung yang berperan sebagai jembatan antara pemerintah daerah dan warga asing. Mereka akan membantu menyampaikan informasi administratif sekaligus menangani konsultasi terkait kehidupan sehari-hari.

Kebijakan ini juga berkaitan dengan arah pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang menekankan pentingnya menciptakan masyarakat dengan “koeksistensi yang tertib dan harmonis.” Pemerintah juga menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap perilaku yang dianggap bermasalah.

Di tingkat daerah, upaya serupa juga mulai terlihat. Berdasarkan survei, 35 dari 47 prefektur di Jepang telah memasukkan program baru atau memperluas inisiatif terkait warga asing dalam anggaran awal tahun fiskal 2026.

Dengan meningkatnya jumlah penduduk asing, Jepang kini berupaya menyeimbangkan antara keterbukaan terhadap tenaga kerja global dan menjaga keteraturan dalam kehidupan masyarakat lokal.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Miyazaki Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia untuk Perekrutan Tenaga Kerja

11 May 2026 - 12:10 WIB

Jepang Pertimbangkan Kirim Pejabat ke Rusia Demi Lindungi Bisnis Perusahaan Jepang

11 May 2026 - 10:10 WIB

Jepang Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Filipina, China Langsung Kritik Keras

8 May 2026 - 13:10 WIB

Penumpang Shinkansen Tokaido Naik Selama Golden Week, Tembus 4,9 Juta Orang

8 May 2026 - 12:10 WIB

Jepang Mulai Impor Minyak Rusia Lagi Setelah Jalur Hormuz Tertutup

7 May 2026 - 14:10 WIB

Trending on News