Perusahaan otomotif Jepang Suzuki Motor Corp. mulai memanfaatkan kotoran sapi sebagai sumber energi ramah lingkungan di India, salah satu pasar terbesarnya. Inisiatif ini bertujuan mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan pendapatan peternak lokal.
Pada pertengahan Maret, Suzuki memperkenalkan fasilitas biogas di Bhukhala, negara bagian Gujarat. Di pabrik ini, kotoran sapi difermentasi selama sekitar satu bulan dalam tangki besar untuk menghasilkan gas.
Gas yang dihasilkan kemudian dimurnikan menjadi bahan bakar kendaraan dan disalurkan ke masyarakat sekitar melalui stasiun pengisian di dekat lokasi. Sementara sisa hasil olahan dijual sebagai pupuk organik.
India sendiri memiliki sekitar 300 juta sapi, yang dianggap suci dalam agama Hindu. Potensi limbah ini pun dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
Biogas ini dapat digunakan untuk kendaraan berbahan bakar gas (CNG), yang menghasilkan emisi karbon lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin. Saat ini, kendaraan CNG menyumbang sekitar 20% pasar otomotif di India.
Selain itu, penggunaan kotoran sapi juga membantu mengurangi emisi metana—gas rumah kaca yang sangat berkontribusi terhadap pemanasan global—yang biasanya dilepaskan dari limbah tersebut.
Satu fasilitas mampu mengolah hingga 100 ton kotoran sapi per hari dan menghasilkan sekitar 1,5 ton biogas, cukup untuk mengoperasikan sekitar 850 kendaraan dalam sehari.
Suzuki membeli kotoran sapi dari peternak lokal dengan harga 1 rupee per kilogram, yang bisa memberikan tambahan penghasilan sekitar 72.000 rupee (sekitar US$775) per tahun untuk rata-rata rumah tangga peternak.
Saat ini, Suzuki Motor Corp. telah mengoperasikan dua fasilitas biogas di India dan berencana membangun tujuh lagi ke depannya, dengan target memperluas program ini ke berbagai wilayah di negara tersebut.
Sc : KN







