Menu

Dark Mode
Tiga Bank Raksasa Jepang Akan Luncurkan Stablecoin Bersama untuk Investasi Saham Parlemen Jepang Setujui Buku Pelajaran Digital, Mulai Berlaku Paling Cepat Tahun 2030 Prefektur Saga Jadi Rumah bagi Pusat Edukasi Sampah Plastik Laut Pertama di Jepang Barat Demo Digimon Story Time Stranger untuk Nintendo Switch dan Switch 2 Sudah Tersedia Rekor Baru! Hampir 42% Pegawai Negeri Baru Pemerintah Jepang Kini Perempuan Survey : Orang Jepang Kini Anggap Iklan 30 Detik Terlalu Lama

News

Jepang Siapkan Langkah Menyeluruh untuk Tangani Isu Permasalahan Terkait Warga Asing dan Turis

badge-check


					Jepang Siapkan Langkah Menyeluruh untuk Tangani Isu Permasalahan Terkait Warga Asing dan Turis Perbesar

Pemerintah Jepang akan menyusun serangkaian langkah komprehensif untuk menangani isu terkait penduduk asing dan wisatawan pada bulan Januari mendatang, menurut juru bicara utama pemerintah pada Selasa (1/10).
Langkah ini diumumkan setelah para menteri menggelar pertemuan untuk membahas kebijakan mengenai orang asing — yang pertama kalinya dilakukan di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Dalam konferensi pers, Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengatakan bahwa pertemuan antarmenteri ini dibentuk untuk meningkatkan koordinasi pemerintah pusat dalam menangani isu yang berkaitan dengan warga asing serta untuk “membangun masyarakat yang aman, tertib, dan inklusif bagi seluruh warga, baik Jepang maupun asing yang tinggal di negara ini.”

Isu mengenai orang asing belakangan menjadi topik panas di Jepang, menyusul berbagai laporan media mengenai overstay visa dan penyalahgunaan layanan publik oleh sebagian warga asing.

Dalam pertemuan tersebut, Takaichi — politisi konservatif garis keras yang menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang sejak dilantik pada 21 Oktober — mengatakan bahwa warga Jepang merasakan “kekhawatiran dan ketidakadilan” akibat “tindakan ilegal” yang dilakukan oleh sebagian orang asing.

“Sambil menjaga jarak dari xenofobia, pemerintah akan menanggapi isu-isu ini dengan tegas,” ujar Takaichi.

Isu yang berkaitan dengan warga asing, termasuk meningkatnya pembelian tanah oleh individu maupun perusahaan non-Jepang, mencuri perhatian publik selama pemilu Majelis Tinggi pada Juli lalu, ketika partai berkuasa Liberal Democratic Party (LDP) yang dipimpin Shigeru Ishiba mengalami kekalahan besar. Ishiba kemudian mengumumkan pengunduran dirinya pada September.

Dalam pemilu tersebut, beberapa partai — termasuk Sanseito yang berhaluan kanan — menyerukan agar aturan bagi warga asing diperketat untuk melindungi hak warga Jepang.

Sejak kampanye pemilihan presiden LDP pada 4 Oktober untuk memilih pengganti Ishiba, Takaichi telah berjanji akan memperkuat peran pemerintah dalam menangani masalah yang terkait dengan wisatawan dan penduduk asing.

Pada konferensi pers terpisah hari yang sama, Menteri Kesehatan Kenichiro Ueno mengatakan bahwa pemerintah sedang menyiapkan langkah baru mulai Juni 2027 untuk menangani kasus tunggakan iuran asuransi nasional oleh warga asing.
Dalam rencana tersebut, mereka yang tidak membayar iuran asuransi tidak akan diizinkan mengubah atau memperbarui status izin tinggalnya.

Menurut peraturan yang berlaku, warga asing yang tinggal di Jepang lebih dari tiga bulan dan terdaftar sebagai penduduk diwajibkan untuk mengikuti program Asuransi Kesehatan Nasional (National Health Insurance) apabila mereka tidak memiliki bentuk asuransi publik lainnya.

Ueno juga menambahkan bahwa pemerintah akan memperketat proses pemeriksaan izin tinggal jangka menengah dan panjang, dengan meninjau kembali data mengenai tagihan medis yang belum dibayar oleh turis asing yang sempat menerima perawatan medis selama kunjungannya.

Kihara menegaskan bahwa pemerintah akan terus membahas berbagai isu lain, termasuk penerimaan tenaga kerja asing dengan keahlian dan keterampilan tertentu.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tiga Bank Raksasa Jepang Akan Luncurkan Stablecoin Bersama untuk Investasi Saham

11 June 2026 - 15:10 WIB

Parlemen Jepang Setujui Buku Pelajaran Digital, Mulai Berlaku Paling Cepat Tahun 2030

11 June 2026 - 11:10 WIB

Prefektur Saga Jadi Rumah bagi Pusat Edukasi Sampah Plastik Laut Pertama di Jepang Barat

11 June 2026 - 10:10 WIB

Rekor Baru! Hampir 42% Pegawai Negeri Baru Pemerintah Jepang Kini Perempuan

10 June 2026 - 18:10 WIB

Survey : Orang Jepang Kini Anggap Iklan 30 Detik Terlalu Lama

10 June 2026 - 18:10 WIB

Trending on News