Menu

Dark Mode
Baki-Dou Umumkan Cour 2, Lanjut Eksklusif di Netflix! Prabowo Bahas Lingkungan hingga Investasi Rp380 Triliun dalam Kunjungan ke Jepang PM Jepang Sanae Takaichi Sambut Hangat Prabowo, Bahas Penguatan Kerja Sama Indo-Pasifik Indonesia–Jepang Perkuat Kerja Sama Pariwisata Lewat Penandatanganan MoC WNI Hilang Saat Mendaki Gunung di Jepang, Pencarian Masih Berlangsung Mulai April, Sepeda di Jepang Bisa Kena Tilang

News

Kenaikan Harga Beras di Tokyo Capai Rekor Tertinggi, Bebani Warga Menjelang Pemilu

badge-check


					Kenaikan Harga Beras di Tokyo Capai Rekor Tertinggi, Bebani Warga Menjelang Pemilu Perbesar

Harga beras di Tokyo pada bulan Oktober melonjak 62,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data pemerintah yang dirilis Jumat lalu. Kenaikan ini, tertinggi sejak data sebanding tersedia pada tahun 1971, disebabkan oleh petani yang membebankan biaya tenaga kerja dan pupuk yang meningkat kepada konsumen. Konsumen sendiri sudah terbebani inflasi yang didorong oleh pelemahan tajam yen.

Kenaikan harga beras terutama terasa di area perkotaan, didorong oleh pasokan terbatas akibat cuaca panas tahun lalu dan permintaan dari restoran yang meningkat seiring pulihnya pariwisata. Perdana Menteri Shigeru Ishiba, yang baru terpilih sebagai presiden Partai Demokrat Liberal (LDP) bulan lalu, berjanji untuk mengambil langkah ekonomi guna mengurangi dampak negatif kenaikan harga terhadap rumah tangga setelah pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat.

Sebagian besar partai politik, termasuk LDP, juga menyatakan dalam kampanye mereka bahwa mereka akan mendorong perusahaan swasta untuk menaikkan gaji karyawan, karena laju kenaikan harga telah melampaui pertumbuhan upah. Gaji riil di Jepang turun 0,6 persen pada Agustus dari tahun sebelumnya, penurunan pertama dalam tiga bulan, sementara harga konsumen inti, tidak termasuk makanan segar, naik 2,4 persen pada September.

Biasanya, pelemahan yen meningkatkan ekspor dengan membuat produk Jepang lebih murah di luar negeri dan menambah nilai pendapatan luar negeri dalam yen. Namun, pelemahan yen juga meningkatkan biaya impor, dan Jepang sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan pangan dan energinya.

Dengan harga konsumen di ibu kota menjadi indikator tren nasional, analis memperkirakan harga akan tetap tinggi, menghilangkan harapan bahwa kedatangan beras baru di musim gugur dapat menurunkan harga.

Selain beras, harga makanan di Tokyo naik 3,8 persen pada Oktober, menurut Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi. Biaya listrik dan gas kota masing-masing naik 4,0 persen dan 1,8 persen. Harga cokelat melonjak 21,7 persen, sementara kopi dan daging sapi impor masing-masing naik 16,6 persen dan 14,1 persen.

Harga konsumen inti di Tokyo naik 1,8 persen dibanding tahun lalu, meskipun laju kenaikannya melambat untuk bulan kedua berturut-turut setelah kenaikan tarif listrik dan gas kota yang terdampak oleh pemotongan subsidi pemerintah tahun lalu.

Sc : kyodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Prabowo Bahas Lingkungan hingga Investasi Rp380 Triliun dalam Kunjungan ke Jepang

31 March 2026 - 13:10 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Sambut Hangat Prabowo, Bahas Penguatan Kerja Sama Indo-Pasifik

31 March 2026 - 12:48 WIB

Indonesia–Jepang Perkuat Kerja Sama Pariwisata Lewat Penandatanganan MoC

31 March 2026 - 12:10 WIB

WNI Hilang Saat Mendaki Gunung di Jepang, Pencarian Masih Berlangsung

31 March 2026 - 10:10 WIB

Mulai April, Sepeda di Jepang Bisa Kena Tilang

30 March 2026 - 15:10 WIB

Trending on News