Menu

Dark Mode
Apa yang Harus Dilakukan Saat Barang Tertinggal di Kereta Jepang? Horumon Yaki: Jeroan Bakar yang Jadi Favorit di Izakaya Pelatih Timnas Jepang Hajime Moriyasu Siapkan Pemain Muda untuk Hadapi Australia dan Indonesia Kehilangan Barang di Kereta? AI di Jepang Kini Bantu Menemukannya Kembali Toyota Prediksi Laba Turun Hampir 35% Akibat Tarif Trump dan Penguatan Yen RI–Jepang Perkuat Kerja Sama Investasi, Fokus pada Stabilitas Ekonomi

Teknologi

Keren! Tim Peneliti dari Kyoto Berhasil Menemukan Cara Mendeteksi Kanker Pankreas dengan Kecerdasan Buatan


					Keren! Tim Peneliti dari Kyoto Berhasil Menemukan Cara Mendeteksi Kanker Pankreas dengan Kecerdasan Buatan Perbesar

Para peneliti di Jepang telah mengembangkan metode baru yang sangat akurat untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker pankreas menggunakan kecerdasan buatan (AI). Kanker ini terkenal sulit dideteksi pada tahap awal dan tidak ada pengobatan yang efektif setelah berkembang, sehingga sering kali berujung fatal.

Tim dari Universitas Kyoto dan perusahaan peralatan medis Arkray Inc. di Kyoto berhasil menciptakan model identifikasi tumor menggunakan pembelajaran mesin otomatis. Menurut Akihisa Fukuda, seorang profesor gastroenterologi di Universitas Kyoto, metode ini memungkinkan deteksi dini kanker pankreas tanpa menyebabkan kerusakan berarti pada tubuh.

Langkah selanjutnya adalah menguji metode ini dalam skala yang lebih luas untuk mendapatkan persetujuan pemerintah, agar teknik ini bisa digunakan di klinik.

Setiap tahun, sekitar 44.000 orang di Jepang didiagnosis menderita kanker pankreas, menjadikannya penyebab kematian akibat kanker keempat pada pria dan ketiga pada wanita. Tingkat kelangsungan hidup meningkat secara signifikan jika tumor terdeteksi pada tahap awal, namun kebanyakan pasien baru terdiagnosis pada tahap lanjut, di mana kanker sudah tidak menunjukkan gejala awal.

Hingga kini, belum ada metode diagnostik yang efektif untuk mendeteksi kanker pankreas pada tahap awal. Tim ini menggunakan microRNA, potongan kecil RNA yang mengatur fungsi genetik, untuk dikombinasikan dengan penanda tumor tradisional dalam menciptakan model diagnostik. Dari lebih dari 2.500 microRNA yang ditemukan dalam darah, 100 jenis yang paling umum dipilih untuk model ini.

Data dikumpulkan dari 93 individu sehat dan 92 pasien kanker pankreas di 17 pusat medis, termasuk Rumah Sakit Universitas Kyoto. Data ini kemudian diproses oleh sistem AI untuk mengembangkan model deteksi kanker yang lebih akurat. Ketika diuji pada 240 pasien tambahan, model ini berhasil mendeteksi hingga 83% kasus kanker pankreas pada tahap 1, dibandingkan dengan hanya 29% menggunakan penanda tumor saja.

Hasil ini menunjukkan bahwa metode AI ini sangat efektif untuk mendeteksi kanker pada tahap paling awal, yang biasanya sulit ditemukan. Pada tahap yang lebih lanjut, tingkat keberhasilan metode ini berkisar antara 93% hingga 97%, dengan tingkat keberhasilan keseluruhan mencapai 90%.

Arkray berencana meluncurkan prototipe metode ini ke pasar untuk penelitian dalam satu hingga dua tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kehilangan Barang di Kereta? AI di Jepang Kini Bantu Menemukannya Kembali

9 May 2025 - 15:10 WIB

Fujitsu dan Riken Kembangkan Komputer Kuantum Superkonduktor dengan 256 Qubit, Targetkan 1.000 Qubit pada 2026

8 May 2025 - 15:30 WIB

Mayoritas Perusahaan Besar Jepang Masih Enggan Gunakan AI dalam Rekrutmen Lulusan Baru

6 May 2025 - 16:10 WIB

Pakai Teknologi AI, Penumpang Kereta di Jepang yang Kehilangan Barang Kini Bisa Bantu Menemukannya

6 May 2025 - 13:30 WIB

Jepang Pamerkan Teknologi Penangkap Karbon di Expo Osaka

29 April 2025 - 18:30 WIB

Trending on Teknologi