Menu

Dark Mode
Seniman Legendaris Jepang Yayoi Kusama Meninggal Dunia di Usia 97 Tahun Terminal 1 Haneda Diperluas Seiring Meningkatnya Aktivitas Penerbangan Polisi Gerebek Petinggi Yakuza yang Sedang Berduaan di Hotel Bareng Aktris JAV Mulai November 2026, Sistem Tax Free Jepang Berubah: Wisatawan Harus Bayar Pajak Dulu WN Taiwan Ditangkap di Jepang, Diduga Merusak Batu Peninggalan di Kuil Nara Jepang Lanjutkan Subsidi BBM, Harga Dijaga Sekitar ¥170 per Liter

News

Kontroversi Minimnya Ruang Salat di Expo Osaka 2025: Penyelenggara Tolak Permintaan Tambahan

badge-check


					Kontroversi Minimnya Ruang Salat di Expo Osaka 2025: Penyelenggara Tolak Permintaan Tambahan Perbesar

Penyelenggara World Expo 2025 Osaka menolak permintaan untuk menambah ruang salat bagi Muslim dan penganut agama lain karena keterbatasan ruang, menurut sumber yang dekat dengan masalah ini.

Saat ini, hanya tersedia satu ruang salat yang tidak dikhususkan untuk agama tertentu, memicu kekhawatiran bahwa fasilitas tersebut tidak akan mencukupi bagi pengunjung expo, yang diperkirakan mencapai 3,5 juta orang dari luar negeri.

Meskipun kapasitas pastinya belum diumumkan, seorang pejabat asosiasi expo menyebut bahwa ruang tersebut kemungkinan hanya dapat menampung belasan orang dalam satu waktu.

Menurut Japan Association for the 2025 World Exposition, ruang salat yang disediakan akan berada di area istirahat dengan pemisahan ruang untuk pria dan wanita. Tikar untuk umat Muslim juga akan disediakan.

Namun, banyak pihak meragukan bahwa fasilitas ini cukup untuk memenuhi kebutuhan, mengingat 85 persen dari pengunjung luar negeri diprediksi berasal dari Asia, di mana banyak Muslim yang memiliki kewajiban salat lima kali sehari.

Usulan Masjid Keliling Ditolak

Seorang jurnalis asal Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sempat mengusulkan penggunaan masjid keliling pada Januari lalu. Namun, seorang pejabat senior expo mengatakan bahwa “tidak ada ruang”, dan menyarankan agar paviliun masing-masing negara menyediakan fasilitas ibadah sendiri.

Masjid keliling ini pertama kali dikembangkan di Jepang pada 2018 oleh sebuah perusahaan berbasis di Tokyo. Menggunakan truk seberat 25 ton, bagian belakang kendaraan telah dimodifikasi menjadi ruang salat seluas 48 meter persegi yang dapat menampung hingga 50 orang sekaligus. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan AC, generator, dan tempat wudu.

Jurnalis Indonesia yang mengusulkan masjid keliling mempertanyakan keputusan penyelenggara expo, mengingat beberapa negara bahkan membatalkan pembangunan paviliun mereka di acara tersebut.

“Ibadah adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan seorang Muslim, dan sangat mengecewakan bahwa kebutuhan ini tidak dipertimbangkan dengan baik,” ujar jurnalis tersebut.

Minimnya ruang salat ini memicu perdebatan lebih luas mengenai kesiapan Jepang dalam menyambut pengunjung Muslim di ajang internasional besar seperti Expo 2025 Osaka.

Sc ; JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Seniman Legendaris Jepang Yayoi Kusama Meninggal Dunia di Usia 97 Tahun

28 August 2026 - 10:10 WIB

Terminal 1 Haneda Diperluas Seiring Meningkatnya Aktivitas Penerbangan

26 August 2026 - 18:10 WIB

Polisi Gerebek Petinggi Yakuza yang Sedang Berduaan di Hotel Bareng Aktris JAV

26 August 2026 - 16:14 WIB

Mulai November 2026, Sistem Tax Free Jepang Berubah: Wisatawan Harus Bayar Pajak Dulu

26 August 2026 - 16:14 WIB

WN Taiwan Ditangkap di Jepang, Diduga Merusak Batu Peninggalan di Kuil Nara

26 August 2026 - 12:10 WIB

Trending on News