Menu

Dark Mode
Developer Game Asal Jepang KLab Disuntik Dana Uni Emirat Arab Penjualan AC Melejit Akibat Musim Panas Ekstrem Tahun Ini, Industri Elektronik Jepang Catat Rekor Tertinggi Kedua Viral Video Siswa SMA Kyoto Ketahuan Mencuri Saat Studi Tur di Bali, Pihak Sekolah Minta Maaf KBRI Tokyo Pastikan WNI di Hokkaido, Aomori, dan Iwate Selamat Pascagempa 7,5 di Jepang Aplikasi “Japan Travel by Navitime” Raih Penghargaan Tertinggi untuk Layanan Inovatif di Jepang Jepang Pertimbangkan Bentuk Kementerian Baru untuk Awasi Intelijen Nasional

Culture

Kotatsu: Meja dengan Teknologi Hangat Penyelamat Keluarga Jepang di Musim Dingin

badge-check


					Kotatsu: Meja dengan Teknologi Hangat Penyelamat Keluarga Jepang di Musim Dingin Perbesar

Ketika suhu udara menurun dan salju mulai menyelimuti kota-kota di Jepang, tidak ada yang lebih menyenangkan daripada berkumpul di bawah kotatsu, meja hangat tradisional Jepang yang menjadi pusat kebersamaan keluarga selama musim dingin. Kotatsu bukan hanya sebuah furnitur, tetapi juga simbol kehangatan, kenyamanan, dan hubungan keluarga dalam budaya Jepang.

Apa Itu Kotatsu?

Kotatsu adalah meja rendah yang dirancang khusus untuk menghangatkan tubuh. Meja ini memiliki kerangka kayu atau logam, dengan pemanas elektrik yang terpasang di bagian bawahnya. Sebuah selimut tebal (futon) diletakkan di atas meja untuk menahan panas, sementara bagian atas meja yang datar digunakan untuk berbagai aktivitas, seperti makan, bekerja, atau sekadar bersantai.

Konsep kotatsu berasal dari zaman Muromachi (1336–1573), ketika pemanas tradisional yang disebut irori digunakan untuk menghangatkan rumah. Seiring waktu, desainnya berkembang menjadi meja berpemanas seperti yang kita kenal hari ini. Modernisasi kotatsu termasuk penggunaan pemanas listrik, menggantikan sumber panas tradisional seperti arang.

Mengapa Kotatsu Penting dalam Budaya Jepang?

  1. Simbol Kehangatan dan Kebersamaan
    Kotatsu adalah tempat di mana keluarga berkumpul untuk menghabiskan waktu bersama. Dalam budaya Jepang yang menghargai keharmonisan keluarga (kazoku no wa), kotatsu menjadi ruang untuk berbagi cerita, tertawa, dan menikmati kebersamaan.
  2. Efisiensi Energi
    Di rumah-rumah Jepang tradisional, pemanas sentral tidak umum digunakan. Kotatsu menjadi solusi hemat energi yang memberikan kehangatan langsung kepada orang yang duduk di sekitarnya.
  3. Tradisi Musim Dingin
    Musim dingin di Jepang sering dikaitkan dengan gambar orang-orang yang meringkuk di bawah kotatsu sambil menikmati makanan hangat, seperti jeruk mandarin (mikan). Tradisi ini menciptakan nostalgia bagi banyak orang Jepang.

Penggunaan Kotatsu di Kehidupan Sehari-hari

Di bawah kotatsu, berbagai aktivitas bisa dilakukan, seperti:

  • Makan Bersama: Kotatsu sering menjadi pusat meja makan selama musim dingin. Hidangan seperti nabe (hot pot) sangat cocok dinikmati di sini.
  • Menonton TV atau Membaca: Banyak keluarga menikmati waktu santai dengan menonton acara favorit atau membaca buku sambil tetap hangat.
  • Tidur Singkat: Karena nyaman, tak jarang orang tertidur di bawah kotatsu, meskipun ini bukan tujuan utamanya.

Kotatsu di Era Modern

Meskipun rumah-rumah modern di Jepang kini dilengkapi dengan sistem pemanas ruangan, kotatsu tetap memiliki tempat khusus dalam hati masyarakat Jepang. Bahkan, desain kotatsu modern kini lebih bervariasi, dengan pilihan bentuk dan warna yang sesuai dengan interior rumah masa kini.

Selain itu, kotatsu juga menjadi daya tarik wisata bagi turis asing yang ingin merasakan tradisi Jepang selama musim dingin.

Kotatsu bukan hanya meja, melainkan simbol budaya yang mendalam. Kehadirannya mengingatkan kita akan pentingnya kebersamaan, kehangatan, dan kesederhanaan dalam menjalani kehidupan. Apakah Anda tertarik untuk mencoba pengalaman kotatsu? Pastikan untuk mencobanya jika Anda mengunjungi Jepang di musim dingin!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Kembangkan Layanan Ride-Share Berbasis AI

8 December 2025 - 12:10 WIB

Shuin: Koleksi Stempel Kuil yang Ada Seninya

6 December 2025 - 17:30 WIB

Jepang Targetkan 80% Penggunaan AI Generatif oleh Individu

5 December 2025 - 18:30 WIB

Budaya “Oseibo” & “Ochūgen”: Hadiah Musiman sebagai Bentuk Terima Kasih ala Jepang

4 December 2025 - 18:30 WIB

Tsumami Zaiku: Seni Merangkai Bunga Kain untuk Hiasan Rambut Jepang

1 December 2025 - 16:45 WIB

Trending on Culture