Menu

Dark Mode
SCANDAL Umumkan Akan Bubar pada 2027 Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September 71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

News

Krisis Mekanik di Jepang: Rasio Lowongan Bengkel Capai 5 Kali Lipat Jumlah Pencari Kerja

badge-check


					Krisis Mekanik di Jepang: Rasio Lowongan Bengkel Capai 5 Kali Lipat Jumlah Pencari Kerja Perbesar

Krisis tenaga kerja di sektor otomotif Jepang semakin parah. Data terbaru pemerintah menunjukkan bahwa rasio lowongan kerja terhadap pencari kerja untuk mekanik dan teknisi otomotif mencapai 5,09 pada tahun fiskal 2024, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 1,14.
Artinya, terdapat 509 lowongan untuk setiap 100 pencari kerja di bidang ini — menandakan kekurangan tenaga kerja yang sangat serius.

Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan, angka tersebut terus meningkat sejak 2020, saat pertama kali data tersebut dicatat. Kekurangan tenaga kerja ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan kendaraan, karena banyak bengkel kesulitan menjaga standar inspeksi akibat beban kerja tinggi dan gaji yang relatif rendah.

Data dari Teikoku Databank menunjukkan 455 bisnis jasa otomotif tutup, bubar, atau bangkrut sepanjang tahun fiskal 2024 — jumlah tertinggi yang pernah tercatat. Beberapa perusahaan bahkan terpaksa menunda pengiriman kendaraan atau membatasi jumlah pesanan karena kekurangan mekanik.

Untuk mengatasi krisis ini, sejumlah perusahaan mulai melakukan langkah insentif. NTP Nagoya Toyopet Corp., misalnya, menawarkan bonus hingga 100.000 yen (sekitar Rp8,7 juta) bagi karyawan yang berhasil merekomendasikan teknisi baru. Sejak sistem ini dimulai pada 2022, mereka telah merekrut sembilan teknisi baru.

Sementara itu, Nal Net Communications, perusahaan penyedia layanan perawatan kendaraan sewa, membantu bengkel mitra melakukan digitalisasi sistem kerja agar lebih efisien dengan jumlah staf yang lebih sedikit.

Masalah kekurangan mekanik juga diperparah oleh penurunan minat generasi muda. Jumlah pendaftar lisensi mekanik pada 2024 hanya 35.504 orang, turun lebih dari 50% dibandingkan puncaknya pada 2004, menurut Asosiasi Promosi Layanan Otomotif Jepang.

Kasus manipulasi inspeksi kendaraan di beberapa dealer Toyota pada 2021 akibat kekurangan staf menjadi pengingat serius akan dampak nyata dari krisis tenaga kerja yang belum teratasi ini.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan

25 August 2026 - 13:31 WIB

Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori

24 August 2026 - 13:10 WIB

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Trending on News