Japan Airlines pada hari Rabu mengumumkan bahwa salah satu penerbangannya dari Hiroshima menuju Bandara Haneda, Tokyo, mengalami keterlambatan sekitar 40 menit akhir pekan lalu setelah seorang kru kabin diketahui positif alkohol dan harus diganti.
Pesawat tersebut awalnya dijadwalkan berangkat dari Bandara Hiroshima pada Sabtu pukul 07.40 pagi dengan membawa 186 penumpang. Namun penerbangan baru lepas landas pada pukul 08.22 pagi.
Menurut pihak maskapai, kru kabin tersebut pergi minum bersama rekannya pada malam sebelumnya dan mengonsumsi alkohol melebihi batas yang ditetapkan perusahaan.
Rekan kru kabin tersebut, yang juga dijadwalkan bertugas dalam penerbangan yang sama, sebelumnya sudah melapor kepada perusahaan dan akhirnya juga dibebastugaskan dari penerbangan tersebut.
Insiden ini menambah daftar kasus terkait alkohol yang melibatkan JAL dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2024, seorang kapten pilot dan co-pilot JAL diketahui mencoba menyembunyikan konsumsi alkohol berlebihan sebelum penerbangan dari Melbourne, Australia, menuju Bandara Narita dekat Tokyo.
Selain itu, tahun lalu sebuah penerbangan dari Honolulu menuju Jepang juga tertunda lebih dari 18 jam setelah pilot terdeteksi mengonsumsi alkohol. Dua penerbangan lain juga ikut terdampak akibat kasus tersebut.
Dalam pernyataan resminya, JAL mengatakan bahwa berbagai insiden terkait alkohol telah menyebabkan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan dan mereka menganggap masalah ini sangat serius.
Maskapai tersebut juga menyatakan akan terus memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Sc : KN








