Menu

Dark Mode
House Foods Group Pertimbangkan Jual CoCo Ichibanya, Saham Melonjak 16% Anime Ranma ½ Season 3 Tayang Oktober 2026, Seiya Shimofuri Myojo Ikut Bergabung Jepang Akan Perketat Uji Mengemudi bagi Lansia Usia 75 Tahun ke Atas Game Baru Gundam: Rogue Orbit Rilis Maret 2027, Trailer Terbarunya Sudah Dirilis Kabar Duka! WNI Peserta Magang Meninggal Tersangkut Mesin Mixer Saat Bekerja di Jepang Trailer Baru Film Live-Action Street Fighter Dirilis, Tayang Oktober 2026

News

Lebih dari 50% Wanita di Tokyo Menjadi Korban Perundungan Seksual di Kereta, Intervensi Pihak Ketiga Efektif Menanggulangi Kasus

badge-check


					Lebih dari 50% Wanita di Tokyo Menjadi Korban Perundungan Seksual di Kereta, Intervensi Pihak Ketiga Efektif Menanggulangi Kasus Perbesar

Survei yang dilakukan oleh pemerintah metropolitan Tokyo menunjukkan bahwa lebih dari 50% wanita di Tokyo pernah menjadi korban “chikan” (perundungan seksual) saat menaiki atau menunggu kereta, dengan banyak kasus yang tidak berujung pada konsekuensi bagi pelaku.

Pada 2024, pemerintah Tokyo melaksanakan survei untuk lebih memahami sejauh mana masalah ini terjadi. Hasilnya menunjukkan bahwa 56,3% wanita dan 15,2% pria telah menjadi korban perundungan seksual di kereta atau stasiun.

Intervensi pihak ketiga, seperti penumpang lain yang turut campur, terbukti efektif dalam menghentikan aksi perundungan. “Penting bagi orang-orang di sekitar korban untuk tidak berpura-pura tidak tahu,” ujar seorang pejabat pemerintah Tokyo.

Survei ini adalah tindak lanjut dari survei besar-besaran yang dilakukan pada 2023. Survei terbaru ini melibatkan 6.315 orang berusia antara 16 hingga 69 tahun, yang tinggal di Tokyo atau rutin bepergian ke ibu kota.

Sebanyak 18,2% wanita dan 7,9% pria mengaku menjadi korban perundungan seksual di kereta atau stasiun dalam setahun terakhir. Sebagian besar kasus (65,2%) terjadi antara pukul 6 pagi hingga 9 pagi, saat jam sibuk perjalanan pagi hari.

Ketika ditanya tentang penyebab kejadian tersebut, 59,5% menjawab bahwa mereka sedang melihat layar ponsel, dan 23,6% sedang mendengarkan musik. Selain itu, 39,1% korban mengaku memilih untuk “bertahan” atau “tidak bisa berbuat apa-apa,” terutama di kalangan usia 16 hingga 24 tahun.

Namun, 72,6% korban mengatakan bahwa pelaku berhenti melakukan aksi tersebut setelah korban menjauh atau menghalangi dengan barang bawaannya. Di sisi lain, intervensi pihak ketiga hanya terjadi dalam 10,5% kasus, tetapi jika terjadi, 96,8% korban mengatakan bahwa perundungan tersebut berhenti.

Sebagai bagian dari upaya mengatasi masalah ini, pemerintah Tokyo meluncurkan situs web “Proyek Penghapusan Perundungan Seksual” pada September lalu. Situs ini menawarkan simulasi tentang apa yang harus dilakukan jika menjadi korban atau menyaksikan perundungan seksual, serta kuis yang memberikan tips untuk mencegah perundungan.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

House Foods Group Pertimbangkan Jual CoCo Ichibanya, Saham Melonjak 16%

4 September 2026 - 15:10 WIB

Anime Ranma ½ Season 3 Tayang Oktober 2026, Seiya Shimofuri Myojo Ikut Bergabung

4 September 2026 - 13:10 WIB

Jepang Akan Perketat Uji Mengemudi bagi Lansia Usia 75 Tahun ke Atas

4 September 2026 - 10:10 WIB

Kabar Duka! WNI Peserta Magang Meninggal Tersangkut Mesin Mixer Saat Bekerja di Jepang

3 September 2026 - 13:05 WIB

Jalan Tol di Kumamoto Rusak Akibat Gempa, Perbaikan Diperkirakan Butuh Minimal 2 Tahun

2 September 2026 - 11:10 WIB

Trending on News