Menu ✖

Dark Mode
Persaingan Ketat, Bisnis Pesan Antar Makanan di Jepang Kini Dikuasai Tiga Perusahaan Anime Reincarnated as a Sword Season 2 Ungkap Trailer dan Karakter Baru untuk Seedrun Arc Godzilla Minus Zero Cetak Rekor Pendapatan Hari Pertama Film Live-Action di Jepang Jumlah Kelahiran Bayi di Jepang Naik 0,4% untuk Pertama Kalinya dalam 11 Tahun Ilustrator Manga Food Wars! Shun Saeki Akhiri Kontrak Eksklusif dengan Shueisha Pria WNI Ditangkap setelah Masuk ke Apartemen Perempuan di Hyogo, Jepang

Culture

Lebih dari Sekadar Angka: Makna Budaya di Balik Angka Empat dan Sembilan di Jepang

badge-check


					Lebih dari Sekadar Angka: Makna Budaya di Balik Angka Empat dan Sembilan di Jepang Perbesar

Angka, di banyak budaya, seringkali tidak hanya berfungsi sebagai alat hitung, tetapi juga memiliki makna simbolis atau bahkan takhayul. Di Jepang, fenomena ini sangat terasa pada angka empat (四) dan angka sembilan (九). Kedua angka ini seringkali dihindari karena dianggap membawa kesialan. Mengapa demikian? Rahasianya ada pada pelafalan mereka yang mirip dengan kata-kata lain yang bermakna negatif.


Angka Empat (四): Bayangan Kematian

Angka empat dalam bahasa Jepang bisa dibaca sebagai shi (し). Nah, di sinilah letak masalahnya. Pelafalan shi ini sama persis dengan kata shi (死) yang berarti “kematian”. Karena kemiripan bunyi inilah, angka empat menjadi angka yang paling dihindari di Jepang.

Dampak dalam Kehidupan Sehari-hari:

  • Bangunan: Kamu akan jarang menemukan lantai 4 atau kamar nomor 4 di hotel, rumah sakit, atau apartemen. Seringkali, lantai 3 langsung diikuti oleh lantai 5, atau angka 4 diganti dengan huruf.
  • Hadiah: Memberikan hadiah berjumlah empat buah (misalnya empat piring atau empat gelas) dianggap tabu karena bisa diartikan sebagai “mengundang kematian” bagi penerima.
  • Peristiwa Penting: Orang Jepang akan menghindari perencanaan acara penting atau operasi di tanggal 4, atau membeli sesuatu dalam jumlah 4.

Untuk mengatasi ketidaknyamanan ini, angka empat kadang-kadang dibaca dengan cara lain, yaitu yon (よん), terutama dalam percakapan sehari-hari. Meski demikian, konotasi negatif shi tetap kuat tertanam dalam alam bawah sadar budaya.


Angka Sembilan (九): Menghadapi Penderitaan

Sama seperti angka empat, angka sembilan juga punya konotasi negatif. Angka sembilan dalam bahasa Jepang bisa dibaca ku (く). Pelafalan ku ini kebetulan mirip dengan kata ku (苦) yang berarti “penderitaan,” “kesulitan,” atau “sakit”.

Dampak dalam Kehidupan Sehari-hari:

  • Rumah Sakit: Nomor kamar atau lantai 9 sering dihindari di rumah sakit karena diasosiasikan dengan penderitaan pasien.
  • Hari Penting: Tanggal 9 juga kadang dihindari untuk memulai sesuatu yang baru atau penting, karena takut akan membawa kesulitan.
  • Pengiriman: Dalam beberapa kasus, pengiriman barang dalam jumlah 9 juga bisa dihindari, meskipun tidak sekuat angka empat.

Meskipun ku juga bisa dibaca kyuu (きゅう) yang lebih netral, terutama saat berhitung atau menyatakan jumlah, konotasi negatif ku tetap ada dan dipertimbangkan dalam situasi-situasi tertentu.


Fenomena Takhayul Angka di Berbagai Budaya

Angka-angka pembawa sial seperti 4 dan 9 di Jepang bukanlah fenomena unik. Di banyak budaya lain juga ada angka yang dianggap membawa keberuntungan atau kesialan:

  • Angka 13: Di Barat, angka 13 (terutama hari Jumat tanggal 13) dianggap sial. Ini disebut Triskaidekaphobia.
  • Angka 17: Di Italia, angka 17 dianggap sial.
  • Angka 8: Di Tiongkok, angka 8 dianggap sangat beruntung karena pelafalannya ba (八) mirip dengan fa (发) yang berarti “kemakmuran” atau “kekayaan.”

Konsep “angka sial” di Jepang, terutama pada angka empat dan sembilan, menunjukkan betapa kuatnya pengaruh bahasa dan fonetik dalam membentuk takhayul dan keyakinan budaya. Ini bukan sekadar mitos tanpa dasar, melainkan cerminan dari bagaimana bunyi sebuah kata bisa memicu asosiasi yang kuat dalam pikiran masyarakat. Memahami hal ini memberikan kita wawasan yang lebih dalam tentang keunikan budaya Jepang dan bagaimana tradisi lisan dapat membentuk pandangan dunia mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kenshi Yonezu Gelar Konser Tur Dunia 2026-2027, Singapura Masuk Daftar Tujuan

20 October 2026 - 16:11 WIB

Bandai Namco Umumkan Game Mobile Gundam Blitz Order, Hadir dengan Sistem Idle RPG

16 October 2026 - 16:10 WIB

Korban Jiwa Topan Dujuan Naik Menjadi 7 Orang, 5 Masih Hilang

23 September 2026 - 10:10 WIB

Shibuya Tokyo Ingatkan Turis untuk Tidak Buang Sampah Sembarangan di Kotak Daur Ulang

14 September 2026 - 10:10 WIB

Jepang Akan Gunakan ODA untuk Tingkatkan Pelabuhan Perikanan Indonesia

7 September 2026 - 16:10 WIB

Trending on Bahasa Jepang