Menu

Dark Mode
Serangan Beruang di Jepang Pecahkan Rekor, Pemerintah Kini Kurangi Populasi Beruang Pengajuan Permanent Residence Jepang Resmi Diperketat, Kini Wajib Penuhi Syarat Gaji, Bahasa Jepang, dan Pensiun Game Attack on Titan 3 Resmi Rilis 10 Desember 2026, Hadirkan Pertarungan Melawan Semua Nine Titans Patlabor Hadir Lagi! Manga One-shot Baru Resmi Terbit Bulan Agustus Gelombang Panas di Jepang, Tiga Singa Kebun Binatang Tokyo Mati Diduga Akibat Heatstroke Mulai September, Bandara Haneda Terapkan Aturan Baru: Bagasi Harus Check-in 30 Menit Sebelum Terbang

Culture

Lebih dari Sekadar Angka: Makna Budaya di Balik Angka Empat dan Sembilan di Jepang

badge-check


					Lebih dari Sekadar Angka: Makna Budaya di Balik Angka Empat dan Sembilan di Jepang Perbesar

Angka, di banyak budaya, seringkali tidak hanya berfungsi sebagai alat hitung, tetapi juga memiliki makna simbolis atau bahkan takhayul. Di Jepang, fenomena ini sangat terasa pada angka empat (四) dan angka sembilan (九). Kedua angka ini seringkali dihindari karena dianggap membawa kesialan. Mengapa demikian? Rahasianya ada pada pelafalan mereka yang mirip dengan kata-kata lain yang bermakna negatif.


Angka Empat (四): Bayangan Kematian

Angka empat dalam bahasa Jepang bisa dibaca sebagai shi (し). Nah, di sinilah letak masalahnya. Pelafalan shi ini sama persis dengan kata shi (死) yang berarti “kematian”. Karena kemiripan bunyi inilah, angka empat menjadi angka yang paling dihindari di Jepang.

Dampak dalam Kehidupan Sehari-hari:

  • Bangunan: Kamu akan jarang menemukan lantai 4 atau kamar nomor 4 di hotel, rumah sakit, atau apartemen. Seringkali, lantai 3 langsung diikuti oleh lantai 5, atau angka 4 diganti dengan huruf.
  • Hadiah: Memberikan hadiah berjumlah empat buah (misalnya empat piring atau empat gelas) dianggap tabu karena bisa diartikan sebagai “mengundang kematian” bagi penerima.
  • Peristiwa Penting: Orang Jepang akan menghindari perencanaan acara penting atau operasi di tanggal 4, atau membeli sesuatu dalam jumlah 4.

Untuk mengatasi ketidaknyamanan ini, angka empat kadang-kadang dibaca dengan cara lain, yaitu yon (よん), terutama dalam percakapan sehari-hari. Meski demikian, konotasi negatif shi tetap kuat tertanam dalam alam bawah sadar budaya.


Angka Sembilan (九): Menghadapi Penderitaan

Sama seperti angka empat, angka sembilan juga punya konotasi negatif. Angka sembilan dalam bahasa Jepang bisa dibaca ku (く). Pelafalan ku ini kebetulan mirip dengan kata ku (苦) yang berarti “penderitaan,” “kesulitan,” atau “sakit”.

Dampak dalam Kehidupan Sehari-hari:

  • Rumah Sakit: Nomor kamar atau lantai 9 sering dihindari di rumah sakit karena diasosiasikan dengan penderitaan pasien.
  • Hari Penting: Tanggal 9 juga kadang dihindari untuk memulai sesuatu yang baru atau penting, karena takut akan membawa kesulitan.
  • Pengiriman: Dalam beberapa kasus, pengiriman barang dalam jumlah 9 juga bisa dihindari, meskipun tidak sekuat angka empat.

Meskipun ku juga bisa dibaca kyuu (きゅう) yang lebih netral, terutama saat berhitung atau menyatakan jumlah, konotasi negatif ku tetap ada dan dipertimbangkan dalam situasi-situasi tertentu.


Fenomena Takhayul Angka di Berbagai Budaya

Angka-angka pembawa sial seperti 4 dan 9 di Jepang bukanlah fenomena unik. Di banyak budaya lain juga ada angka yang dianggap membawa keberuntungan atau kesialan:

  • Angka 13: Di Barat, angka 13 (terutama hari Jumat tanggal 13) dianggap sial. Ini disebut Triskaidekaphobia.
  • Angka 17: Di Italia, angka 17 dianggap sial.
  • Angka 8: Di Tiongkok, angka 8 dianggap sangat beruntung karena pelafalannya ba (八) mirip dengan fa (发) yang berarti “kemakmuran” atau “kekayaan.”

Konsep “angka sial” di Jepang, terutama pada angka empat dan sembilan, menunjukkan betapa kuatnya pengaruh bahasa dan fonetik dalam membentuk takhayul dan keyakinan budaya. Ini bukan sekadar mitos tanpa dasar, melainkan cerminan dari bagaimana bunyi sebuah kata bisa memicu asosiasi yang kuat dalam pikiran masyarakat. Memahami hal ini memberikan kita wawasan yang lebih dalam tentang keunikan budaya Jepang dan bagaimana tradisi lisan dapat membentuk pandangan dunia mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Akan Membentuk Panel Ahli untuk Tinjau Aturan Penerimaan Warga Asing

27 July 2026 - 19:32 WIB

Gangguan Sistem, Pembayaran Kartu Kredit Sempat Lumpuh di Berbagai Toko di Jepang

16 July 2026 - 14:04 WIB

Pernyataan Presiden AS Donald Trump Salah Sebut Iran Jadi “Republik Islam Jepang”, Tuai Reaksi di Jepang

10 July 2026 - 14:38 WIB

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama, Target Atasi Kekurangan Sopir

4 July 2026 - 09:11 WIB

Tokyo Disney Resort Akan Hentikan Layanan Priority Pass Gratis Mulai 31 Agustus

2 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on Bahasa Jepang