Shibuya, Tokyo, kini menjadi salah satu kawasan yang wajib dikunjungi banyak wisatawan asing. Selain mencoba menyeberangi Shibuya Scramble, wisatawan juga datang untuk berfoto dengan patung Hachiko dan mengunjungi berbagai tempat populer di kawasan tersebut.
Namun, meningkatnya jumlah wisatawan juga diikuti oleh bertambahnya sampah di kawasan Shibuya. Kondisi ini mendorong Pemerintah Distrik Shibuya bersama Japan Soft Drink Association meluncurkan kampanye kesadaran publik pada 1 September untuk mengingatkan masyarakat agar menggunakan tempat sampah daur ulang dengan benar.
Kampanye tersebut mengingatkan bahwa kotak daur ulang yang berada di samping mesin penjual otomatis hanya diperuntukkan bagi wadah minuman kosong, yaitu botol PET, botol kaca, dan kaleng.
Beberapa jenis sampah secara khusus dilarang dimasukkan ke dalam kotak tersebut, termasuk gelas plastik, seperti gelas Frappuccino Starbucks atau smoothie dari konbini, kantong plastik, baterai ponsel, dan puntung rokok. Gelas plastik berukuran besar dapat menyumbat lubang tempat sampah sehingga menghambat orang lain menggunakannya.
Kampanye juga menegaskan bahwa memasukkan puntung rokok atau sampah lainnya ke dalam botol plastik sebelum membuangnya ke kotak daur ulang tetap tidak diperbolehkan.
Poster kampanye dalam bahasa Jepang dan Inggris dipasang di enam area merokok umum di Shibuya serta di sistem papan informasi di dalam dan sekitar kompleks hiburan Miyashita Park. Video pengingat dalam bahasa Jepang dan Inggris juga akan diputar di sekitar Stasiun Shibuya, sementara materi dalam bahasa China dan Korea direncanakan menyusul.










