Menu

Dark Mode
WNI di Kumamoto Saling Bantu dengan Warga Jepang Usai Gempa, Bertahan di Pengungsian Tanpa Listrik dan Air Kereta Shinkansen Baru Buatan Jepang Resmi Dikirim ke Taiwan, Siap Beroperasi pada 2027 Film Baru BanG Dream! Ave Mujica Tayang Oktober 2026, Trailer Perdana Resmi Dirilis Korban Gempa Kumamoto Bertambah Jadi 34 Orang, Ribuan Warga Masih Bertahan di Pengungsian Jepang Pertama Kali Uji Coba Rudal Tomahawk, Perkuat Kemampuan Pertahanan Neon Genesis Evangelion Resmi Masuk Criterion Channel Mulai September

News

Lonjakan Suku Bunga Jangka Panjang di Jepang: Dampak dan Spekulasi Kebijakan BOJ

badge-check


					Lonjakan Suku Bunga Jangka Panjang di Jepang: Dampak dan Spekulasi Kebijakan BOJ Perbesar

Suku bunga jangka panjang di Jepang melonjak tajam baru-baru ini di tengah spekulasi bahwa Bank of Japan (BOJ) akan semakin memperketat kebijakan moneternya. Kenaikan ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya biaya pinjaman bagi rumah tangga dan perusahaan.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) bertenor 10 tahun mencapai 1,575 persen pada 10 Maret, level tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Namun, bank dan investor mulai berhati-hati dalam membeli aset ini karena ketidakpastian mengenai sejauh mana BOJ akan menaikkan suku bunga.

Lonjakan ini terjadi setelah BOJ menaikkan suku bunga acuan jangka pendeknya dari 0,25 persen menjadi 0,5 persen—level tertinggi dalam 17 tahun—pada pertemuan kebijakan akhir Januari lalu. Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengisyaratkan bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga jika ekonomi dan inflasi berkembang sesuai dengan ekspektasi mereka, memicu spekulasi pengetatan kebijakan lebih lanjut.

Sejak pertemuan tersebut, imbal hasil obligasi yang sebelumnya berada di sekitar 1,1 persen pada akhir tahun lalu mulai meningkat tajam. Kenaikan ini semakin dipercepat setelah beberapa pejabat BOJ menyatakan pandangan positif terhadap normalisasi kebijakan moneter setelah lebih dari satu dekade pelonggaran ekstrem.

Ekspektasi kenaikan suku bunga juga tercermin dalam hasil lelang obligasi pemerintah baru-baru ini yang lesu. Dalam lelang obligasi 10 tahun pada 4 Maret, Kementerian Keuangan Jepang menawarkan obligasi senilai 5,27 triliun yen (sekitar 35 miliar dolar AS), tetapi hanya menerima penawaran sebesar 1,98 triliun yen.

Dampak kenaikan suku bunga juga mulai terlihat dalam sektor perbankan, di mana MUFG Bank menaikkan suku bunga utama untuk hipotek tetap 10 tahun menjadi 1,61 persen pada Maret, jauh lebih tinggi dibandingkan 0,98 persen setahun lalu.

Menurut Takahide Kiuchi, ekonom eksekutif di Nomura Research Institute, kenaikan suku bunga jangka panjang baru-baru ini dianggap “berlebihan,” dan BOJ kemungkinan akan lebih berhati-hati dalam melakukan pengetatan lebih lanjut.

BOJ juga menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak kebijakan tarif Amerika Serikat dan potensi aksi balasan dari negara-negara lain.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WNI di Kumamoto Saling Bantu dengan Warga Jepang Usai Gempa, Bertahan di Pengungsian Tanpa Listrik dan Air

1 August 2026 - 14:27 WIB

Kereta Shinkansen Baru Buatan Jepang Resmi Dikirim ke Taiwan, Siap Beroperasi pada 2027

31 July 2026 - 16:10 WIB

Korban Gempa Kumamoto Bertambah Jadi 34 Orang, Ribuan Warga Masih Bertahan di Pengungsian

31 July 2026 - 11:10 WIB

Jepang Pertama Kali Uji Coba Rudal Tomahawk, Perkuat Kemampuan Pertahanan

31 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Baru, Pelaku Stalking Bisa Dipasang Alat Pelacak GPS

30 July 2026 - 18:10 WIB

Trending on News