Menu ✖

Dark Mode
Jepang Alokasikan Sekitar 4 Miliar Yen dari Lotre Akhir Tahun untuk Pemulihan Kumamoto Siap Siap Travelers! Jepang Terapkan Sistem Baru “Tax Free” Belanja Turis Mulai 1 November 2026 Menteri Pertanian Jepang Kembalikan Donasi Rp20 Juta yang Diduga Langgar Aturan Pemilu Anime Yona of the Dawn Lanjut ke Sekuel, Pierrot Films Jadi Studio Animasi Ular Tak Berbisa Ditemukan di Pesawat Jepang, Penerbangan Terpaksa Dibatalkan ZIPAIR Buka Rute Baru Tokyo–Kuala Lumpur, Layani Penerbangan Setiap Hari

News

Lonjakan Suku Bunga Jangka Panjang di Jepang: Dampak dan Spekulasi Kebijakan BOJ

badge-check


					Lonjakan Suku Bunga Jangka Panjang di Jepang: Dampak dan Spekulasi Kebijakan BOJ Perbesar

Suku bunga jangka panjang di Jepang melonjak tajam baru-baru ini di tengah spekulasi bahwa Bank of Japan (BOJ) akan semakin memperketat kebijakan moneternya. Kenaikan ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya biaya pinjaman bagi rumah tangga dan perusahaan.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) bertenor 10 tahun mencapai 1,575 persen pada 10 Maret, level tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Namun, bank dan investor mulai berhati-hati dalam membeli aset ini karena ketidakpastian mengenai sejauh mana BOJ akan menaikkan suku bunga.

Lonjakan ini terjadi setelah BOJ menaikkan suku bunga acuan jangka pendeknya dari 0,25 persen menjadi 0,5 persen—level tertinggi dalam 17 tahun—pada pertemuan kebijakan akhir Januari lalu. Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengisyaratkan bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga jika ekonomi dan inflasi berkembang sesuai dengan ekspektasi mereka, memicu spekulasi pengetatan kebijakan lebih lanjut.

Sejak pertemuan tersebut, imbal hasil obligasi yang sebelumnya berada di sekitar 1,1 persen pada akhir tahun lalu mulai meningkat tajam. Kenaikan ini semakin dipercepat setelah beberapa pejabat BOJ menyatakan pandangan positif terhadap normalisasi kebijakan moneter setelah lebih dari satu dekade pelonggaran ekstrem.

Ekspektasi kenaikan suku bunga juga tercermin dalam hasil lelang obligasi pemerintah baru-baru ini yang lesu. Dalam lelang obligasi 10 tahun pada 4 Maret, Kementerian Keuangan Jepang menawarkan obligasi senilai 5,27 triliun yen (sekitar 35 miliar dolar AS), tetapi hanya menerima penawaran sebesar 1,98 triliun yen.

Dampak kenaikan suku bunga juga mulai terlihat dalam sektor perbankan, di mana MUFG Bank menaikkan suku bunga utama untuk hipotek tetap 10 tahun menjadi 1,61 persen pada Maret, jauh lebih tinggi dibandingkan 0,98 persen setahun lalu.

Menurut Takahide Kiuchi, ekonom eksekutif di Nomura Research Institute, kenaikan suku bunga jangka panjang baru-baru ini dianggap “berlebihan,” dan BOJ kemungkinan akan lebih berhati-hati dalam melakukan pengetatan lebih lanjut.

BOJ juga menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak kebijakan tarif Amerika Serikat dan potensi aksi balasan dari negara-negara lain.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Alokasikan Sekitar 4 Miliar Yen dari Lotre Akhir Tahun untuk Pemulihan Kumamoto

22 October 2026 - 12:10 WIB

Siap Siap Travelers! Jepang Terapkan Sistem Baru “Tax Free” Belanja Turis Mulai 1 November 2026

22 October 2026 - 10:10 WIB

Menteri Pertanian Jepang Kembalikan Donasi Rp20 Juta yang Diduga Langgar Aturan Pemilu

22 October 2026 - 10:10 WIB

Ular Tak Berbisa Ditemukan di Pesawat Jepang, Penerbangan Terpaksa Dibatalkan

21 October 2026 - 18:10 WIB

ZIPAIR Buka Rute Baru Tokyo–Kuala Lumpur, Layani Penerbangan Setiap Hari

21 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News