Menu

Dark Mode
Kaisar Jepang Kunjungi Fukushima, Tinjau Pemulihan 15 Tahun Pasca Bencana 2011 Trump Kritik Jepang dan Sekutu karena Tak Bantu Buka Selat Hormuz Anime How NOT to Summon a Demon Lord Dapat Season 3 Berjudul “ULT” Hampir 500 Lansia di Jepang Tewas Akibat Kekerasan Keluarga, Beban Caregiver Jadi Sorotan PM Jepang Siap Berdialog dengan Iran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz Perusahaan Layanan Pindahan di Jepang Siap Rekrut Sopir Truk dari Indonesia

News

Lonjakan Suku Bunga Jangka Panjang di Jepang: Dampak dan Spekulasi Kebijakan BOJ

badge-check


					Lonjakan Suku Bunga Jangka Panjang di Jepang: Dampak dan Spekulasi Kebijakan BOJ Perbesar

Suku bunga jangka panjang di Jepang melonjak tajam baru-baru ini di tengah spekulasi bahwa Bank of Japan (BOJ) akan semakin memperketat kebijakan moneternya. Kenaikan ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya biaya pinjaman bagi rumah tangga dan perusahaan.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) bertenor 10 tahun mencapai 1,575 persen pada 10 Maret, level tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Namun, bank dan investor mulai berhati-hati dalam membeli aset ini karena ketidakpastian mengenai sejauh mana BOJ akan menaikkan suku bunga.

Lonjakan ini terjadi setelah BOJ menaikkan suku bunga acuan jangka pendeknya dari 0,25 persen menjadi 0,5 persen—level tertinggi dalam 17 tahun—pada pertemuan kebijakan akhir Januari lalu. Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengisyaratkan bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga jika ekonomi dan inflasi berkembang sesuai dengan ekspektasi mereka, memicu spekulasi pengetatan kebijakan lebih lanjut.

Sejak pertemuan tersebut, imbal hasil obligasi yang sebelumnya berada di sekitar 1,1 persen pada akhir tahun lalu mulai meningkat tajam. Kenaikan ini semakin dipercepat setelah beberapa pejabat BOJ menyatakan pandangan positif terhadap normalisasi kebijakan moneter setelah lebih dari satu dekade pelonggaran ekstrem.

Ekspektasi kenaikan suku bunga juga tercermin dalam hasil lelang obligasi pemerintah baru-baru ini yang lesu. Dalam lelang obligasi 10 tahun pada 4 Maret, Kementerian Keuangan Jepang menawarkan obligasi senilai 5,27 triliun yen (sekitar 35 miliar dolar AS), tetapi hanya menerima penawaran sebesar 1,98 triliun yen.

Dampak kenaikan suku bunga juga mulai terlihat dalam sektor perbankan, di mana MUFG Bank menaikkan suku bunga utama untuk hipotek tetap 10 tahun menjadi 1,61 persen pada Maret, jauh lebih tinggi dibandingkan 0,98 persen setahun lalu.

Menurut Takahide Kiuchi, ekonom eksekutif di Nomura Research Institute, kenaikan suku bunga jangka panjang baru-baru ini dianggap “berlebihan,” dan BOJ kemungkinan akan lebih berhati-hati dalam melakukan pengetatan lebih lanjut.

BOJ juga menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak kebijakan tarif Amerika Serikat dan potensi aksi balasan dari negara-negara lain.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kaisar Jepang Kunjungi Fukushima, Tinjau Pemulihan 15 Tahun Pasca Bencana 2011

7 April 2026 - 18:10 WIB

Trump Kritik Jepang dan Sekutu karena Tak Bantu Buka Selat Hormuz

7 April 2026 - 17:35 WIB

Hampir 500 Lansia di Jepang Tewas Akibat Kekerasan Keluarga, Beban Caregiver Jadi Sorotan

7 April 2026 - 15:10 WIB

PM Jepang Siap Berdialog dengan Iran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

7 April 2026 - 12:10 WIB

Perusahaan Layanan Pindahan di Jepang Siap Rekrut Sopir Truk dari Indonesia

7 April 2026 - 10:10 WIB

Trending on News