Menu ✖

Dark Mode
Patung Rathalos dan Lagiacrus Monster Hunter Berukuran Asli Bakal Hadir di Mal Jepang Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime, Tayang Musim Panas 2027 Jepang Resmi Bentuk Badan Baru untuk Tangani Bencana dan Kurangi Risiko Kerusakan Game Attack on Titan 3 Rilis Desember 2026, Hadirkan Cerita Anime dari Awal hingga Akhir Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap

News

Lonjakan Suku Bunga Jangka Panjang di Jepang: Dampak dan Spekulasi Kebijakan BOJ

badge-check


					Lonjakan Suku Bunga Jangka Panjang di Jepang: Dampak dan Spekulasi Kebijakan BOJ Perbesar

Suku bunga jangka panjang di Jepang melonjak tajam baru-baru ini di tengah spekulasi bahwa Bank of Japan (BOJ) akan semakin memperketat kebijakan moneternya. Kenaikan ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya biaya pinjaman bagi rumah tangga dan perusahaan.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) bertenor 10 tahun mencapai 1,575 persen pada 10 Maret, level tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Namun, bank dan investor mulai berhati-hati dalam membeli aset ini karena ketidakpastian mengenai sejauh mana BOJ akan menaikkan suku bunga.

Lonjakan ini terjadi setelah BOJ menaikkan suku bunga acuan jangka pendeknya dari 0,25 persen menjadi 0,5 persen—level tertinggi dalam 17 tahun—pada pertemuan kebijakan akhir Januari lalu. Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengisyaratkan bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga jika ekonomi dan inflasi berkembang sesuai dengan ekspektasi mereka, memicu spekulasi pengetatan kebijakan lebih lanjut.

Sejak pertemuan tersebut, imbal hasil obligasi yang sebelumnya berada di sekitar 1,1 persen pada akhir tahun lalu mulai meningkat tajam. Kenaikan ini semakin dipercepat setelah beberapa pejabat BOJ menyatakan pandangan positif terhadap normalisasi kebijakan moneter setelah lebih dari satu dekade pelonggaran ekstrem.

Ekspektasi kenaikan suku bunga juga tercermin dalam hasil lelang obligasi pemerintah baru-baru ini yang lesu. Dalam lelang obligasi 10 tahun pada 4 Maret, Kementerian Keuangan Jepang menawarkan obligasi senilai 5,27 triliun yen (sekitar 35 miliar dolar AS), tetapi hanya menerima penawaran sebesar 1,98 triliun yen.

Dampak kenaikan suku bunga juga mulai terlihat dalam sektor perbankan, di mana MUFG Bank menaikkan suku bunga utama untuk hipotek tetap 10 tahun menjadi 1,61 persen pada Maret, jauh lebih tinggi dibandingkan 0,98 persen setahun lalu.

Menurut Takahide Kiuchi, ekonom eksekutif di Nomura Research Institute, kenaikan suku bunga jangka panjang baru-baru ini dianggap “berlebihan,” dan BOJ kemungkinan akan lebih berhati-hati dalam melakukan pengetatan lebih lanjut.

BOJ juga menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak kebijakan tarif Amerika Serikat dan potensi aksi balasan dari negara-negara lain.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi

3 November 2026 - 13:10 WIB

Jepang Resmi Bentuk Badan Baru untuk Tangani Bencana dan Kurangi Risiko Kerusakan

3 November 2026 - 10:10 WIB

Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap

2 November 2026 - 13:10 WIB

Bandara Narita Jepang Berencana Satukan 3 Terminal Jadi Satu Mulai 2030-an

2 November 2026 - 13:10 WIB

1 WNI Dilaporkan Tewas Terseret Ombak Saat Memancing di Pantai Ibaraki, Jepang

2 November 2026 - 11:10 WIB

Trending on News