Menu

Dark Mode
Season 2 Saga of Tanya the Evil Siap Tayang Tahun 2026, Rilis Teaser Baru Mulai April 2026, Orang Tua yang Cerai di Jepang Wajib Bayar Nafkah Anak ¥20.000 per Bulan Manga “SHION” Dapat Adaptasi Anime Mulai 1 Desember Pengadilan Tinggi Tokyo Putuskan Larangan Nikah Sesama Jenis Masih Sesuai Konstitusi Jepang Jumlah Petani Jepang Anjlok 25% dalam Lima Tahun, Picu Kekhawatiran Ketahanan Pangan Kadokawa Rilis Manga Baru “Tsukuru Niwa” Karya Mikanuji di Comic Newtype

Bahasa Jepang

Membedakan ‘Itadakimasu’ dan ‘Gochisousama’: Lebih dari Sekadar Ucapan Makan

badge-check


					Membedakan ‘Itadakimasu’ dan ‘Gochisousama’: Lebih dari Sekadar Ucapan Makan Perbesar

Bagi siapa pun yang pernah makan bersama orang Jepang, dua frasa yang hampir selalu terdengar adalah “itadakimasu” sebelum makan dan “gochisousama” setelah makan. Tapi tahukah kamu? Kedua ungkapan ini bukan sekadar “selamat makan” dan “terima kasih”, tapi mencerminkan nilai budaya Jepang yang dalam, yaitu rasa hormat, syukur, dan kesadaran sosial.


🍱 ‘Itadakimasu’: Rasa Syukur Sebelum Menyantap

Secara harfiah, itadakimasu (いただきます) berasal dari kata kerja itadaku, bentuk merendah (humble) dari “menerima”. Arti literalnya adalah “Saya menerima (dengan hormat)”.

Tapi dalam konteks makan, ungkapan ini mengandung makna lebih luas:

  • Menghargai kehidupan: baik itu hewan, tumbuhan, atau makhluk hidup yang dikorbankan demi makanan.

  • Berterima kasih kepada semua pihak: petani, nelayan, pengangkut, juru masak, bahkan alam.

  • Menunjukkan sopan santun: kepada siapa pun yang menyediakan makanan.

📌 Contoh penggunaan:

(手を合わせて)いただきます!
(Menangkupkan tangan) Itadakimasu!

Di Jepang, anak-anak diajarkan sejak dini untuk mengucapkan itadakimasu sambil menangkupkan tangan, sebagai bentuk rasa syukur sebelum makan.


🍵 ‘Gochisousama’: Terima Kasih Setelah Menyantap

Setelah makan, orang Jepang akan mengucapkan gochisousama (ごちそうさま) atau bentuk lengkapnya gochisousama deshita (ごちそうさまでした).

Frasa ini secara harfiah berarti “(Itu adalah) jamuan yang mewah”, tapi dalam praktiknya berarti “terima kasih atas makanannya”.

Asal-usul kata gochisou (ご馳走) mengandung makna “berlari ke sana kemari untuk menyiapkan jamuan” — menunjukkan usaha yang besar dari pihak yang menyediakan makanan.

Maka, dengan mengatakan gochisousama, kita:

  • Menghargai tenaga dan waktu yang dikeluarkan untuk memasak atau menyajikan.

  • Berterima kasih dengan tulus, bahkan jika makanannya sederhana.

📌 Contoh penggunaan:

ごちそうさまでした、美味しかったです!
Gochisousama deshita, oishikatta desu!
Terima kasih atas makanannya, enak sekali!


🙏 Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Refleksi Budaya

Bagi banyak orang Jepang, mengucapkan itadakimasu dan gochisousama bukan hanya sopan santun, tetapi ritual penuh kesadaran. Ini mengingatkan kita bahwa makanan bukanlah sesuatu yang bisa diterima begitu saja, tapi hasil dari banyak hal: kerja keras, alam, dan kehidupan lain.

Menariknya, orang Jepang tetap mengucapkan dua frasa ini meskipun makan sendirian — artinya, ungkapan ini lebih bersifat pribadi dan spiritual, bukan hanya sopan santun sosial.


Kesimpulan: Dua Ungkapan, Satu Nilai

Ungkapan Waktu Penggunaan Makna
Itadakimasu Sebelum makan Saya menerima dengan rasa syukur
Gochisousama (deshita) Setelah makan Terima kasih atas makanannya

Dengan memahami perbedaan dan makna keduanya, kamu tidak hanya belajar bahasa Jepang, tapi juga memahami cara berpikir dan nilai hidup masyarakat Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bahasa Jepang untuk Dunia Kendaraan Bekas: Siap Belanja Mobil & Motor Second di Jepang!

22 November 2025 - 17:45 WIB

Bahasa Jepang Saat Membuka Rekening Bank di Jepang

21 November 2025 - 16:10 WIB

Bahasa Jepang Saat Mengikuti Event Idol & Handshake Event

20 November 2025 - 12:30 WIB

Ungkapan Jepang untuk Menyapa Tetangga

20 November 2025 - 06:16 WIB

Frasa Jepang untuk Minta Diskon atau Tawaran Promo

18 November 2025 - 13:30 WIB

Trending on Bahasa Jepang