Menu

Dark Mode
Anime “Aoashi” Season 2 Umumkan Teaser Baru, Tayang 4 Oktober Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah Manga “Junket Bank” Akan Diadaptasi Menjadi Anime TV, Tayang Oktober Kesalahan Umum Saat Ganti Jalur Kereta di Jepang Film Live-Action Kingdom ke-5 Umumkan Judul dan Jadwal Tayang, Rilis Juli 2026 Rencana Penggunaan Ulang 150 Bus Listrik Expo Osaka Ditunda karena Masalah Keamanan

Teknologi

Menuju Masa Depan: Uji Coba Shinkansen Otomatis Berhasil, Siap Debut 2028!

badge-check


					Menuju Masa Depan: Uji Coba Shinkansen Otomatis Berhasil, Siap Debut 2028! Perbesar

Pejabat kereta api menyatakan bahwa uji coba Shinkansen tanpa pengemudi di Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, berhasil, menandai langkah menuju peluncuran kereta peluru otomatis di Jepang pada tahun 2028.

Pengemudi menekan tombol di kabin kereta Shinkansen N700S terbaru di Stasiun Hamamatsu tepat setelah tengah malam pada 11 Mei. Sistem operasi kereta otomatis (ATO) mengambil alih, dan kereta mulai mengemudikan dirinya sendiri sebelum tiba 26 menit kemudian di Stasiun Shizuoka. Kereta berhenti hanya 9 milimeter dari lokasi yang tepat di platform stasiun dan hanya terlambat 2 detik, menurut Central Japan Railway Co. (JR Tokai), yang mengoperasikan jalur Tokaido Shinkansen.

Pengemudi siap untuk mengambil alih kendali kereta kapan saja, tetapi tidak perlu melakukannya. Sistem ATO berhasil merespons secara spontan terhadap tugas acak yang diberikan selama uji coba. Ketika para insinyur meminta ATO untuk memperlambat di bagian trek tertentu, sistem dengan cepat mempercepat dari sekitar 250 kph hingga sedikit di bawah batas kecepatan 285 kph untuk mengatasi keterlambatan yang akan datang.

Operator kereta, termasuk Tokyo Metro Co., menggunakan ATO. Pengemudi manusia biasanya mempercepat, memperlambat, dan menghentikan Shinkansen di tempat yang tepat di platform stasiun. Sistem kontrol kereta otomatis (ATC) yang saat ini ada mendukung pengemudi dengan menentukan batas kecepatan optimal berdasarkan data seperti jarak dari kereta di depan. ATC secara otomatis menerapkan rem jika kereta bergerak terlalu cepat.

JR Tokai telah menguji operasi Shinkansen sepenuhnya otomatis sejak November 2021. Pengemudi akan dapat memeriksa platform dan membuka serta menutup pintu saat kereta dalam mode otomatis, menurut Atsushi Tsujimura, seorang pejabat senior JR Tokai. Saat ini, konduktor kereta yang melakukan tugas tersebut.

“Konduktor kereta kami kemudian akan dapat menghabiskan lebih banyak waktu membantu pelanggan dan memperkuat keamanan kereta,” kata Tsujimura. “Ini akan membantu meningkatkan layanan pelanggan kami.”

Operator kereta lainnya juga mengembangkan sistem serupa untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang diharapkan. East Japan Railway Co., misalnya, berencana memperkenalkan kereta tanpa pengemudi di jalur Joetsu Shinkansen pada pertengahan 2030-an.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polisi Jepang Rekomendasikan Aplikasi Pemblokir Panggilan untuk Cegah Penipuan Telepon

9 March 2026 - 16:10 WIB

Industri Pariwisata Jepang Dinilai Perlu Bangun Kepercayaan Lokal Sebelum Maksimalkan AI

7 March 2026 - 14:10 WIB

Mahasiswi Jepang Ciptakan Robot “Egois” agar Lansia Lebih Sering Keluar Rumah

6 March 2026 - 10:10 WIB

Startup Jepang Uji Terbang Mobil Terbang di Tokyo, Targetkan Operasi Komersial 2028

25 February 2026 - 13:10 WIB

Universitas Kyoto Perkenalkan “Biksu Robot” Berbasis AI untuk Bantu Upacara Keagamaan

25 February 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi