Menu

Dark Mode
Pokémon Unite Bakal Diadaptasi Jadi Drama Live-Action untuk Rayakan Ulang Tahun ke-5 Musim Pendakian Gunung Fuji Resmi Dibuka, Ribuan Pendaki Sambut Matahari Terbit Pertama Hideo Yamamoto, Kreator Homunculus dan Ichi the Killer, Siap Luncurkan Manga Baru Jepang Catat Rekor Terendah Sampah Makanan Selama Tiga Tahun Berturut-turut Jepang Siapkan Uji Coba Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Mulai 2028 Festival Awa Odori di Jepang Jual Tiket VIP Rp55 Juta, Bisa Nonton dari Sofa Sambil Menikmati Hidangan Mewah

Teknologi

Menuju Masa Depan: Uji Coba Shinkansen Otomatis Berhasil, Siap Debut 2028!

badge-check


					Menuju Masa Depan: Uji Coba Shinkansen Otomatis Berhasil, Siap Debut 2028! Perbesar

Pejabat kereta api menyatakan bahwa uji coba Shinkansen tanpa pengemudi di Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, berhasil, menandai langkah menuju peluncuran kereta peluru otomatis di Jepang pada tahun 2028.

Pengemudi menekan tombol di kabin kereta Shinkansen N700S terbaru di Stasiun Hamamatsu tepat setelah tengah malam pada 11 Mei. Sistem operasi kereta otomatis (ATO) mengambil alih, dan kereta mulai mengemudikan dirinya sendiri sebelum tiba 26 menit kemudian di Stasiun Shizuoka. Kereta berhenti hanya 9 milimeter dari lokasi yang tepat di platform stasiun dan hanya terlambat 2 detik, menurut Central Japan Railway Co. (JR Tokai), yang mengoperasikan jalur Tokaido Shinkansen.

Pengemudi siap untuk mengambil alih kendali kereta kapan saja, tetapi tidak perlu melakukannya. Sistem ATO berhasil merespons secara spontan terhadap tugas acak yang diberikan selama uji coba. Ketika para insinyur meminta ATO untuk memperlambat di bagian trek tertentu, sistem dengan cepat mempercepat dari sekitar 250 kph hingga sedikit di bawah batas kecepatan 285 kph untuk mengatasi keterlambatan yang akan datang.

Operator kereta, termasuk Tokyo Metro Co., menggunakan ATO. Pengemudi manusia biasanya mempercepat, memperlambat, dan menghentikan Shinkansen di tempat yang tepat di platform stasiun. Sistem kontrol kereta otomatis (ATC) yang saat ini ada mendukung pengemudi dengan menentukan batas kecepatan optimal berdasarkan data seperti jarak dari kereta di depan. ATC secara otomatis menerapkan rem jika kereta bergerak terlalu cepat.

JR Tokai telah menguji operasi Shinkansen sepenuhnya otomatis sejak November 2021. Pengemudi akan dapat memeriksa platform dan membuka serta menutup pintu saat kereta dalam mode otomatis, menurut Atsushi Tsujimura, seorang pejabat senior JR Tokai. Saat ini, konduktor kereta yang melakukan tugas tersebut.

“Konduktor kereta kami kemudian akan dapat menghabiskan lebih banyak waktu membantu pelanggan dan memperkuat keamanan kereta,” kata Tsujimura. “Ini akan membantu meningkatkan layanan pelanggan kami.”

Operator kereta lainnya juga mengembangkan sistem serupa untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang diharapkan. East Japan Railway Co., misalnya, berencana memperkenalkan kereta tanpa pengemudi di jalur Joetsu Shinkansen pada pertengahan 2030-an.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Lembaga Anilis Audio Jepang Ciptakan Musik Pengantar Tidur Bayi, Ditonton Jutaan Kali

22 June 2026 - 10:10 WIB

Nissan Luncurkan Kicks Baru di Jepang, Andalkan Teknologi Hybrid Generasi Terbaru

18 June 2026 - 12:10 WIB

JR East Luncurkan Kereta Tidur Mewah “Luna Azul”, Bisa Tidur di Tokyo dan Bangun di Aomori

13 June 2026 - 18:10 WIB

Koji Mukai Kembali ke Film Mr. Osomatsu, Kini Jadi “Mantan Osomatsu”

13 June 2026 - 16:10 WIB

Trending on Teknologi