Menu

Dark Mode
Belum Lama Tamat, Anime Wistoria: Wand and Sword Langsung Dapat Lampu Hijau untuk Season 3 Anime Kill Blue Resmi Berlanjut ke Season 2 Usai Episode Terakhir Tayang Gempa Magnitudo 6,1 Kembali Guncang Jepang Timur Laut, Otoritas Waspadai Gempa Susulan Pasangan WNI Ditangkap di Jepang, Diduga Jalankan Layanan Kirim Uang Ilegal dengan Nilai Transaksi 1 Miliar Yen Jelang Lawan Brasil, Yuto Nagatomo: Jepang Bukan Tim yang Layak Tersingkir di 32 Besar Anime Record of Ragnarok Resmi Berlanjut ke Season 4, Trailer Perdana Dirilis

OTAKU

Nagoya Gelar ANIAFF, Festival Film Animasi Panjang yang Baru di Jepang

badge-check


					Nagoya Gelar ANIAFF, Festival Film Animasi Panjang yang Baru di Jepang Perbesar

Meski Jepang dikenal sebagai raksasa industri animasi, negara ini justru baru memiliki festival khusus film animasi panjang dalam beberapa tahun terakhir. Setelah Niigata International Animation Film Festival berdiri pada 2023, kini tim di balik festival tersebut meluncurkan ajang baru: Aichi Nagoya International Animation Film Festival (ANIAFF).
Festival perdana ini akan digelar 12–17 Desember di area sekitar Stasiun Nagoya.

Menampilkan 11 Film dari Berbagai Negara

ANIAFF, yang didukung Pemerintah Kota Nagoya dan Prefektur Aichi, mengusung kompetisi film panjang dengan total 11 film dari Jepang dan berbagai negara.
Beberapa judul yang akan tayang:

  • “Jinsei,” “100 Meters,” dan “The Last Blossom” (Jepang)

  • “Maya, Give Me a Title,” karya terbaru dari sutradara Michel Gondry

  • “Nimuendaju,” kisah nyata etnolog yang hidup bersama komunitas adat Brasil

  • “Dandelion’s Odyssey,” karya sutradara kelahiran Tokyo, Momoko Seto

Direktur Festival Shinichiro Inoue mengatakan dunia sedang dipenuhi film animasi inovatif yang tidak selalu diproduksi di Jepang. “Jarang ada kesempatan untuk melihat keragaman ini dalam satu festival,” ujarnya.

Retrospektif Mamoru Hosoda

Festival ini juga menggelar retrospektif khusus untuk Mamoru Hosoda, yang film terbarunya, “Scarlet,” baru dirilis bulan lalu.
Selain karya terkenal seperti “Summer Wars” dan “Wolf Children,” ANIAFF juga menayangkan karya awal seperti:

  • “Digimon Adventure: Our War Game!” (2000)

  • Kolaborasi pendek dengan Takashi Murakami (2003)

Hosoda dijadwalkan hadir dalam beberapa pemutaran.

Program Lain: Laika Studios, Goro Taniguchi, Hingga Seminar Industri

Selain kompetisi utama, ANIAFF juga menyuguhkan:

  • Deretan film dari Laika Studios (“Coraline,” “Kubo and the Two Strings”)

  • Pemutaran sepanjang malam karya Goro Taniguchi

  • Tribut untuk animator Inggris-Irlandia Phil Mulloy

  • Seminar kreatif, akademik, dan industri, termasuk diskusi soal kondisi kerja di industri anime Jepang

Animart: Ajang Pitching untuk Kreator Jepang

Bersamaan dengan festival (15–16 Desember), digelar Animart, sebuah pasar pitching yang mempertemukan kreator Jepang dan investor internasional.
Inoue berharap ke depannya akan lahir film-film baru yang “dimulai dari Animart.”

Tim penyelenggara sebelumnya menjalankan festival di Niigata selama tiga tahun. Namun karena minim dukungan finansial, mereka memutuskan pindah ke kota baru.
Gubernur Aichi, Hideaki Omura, langsung menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah.

Sementara itu, festival Niigata akan tetap berlangsung tahun depan di bawah organisasi baru pada 20–25 Februari.

Nagoya dipilih karena populasinya besar, akses mudah dari Tokyo maupun Kansai, serta investasi Aichi dalam bidang seni dan budaya—termasuk World Cosplay Summit dan Ghibli Park.

Inoue menyebut industri anime dan otomotif Aichi memiliki kemiripan: karya akhir yang memukau, tetapi dibuat dengan kerja detail dan penuh ketelitian.

Salah satu misi utama ANIAFF adalah memperkuat hubungan antara industri animasi Jepang dan dunia.
Meskipun anime semakin mendominasi box office global, tidak semua kreator tahu cara memasarkan karya mereka ke pasar internasional.

“Festival seperti ini membuka peluang koneksi global,” kata Inoue.

Pengalaman di Niigata menunjukkan Q&A santai antara sutradara dan penonton menjadi daya tarik besar. Tim berharap atmosfer serupa hadir di Nagoya.

“Banyak tempat menonton film, tetapi festival memungkinkan penonton bertemu langsung dengan pembuatnya,” kata direktur artistik Tadashi Sudo. “Itulah serunya festival animasi.”

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Belum Lama Tamat, Anime Wistoria: Wand and Sword Langsung Dapat Lampu Hijau untuk Season 3

29 June 2026 - 18:10 WIB

Anime Kill Blue Resmi Berlanjut ke Season 2 Usai Episode Terakhir Tayang

29 June 2026 - 16:10 WIB

Anime Record of Ragnarok Resmi Berlanjut ke Season 4, Trailer Perdana Dirilis

27 June 2026 - 16:10 WIB

Anime Snowball Earth Dipastikan Berlanjut ke Season 2, Trailer Perdana Resmi Dirilis

27 June 2026 - 15:10 WIB

Teaser Perdana Remake Anime One Piece Dirilis, Mayumi Tanaka Kembali Isi Suara Luffy

25 June 2026 - 15:10 WIB

Trending on OTAKU