Menu

Dark Mode
Bandara Toyama Ganti Nama Jadi “Toyama Takayama Sushi Airport”, Bidik Wisatawan Asing Jepang Resmi Daftarkan “Teh Jepang” sebagai Produk Indikasi Geografis, Lindungi dari Produk Tiruan Bandara Narita Bakal Perluas Landasan Pacu, Pemerintah Jepang Siap Tempuh Akuisisi Lahan Bos Perusahaan Pembongkaran di Jepang Ditangkap, Sengaja Mempekerjakan 2 WNI yang Overstay Pernyataan Presiden AS Donald Trump Salah Sebut Iran Jadi “Republik Islam Jepang”, Tuai Reaksi di Jepang Bandara di Noto Jepang Resmi Berganti Nama Sementara Bertema Pokémon untuk Dongkrak Pariwisata

News

Ngeri! Angka Bunuh Diri di Kalangan Anak Sekolah di Jepang Mencatat Rekor Tertinggi pada 2024

badge-check


					Ngeri! Angka Bunuh Diri di Kalangan Anak Sekolah di Jepang Mencatat Rekor Tertinggi pada 2024 Perbesar

Data awal pemerintah yang dirilis pada Rabu (28/2) menunjukkan bahwa sebanyak 527 anak yang bersekolah di tingkat sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas di Jepang meninggal karena bunuh diri pada tahun 2024. Angka ini meningkat 14 kasus dari tahun 2023, di mana terdapat 513 kasus, dan melampaui rekor sebelumnya sebanyak 514 kasus pada tahun 2022.

Menurut data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan yang bersumber dari statistik Badan Kepolisian Nasional, siswa sekolah menengah atas menyumbang 349 kasus (naik 2 dari tahun sebelumnya), diikuti oleh siswa sekolah menengah pertama sebanyak 163 kasus (naik 10), dan siswa sekolah dasar sebanyak 15 kasus (naik 2).

Dari segi gender, 239 korban adalah laki-laki (turun 20), sementara 288 korban adalah perempuan (naik 34). Seorang pejabat Kementerian Kesehatan menyebut situasi ini “serius” dan menekankan perlunya analisis lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor penyebabnya.

Secara keseluruhan, jumlah kasus bunuh diri di Jepang turun menjadi 20.268 kasus, turun 1.569 dari tahun 2023. Ini merupakan angka terendah kedua sejak pencatatan dimulai pada tahun 1978. Kasus bunuh diri di kalangan laki-laki turun menjadi 13.763 kasus (turun 1.099), menandai penurunan pertama dalam tiga tahun. Sementara itu, kasus bunuh diri di kalangan perempuan juga turun menjadi 6.505 kasus (turun 470), mencatat penurunan untuk tahun kedua berturut-turut.

Masalah kesehatan menjadi alasan paling umum di balik kasus bunuh diri, dengan 11.986 kasus, diikuti oleh masalah ekonomi dan kehidupan sebanyak 5.075 kasus, serta masalah keluarga sebanyak 4.334 kasus. Masalah terkait sekolah menyumbang 578 kasus, sementara 42 kasus bunuh diri terkait dengan masalah media sosial atau interaksi online.

Angka bunuh diri per 100.000 penduduk berada di 16,3 kasus, turun 1,3 dari tahun sebelumnya. Meskipun terjadi penurunan secara keseluruhan, tingginya angka bunuh diri di kalangan anak-anak tetap menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat Jepang.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bandara Toyama Ganti Nama Jadi “Toyama Takayama Sushi Airport”, Bidik Wisatawan Asing

11 July 2026 - 14:10 WIB

Jepang Resmi Daftarkan “Teh Jepang” sebagai Produk Indikasi Geografis, Lindungi dari Produk Tiruan

11 July 2026 - 13:10 WIB

Bandara Narita Bakal Perluas Landasan Pacu, Pemerintah Jepang Siap Tempuh Akuisisi Lahan

11 July 2026 - 11:10 WIB

Bos Perusahaan Pembongkaran di Jepang Ditangkap, Sengaja Mempekerjakan 2 WNI yang Overstay

11 July 2026 - 07:00 WIB

Bandara di Noto Jepang Resmi Berganti Nama Sementara Bertema Pokémon untuk Dongkrak Pariwisata

9 July 2026 - 15:10 WIB

Trending on News