Menu

Dark Mode
JR East Luncurkan Kereta Tidur Mewah “Luna Azul”, Bisa Tidur di Tokyo dan Bangun di Aomori Koji Mukai Kembali ke Film Mr. Osomatsu, Kini Jadi “Mantan Osomatsu” Polisi Temukan Jenazah di Gunung Karasawa, Diduga Terkait WNI yang Hilang Sejak Maret Masjid Ilegal di Kawagoe Diminta Hentikan Aktivitas, Wali Kota Tegaskan Tidak Boleh Digunakan Dua Awak Kabin Kedapatan Minum Alkohol Sebelum Bertugas, Japan Airlines Ditegur Kementerian Transportasi Jepang Film Live-Action Baru Kaiji Resmi Diumumkan, Tayang Januari 2027

News

Pameran Produk Makanan Jepang di Singapura Tampilkan Teknologi Pengolahan yang Maju dan Canggih

badge-check


					Pameran Produk Makanan Jepang di Singapura Tampilkan Teknologi Pengolahan yang Maju dan Canggih Perbesar

Sebuah pameran dagang yang mempromosikan produk makanan, minuman, dan teknologi pengolahan asal Jepang dibuka di Singapura pada Kamis lalu. Acara ini bertujuan untuk memperluas pasar bagi perusahaan Jepang di Singapura dan negara-negara tetangganya.

Acara tahunan ini, yang menjadi salah satu pameran makanan Jepang terbesar di kawasan ASEAN, diikuti oleh 194 peserta dari 37 prefektur di Jepang, meningkat dari 181 peserta dari 30 prefektur pada tahun sebelumnya.

Pada upacara pembukaan yang bertajuk Food Japan, Duta Besar Jepang untuk Singapura, Hiroshi Ishikawa, menyatakan bahwa Jepang sangat ingin meningkatkan ekspor makanannya, dengan Singapura sebagai tujuan utama.

Masanao Nishida, Direktur OJ Events Pte Ltd. selaku penyelenggara acara, mengatakan pameran tahun ini menyoroti teknologi pengolahan makanan dari industri makanan dan minuman Jepang.

Salah satu perusahaan yang memamerkan teknologi canggih adalah Tomin Sake Co. dari Prefektur Toyama, yang menjual sake beku tanpa pasteurisasi dengan teknologi pembekuan cepat untuk mempertahankan rasa sake yang baru diperas.

Produsen teh Hishiwaen dari Prefektur Kanagawa memperkenalkan teh beku kering dalam bentuk kubus dengan berbagai rasa yang dapat langsung ditambahkan ke air untuk membuat teh.

Dalam acara yang juga menyoroti bisnis ramah lingkungan ini, H.E Farm dari Prefektur Hokkaido menampilkan labu yang ditanam di lahan pertanian dengan panel surya yang dipasang di atas tanaman untuk menghasilkan listrik. Hiroyasu Ishizaki, kepala bagian di pertanian tersebut, menyampaikan bahwa labu ini, yang mencerminkan upaya dekarbonisasi perusahaan, sudah dijual di Taiwan dan Hong Kong, dan ia berharap dapat memperluas pasarnya di Singapura.

Pameran yang berlangsung selama tiga hari di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre hingga Sabtu ini didukung oleh Kedutaan Besar Jepang di Singapura, Dewan Otoritas Daerah Jepang untuk Hubungan Internasional, dan Japan External Trade Organization, serta berbagai organisasi lainnya.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polisi Temukan Jenazah di Gunung Karasawa, Diduga Terkait WNI yang Hilang Sejak Maret

13 June 2026 - 15:10 WIB

Masjid Ilegal di Kawagoe Diminta Hentikan Aktivitas, Wali Kota Tegaskan Tidak Boleh Digunakan

13 June 2026 - 10:40 WIB

Dua Awak Kabin Kedapatan Minum Alkohol Sebelum Bertugas, Japan Airlines Ditegur Kementerian Transportasi Jepang

13 June 2026 - 10:10 WIB

Film Live-Action Baru Kaiji Resmi Diumumkan, Tayang Januari 2027

12 June 2026 - 19:10 WIB

Wanita Warga China Dirampok Rp870 Juta di Dekat Stasiun Ikebukuro Tokyo

12 June 2026 - 13:10 WIB

Trending on News