Menu

Dark Mode
Kosakata Jepang yang Dipakai di Resepsionis Hotel Seri Evangelion Terbaru Ungkap Teaser Pertama Startup Jepang Uji Terbang Mobil Terbang di Tokyo, Targetkan Operasi Komersial 2028 Bayi Monyet dengan Boneka di Jepang Viral, Aktivis Soroti Kekejaman Kebun Binatang Universitas Kyoto Perkenalkan “Biksu Robot” Berbasis AI untuk Bantu Upacara Keagamaan Pengguna LINE di Jepang Tembus 100 Juta, Hampir 15 Tahun Sejak Diluncurkan

News

Parlemen Jepang Menyetujui Anggaran Tambahan 13,9 Triliun Yen untuk Paket Ekonomi dan Rekonstruksi

badge-check


					­Ž¡‰üŠv‚R–@ˆÄ‚ð‰ÂŒˆ‚µ‚½O‰@–{‰ï‹c‚P‚V“úŒßŒãA‘‰ï“à Perbesar

­Ž¡‰üŠv‚R–@ˆÄ‚ð‰ÂŒˆ‚µ‚½O‰@–{‰ï‹c‚P‚V“úŒßŒãA‘‰ï“à

Parlemen Jepang pada Selasa resmi mengesahkan anggaran tambahan senilai 13,9 triliun yen (sekitar 90 miliar dolar AS) untuk tahun fiskal berjalan hingga Maret mendatang. Anggaran ini bertujuan untuk mendanai paket ekonomi baru, termasuk langkah-langkah bantuan inflasi dan biaya rekonstruksi bencana.

Rencana pengeluaran ini disetujui oleh Majelis Tinggi sebelum akhir sesi Diet yang dijadwalkan Sabtu mendatang, meskipun sesi ini diperkirakan akan diperpanjang hingga 24 Desember. Anggaran ini sebelumnya telah lolos di Majelis Rendah pekan lalu dengan dukungan dari beberapa partai oposisi.

Pemerintahan Perdana Menteri Shigeru Ishiba membutuhkan dukungan partai oposisi setelah koalisi partainya kehilangan mayoritas di Majelis Rendah dalam pemilihan umum Oktober lalu. Meski demikian, koalisi ini masih memegang kendali di Majelis Tinggi.

Paket ekonomi senilai 39 triliun yen ini mencakup:

  • Subsidi untuk menekan biaya energi yang meningkat.
  • Bantuan tunai satu kali untuk rumah tangga berpenghasilan rendah.
  • Pendanaan rekonstruksi akibat gempa bumi di Semenanjung Noto pada Hari Tahun Baru dan hujan lebat di bulan September.

Koalisi partai Ishiba, yang dipimpin oleh Partai Demokrat Liberal (LDP) dan mitra juniornya Komeito, menerima sejumlah tuntutan dari Democratic Party for the People (DPP). Salah satunya adalah menaikkan ambang batas pendapatan tahunan bebas pajak dari 1,03 juta yen saat ini. Langkah ini bertujuan untuk mendorong pekerja paruh waktu bekerja lebih lama dan meningkatkan pendapatan mereka.

Selain itu, partai oposisi utama, Constitutional Democratic Party of Japan (CDPJ), meminta pemotongan anggaran dan peningkatan dana untuk bantuan bencana. Pemerintah akhirnya menyetujui peningkatan belanja untuk keperluan tersebut.

Sementara itu, Japan Innovation Party mendukung kubu pemerintah setelah LDP dan Komeito sepakat untuk memulai negosiasi terkait pendidikan gratis, salah satu kebijakan utama partai tersebut yang dipimpin oleh Gubernur Osaka, Hirofumi Yoshimura.

Untuk membiayai sekitar setengah dari anggaran tambahan ini, pemerintah akan menerbitkan obligasi baru senilai 6,7 triliun yen, yang memicu kekhawatiran akan semakin memburuknya kesehatan fiskal Jepang. Saat ini, Jepang memiliki rasio utang tertinggi di antara negara-negara maju.

Dengan pengesahan ini, pemerintahan Ishiba berharap dapat memberikan dukungan yang signifikan bagi masyarakat dan perekonomian Jepang sambil menghadapi tekanan dari oposisi dan tantangan fiskal.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bayi Monyet dengan Boneka di Jepang Viral, Aktivis Soroti Kekejaman Kebun Binatang

25 February 2026 - 11:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Imigrasi Baru: Maskapai Wajib Tolak Penumpang Tanpa Izin Mulai 2028

24 February 2026 - 11:10 WIB

Kebakaran Rumah di Timur Tokyo, Tiga Jenazah Ditemukan, Dua Anak Masih Hilang

24 February 2026 - 10:10 WIB

20 Orang Terjebak di Lift Tokyo Skytree Lebih dari 5 Jam, Menara Ditutup Sementara

24 February 2026 - 06:24 WIB

23 Remaja Ditangkap Terkait Tawuran Besar Geng Motor di Tokyo, Libatkan 60 Orang

23 February 2026 - 14:10 WIB

Trending on News