Menu

Dark Mode
Trailer Film Live-Action “Street Fighter” Rilis, Jason Momoa Jadi Blanka! Honda Jual Mobil Listrik Buatan China di Jepang, Pertama Kalinya untuk Pasar Domestik Jalur Alpen Tateyama Kembali Dibuka, Tembok Salju Setinggi 12 Meter Jadi Daya Tarik Kasus Bocah Hilang di Kyoto Terungkap, Ayah Tiri Akui Membunuh Korban Sekuel “Godzilla Minus One” Resmi Diumumkan, Berlatar 1949 dan Tayang 2026 Suntory Akuisisi Perusahaan Obat Jepang Rp25 Triliun, Bidik Bisnis Kesehatan

News

Pemerintah Jepang Setujui Kebijakan Dasar Program Magang Asing dengan Skema Baru

badge-check


					Pemerintah Jepang Setujui Kebijakan Dasar Program Magang Asing dengan Skema Baru Perbesar

Kabinet Jepang pada Selasa (12/3) menyetujui kebijakan dasar untuk menggantikan program magang asing yang selama ini menuai kontroversi. Skema baru ini secara eksplisit bertujuan untuk menarik tenaga kerja dari luar negeri guna mengatasi kekurangan tenaga kerja yang semakin parah di Jepang.

Dalam perubahan kebijakan yang signifikan, skema baru yang akan diterapkan pada Juni 2027 ini mendorong pekerja asing untuk beralih ke visa Specified Skilled Worker (SSW) setelah bekerja selama tiga tahun.

Program ini akan mengizinkan peserta untuk berpindah tempat kerja dalam industri yang sama, dengan syarat telah bekerja selama lebih dari satu tahun serta memiliki keterampilan bahasa Jepang dan keahlian profesional tertentu. Hal ini berbeda dengan Technical Intern Training Program yang berlaku sejak 1993 dan banyak dikritik karena dianggap sebagai cara bagi Jepang untuk mendapatkan tenaga kerja murah dengan kedok pelatihan teknis.

“As the global race to acquire foreign talent intensifies, the basic policy is an important guideline to (make Japan an) attractive labor environment,” ujar Perdana Menteri Shigeru Ishiba dalam pertemuan dengan para menteri.

Perubahan dan Peningkatan Perlindungan bagi Pekerja

Banyak peserta program magang asing saat ini terpaksa meninggalkan pekerjaan mereka karena menghadapi eksploitasi, seperti upah yang tidak dibayar, pelecehan, dan jam kerja yang terlalu panjang. Dengan diperbolehkannya perpindahan kerja di sistem baru, diharapkan kasus seperti ini dapat berkurang.

Selain itu, kebijakan dasar ini juga mewajibkan pekerja asing dan majikan mereka untuk membayar pajak dan iuran asuransi sosial.

Untuk pekerja asing yang mengalami kehamilan atau melahirkan, waktu cuti mereka akan dikecualikan dari perhitungan masa tinggal lima tahun. Ketentuan serupa telah berlaku dalam program magang teknis saat ini.

Visa Specified Skilled Worker (SSW), yang diperkenalkan pada 2019, memungkinkan pekerja asing bekerja di 16 sektor yang mengalami kekurangan tenaga kerja, termasuk konstruksi, perawatan lansia, dan pertanian. Sebagian besar pemegang visa ini berasal dari program magang teknis.

Terdapat dua jenis visa Specified Skilled Worker:

  • SSW No. 1: Berlaku selama lima tahun, tanpa izin membawa keluarga.
  • SSW No. 2: Bisa diperbarui tanpa batas waktu, memungkinkan pemegangnya mengajukan permanent residency dan membawa pasangan serta anak-anak ke Jepang.

Jumlah pekerja asing di Jepang mencapai rekor tertinggi 2,3 juta orang per Oktober 2023, dengan tren kenaikan sejak 2013. Pemegang visa Specified Skilled Worker juga meningkat hampir 50% dari tahun sebelumnya menjadi 206.995 orang.

Dengan kebijakan baru ini, Jepang menunjukkan pendekatan yang lebih terbuka terhadap pekerja migran di tengah meningkatnya persaingan global dalam menarik tenaga kerja.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jalur Alpen Tateyama Kembali Dibuka, Tembok Salju Setinggi 12 Meter Jadi Daya Tarik

17 April 2026 - 10:10 WIB

Kasus Bocah Hilang di Kyoto Terungkap, Ayah Tiri Akui Membunuh Korban

17 April 2026 - 09:42 WIB

Suntory Akuisisi Perusahaan Obat Jepang Rp25 Triliun, Bidik Bisnis Kesehatan

16 April 2026 - 14:10 WIB

Bocah 11 Tahun yang Hilang di Kyoto Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Kejahatan

16 April 2026 - 11:10 WIB

Paviliun Indonesia Hadir di Fashion World Tokyo 2026, Raih Penghargaan Desain Jepang

16 April 2026 - 06:44 WIB

Trending on News