Menu

Dark Mode
Sekuel “Godzilla Minus One” Resmi Diumumkan, Berlatar 1949 dan Tayang 2026 Suntory Akuisisi Perusahaan Obat Jepang Rp25 Triliun, Bidik Bisnis Kesehatan Bocah 11 Tahun yang Hilang di Kyoto Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Kejahatan Witch and Mercenary” Resmi Jadi Anime, Tayang 2027 di TV Jepang Paviliun Indonesia Hadir di Fashion World Tokyo 2026, Raih Penghargaan Desain Jepang Studio KAI Dilaporkan Alami Kondisi Insolvensi Usai Catat Rugi Besar di Tahun Fiskal 2025

News

Produksi Beras Jepang Diprediksi Turun pada 2026, Pemerintah Fokus pada Produksi Sesuai Permintaan

badge-check


					Produksi Beras Jepang Diprediksi Turun pada 2026, Pemerintah Fokus pada Produksi Sesuai Permintaan Perbesar

Kementerian Pertanian Jepang memperkirakan produksi beras nasional pada 2026 akan mencapai 7,11 juta ton, turun sekitar 370.000 ton dibandingkan tahun 2025. Proyeksi ini disampaikan pada Jumat lalu dalam rapat subkelompok panel kebijakan pertanian dan dijadikan acuan bagi petani untuk menentukan rencana tanam.

Perkiraan tersebut mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk peningkatan jumlah wisatawan asing ke Jepang yang dapat memengaruhi pola konsumsi domestik.

Menteri Pertanian Norikazu Suzuki, yang baru menjabat di bawah pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi sejak 21 Oktober, berjanji akan membalik arah kebijakan pemerintahan sebelumnya yang berfokus pada peningkatan produksi beras. Suzuki menegaskan pentingnya konsep “produksi berbasis permintaan” untuk mencegah penurunan harga beras akibat kelebihan pasokan di pasar.

Sebagai bagian dari kebijakan baru tersebut, kementerian berencana melanjutkan kembali pembelian beras untuk cadangan pemerintah mulai tahun depan — program yang sebelumnya dihentikan sejak musim panas 2024 karena kekurangan pasokan beras.

Selain itu, kementerian juga melaporkan bahwa harga rata-rata beras yang dijual di sekitar 1.000 supermarket di seluruh Jepang pada minggu yang berakhir Minggu lalu berada di angka ¥4.208 per 5 kilogram, turun ¥43 dari minggu sebelumnya.

Penurunan ini merupakan yang pertama dalam dua minggu terakhir, namun harga beras tetap bertahan di atas ¥4.000 selama delapan minggu berturut-turut, mencerminkan tingginya permintaan di tengah pasokan yang masih terbatas.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Suntory Akuisisi Perusahaan Obat Jepang Rp25 Triliun, Bidik Bisnis Kesehatan

16 April 2026 - 14:10 WIB

Bocah 11 Tahun yang Hilang di Kyoto Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Kejahatan

16 April 2026 - 11:10 WIB

Paviliun Indonesia Hadir di Fashion World Tokyo 2026, Raih Penghargaan Desain Jepang

16 April 2026 - 06:44 WIB

Jepang Batasi Power Bank di Pesawat, Maksimal 2 Unit per Penumpang

15 April 2026 - 12:10 WIB

Jepang Hentikan Sementara Visa Pekerja Asing di Sektor Restoran, Kuota Hampir Penuh

15 April 2026 - 12:10 WIB

Trending on News