Menu

Dark Mode
Anime Patlabor Dapat Game Baru 3D “The Case Files” untuk PS5 dan PC Season 2 “Bloodhounds” Siap Tayang, Ancaman Baru Lebih Brutal Menanti! Satu WN Jepang Dibebaskan Iran, Satu Lagi Masih Ditahan Korea Utara Tolak Dialog dengan Jepang Jika Bahas Isu Penculikan Warga Sutradara Strike Witches Garap Anime Original Baru Vertex Force Tayang Tahun Ini “Magical Buffs” Resmi Diumumkan, Kisah Support yang Diremehkan Ini Tayang Januari 2027

Teknologi

Robot Dikerahkan ke PLTN Fukushima untuk Persiapan Pembersihan Material Radioaktif

badge-check


					Robot Dikerahkan ke PLTN Fukushima untuk Persiapan Pembersihan Material Radioaktif Perbesar

Teknisi Jepang di PLTN Fukushima yang rusak telah mengirim robot remote control ke salah satu gedung reaktor yang terdampak sebagai bagian dari persiapan untuk mengangkat puing-puing radioaktif.

Tingkat radiasi yang sangat tinggi membuat pengangkatan bahan bakar meleleh dan puing-puing lainnya dari pembangkit listrik yang hancur akibat tsunami tahun 2011 menjadi tantangan terbesar dalam proyek penghentian operasional (dekomisioning) yang akan berlangsung selama beberapa dekade.

Sekitar 880 ton material berbahaya masih tersisa di dalam PLTN Fukushima, lokasi salah satu kecelakaan nuklir terburuk di dunia setelah tsunami akibat gempa bermagnitudo 9,0 pada 2011.

Seorang juru bicara TEPCO, operator pembangkit tersebut, mengatakan kepada AFP bahwa perusahaan telah mengerahkan dua robot — “Spot” dan “Packbot” — ke salah satu gedung reaktor yang rusak pada Selasa lalu untuk mengukur tingkat radiasi.

Keduanya dilengkapi dengan dosimeter (alat pengukur radiasi), sementara “Spot” — yang berbentuk menyerupai anjing — juga dipasangi kamera.

Hasil penyelidikan ini akan digunakan untuk menentukan “metode pengambilan puing bahan bakar skala penuh”, kata TEPCO dalam siaran persnya.

Stasiun TV publik NHK dan media lokal lain melaporkan bahwa survei ini akan berlangsung sekitar satu bulan.

Sebelumnya, dalam uji coba terbatas, sampel kecil material radioaktif berhasil diambil dengan alat khusus, namun pengambilan penuh dalam skala besar belum pernah dilakukan. Sampel-sampel tersebut telah dikirim ke laboratorium penelitian untuk dianalisis.

Pada Juli lalu, TEPCO mengumumkan bahwa operasi besar untuk mengangkat puing-puing ditunda hingga setidaknya tahun 2037. Sebelumnya, perusahaan berencana memulainya pada awal 2030-an.

Jadwal baru ini menimbulkan keraguan terhadap target TEPCO dan pemerintah Jepang yang ingin menyatakan PLTN Fukushima resmi ditutup pada 2051.

Namun, bulan lalu TEPCO menegaskan bahwa tenggat waktu tersebut masih bisa dicapai, meskipun diakui akan menjadi tantangan yang berat.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polisi Jepang Rekomendasikan Aplikasi Pemblokir Panggilan untuk Cegah Penipuan Telepon

9 March 2026 - 16:10 WIB

Industri Pariwisata Jepang Dinilai Perlu Bangun Kepercayaan Lokal Sebelum Maksimalkan AI

7 March 2026 - 14:10 WIB

Mahasiswi Jepang Ciptakan Robot “Egois” agar Lansia Lebih Sering Keluar Rumah

6 March 2026 - 10:10 WIB

Startup Jepang Uji Terbang Mobil Terbang di Tokyo, Targetkan Operasi Komersial 2028

25 February 2026 - 13:10 WIB

Universitas Kyoto Perkenalkan “Biksu Robot” Berbasis AI untuk Bantu Upacara Keagamaan

25 February 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi