Sebuah roket milik perusahaan rintisan Jepang harus menghentikan penerbangannya hanya sekitar satu menit setelah peluncuran pada Kamis. Insiden ini menjadi kemunduran terbaru setelah dua percobaan peluncuran sebelumnya juga gagal.
Roket Kairos No. 3 milik perusahaan Space One Co. diluncurkan pukul 11.00 waktu setempat dari Space Port Kii di Kushimoto, Prefektur Wakayama. Roket berbahan bakar padat dengan panjang sekitar 18 meter dan berat 23 ton itu terbang selama 68,8 detik dan mencapai ketinggian sekitar 29 kilometer sebelum misinya dihentikan.
Dalam konferensi pers, seorang pejabat Space One menyebut kemungkinan adanya masalah pada sistem penghentian penerbangan otomatis (autonomous flight termination system) yang menyebabkan roket menghancurkan dirinya sendiri demi keselamatan. Namun pihak perusahaan belum memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab pastinya.
Presiden Space One, Masakazu Toyoda, menyampaikan permintaan maaf karena misi untuk menempatkan satelit ke orbit tidak berhasil. Meski begitu, ia menegaskan bahwa peluncuran terbaru ini bukan sepenuhnya kegagalan karena perusahaan memperoleh pengalaman penting dari proses tersebut.
Menurut Toyoda, perusahaan tetap menargetkan 20 peluncuran roket per tahun pada pertengahan hingga akhir 2020-an, dan meningkat menjadi 30 peluncuran per tahun pada dekade 2030-an.
Pemerintah daerah setempat menyatakan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan akibat puing roket yang jatuh.
Roket tersebut membawa lima satelit milik berbagai organisasi, termasuk dari Badan Antariksa Taiwan serta beberapa perusahaan rintisan Jepang.
Insiden ini menambah daftar kendala yang dihadapi Space One. Pada Maret 2024, roket Kairos pertama meledak tak lama setelah peluncuran. Sementara roket Kairos No.2 juga gagal menempatkan satelit di orbit setelah menghancurkan dirinya sendiri di udara.
Peluncuran Kairos No.3 sebenarnya dijadwalkan pada Februari tahun ini, namun sempat ditunda tiga kali karena berbagai faktor, termasuk cuaca buruk.
Space One Co. sendiri didirikan pada tahun 2018 oleh beberapa perusahaan Jepang, termasuk Canon Electronics Inc. dan IHI Aerospace Co.. Perusahaan ini bertujuan mengembangkan layanan pengiriman satelit ke luar angkasa dengan biaya lebih rendah serta menyediakan jadwal peluncuran roket secara rutin.
Sc : KN








