Menu

Dark Mode
JR East Perkenalkan Kereta Inspeksi Shinkansen Baru, Bisa Melaju 320 Km/Jam Pohon Tumbang Saat Turnamen Sepak Bola Anak di Jepang, 7 Orang Terluka Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara Usai Kalahkan Ganda Putra No.1 Dunia di Japan Open 2026 Dua Warga Vietnam Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Shikoku, Jepang Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi Populasi Rusa di Taman Nara Pecahkan Rekor, Wisatawan Diminta Jangan Sembarangan Memberi Makan

News

Prefektur Saga Jadi Rumah bagi Pusat Edukasi Sampah Plastik Laut Pertama di Jepang Barat

badge-check


					Prefektur Saga Jadi Rumah bagi Pusat Edukasi Sampah Plastik Laut Pertama di Jepang Barat Perbesar

Pemerintah Prefektur Saga Prefecture resmi membuka sebuah fasilitas interaktif bernama World Ocean Plastic Planning Center (PlaPla) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah sampah plastik laut yang semakin menjadi perhatian global.

Fasilitas yang dibuka pada hari Minggu tersebut berlokasi di kota Karatsu, di pesisir Laut Genkai. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu “titik panas” tempat banyak sampah laut dari negara dan wilayah tetangga, termasuk China dan Semenanjung Korea, terdampar.

PlaPla memungkinkan pengunjung merasakan langsung seluruh proses pengelolaan sampah plastik laut, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga daur ulang.

Dalam acara peresmian, Hirotaka Ishihara menyampaikan harapannya agar banyak pengunjung dari Jepang maupun luar negeri datang ke fasilitas tersebut dan mengubah kepedulian mereka menjadi tindakan nyata untuk mengatasi masalah sampah plastik laut.

Di dalam fasilitas terdapat sebuah monumen berbentuk bola yang menampilkan data observasi mengenai persebaran dan jumlah sampah plastik laut di berbagai belahan dunia. Pengunjung juga dapat mencoba mencuci, menghancurkan, dan mencetak kembali plastik yang berhasil dikumpulkan menjadi aksesori maupun barang kebutuhan sehari-hari.

Selain sebagai sarana edukasi, PlaPla juga berfungsi sebagai pusat penelitian mikroplastik yang dikhawatirkan dapat berdampak negatif terhadap ekosistem dan kesehatan manusia.

Menurut pengelola, fasilitas ini buka setiap hari kecuali hari Rabu serta libur akhir dan awal tahun. Tiket masuknya gratis.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

JR East Perkenalkan Kereta Inspeksi Shinkansen Baru, Bisa Melaju 320 Km/Jam

20 July 2026 - 14:10 WIB

Pohon Tumbang Saat Turnamen Sepak Bola Anak di Jepang, 7 Orang Terluka

20 July 2026 - 10:50 WIB

Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara Usai Kalahkan Ganda Putra No.1 Dunia di Japan Open 2026

20 July 2026 - 10:48 WIB

Dua Warga Vietnam Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Shikoku, Jepang

20 July 2026 - 10:43 WIB

Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi

18 July 2026 - 12:10 WIB

Trending on News