Menu

Dark Mode
Parlemen Jepang Setujui Buku Pelajaran Digital, Mulai Berlaku Paling Cepat Tahun 2030 Prefektur Saga Jadi Rumah bagi Pusat Edukasi Sampah Plastik Laut Pertama di Jepang Barat Demo Digimon Story Time Stranger untuk Nintendo Switch dan Switch 2 Sudah Tersedia Rekor Baru! Hampir 42% Pegawai Negeri Baru Pemerintah Jepang Kini Perempuan Survey : Orang Jepang Kini Anggap Iklan 30 Detik Terlalu Lama Mobil Terbang Buatan Jepang Ditargetkan Mulai Beroperasi pada 2028

News

Prefektur Saga Jadi Rumah bagi Pusat Edukasi Sampah Plastik Laut Pertama di Jepang Barat

badge-check


					Prefektur Saga Jadi Rumah bagi Pusat Edukasi Sampah Plastik Laut Pertama di Jepang Barat Perbesar

Pemerintah Prefektur Saga Prefecture resmi membuka sebuah fasilitas interaktif bernama World Ocean Plastic Planning Center (PlaPla) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah sampah plastik laut yang semakin menjadi perhatian global.

Fasilitas yang dibuka pada hari Minggu tersebut berlokasi di kota Karatsu, di pesisir Laut Genkai. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu “titik panas” tempat banyak sampah laut dari negara dan wilayah tetangga, termasuk China dan Semenanjung Korea, terdampar.

PlaPla memungkinkan pengunjung merasakan langsung seluruh proses pengelolaan sampah plastik laut, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga daur ulang.

Dalam acara peresmian, Hirotaka Ishihara menyampaikan harapannya agar banyak pengunjung dari Jepang maupun luar negeri datang ke fasilitas tersebut dan mengubah kepedulian mereka menjadi tindakan nyata untuk mengatasi masalah sampah plastik laut.

Di dalam fasilitas terdapat sebuah monumen berbentuk bola yang menampilkan data observasi mengenai persebaran dan jumlah sampah plastik laut di berbagai belahan dunia. Pengunjung juga dapat mencoba mencuci, menghancurkan, dan mencetak kembali plastik yang berhasil dikumpulkan menjadi aksesori maupun barang kebutuhan sehari-hari.

Selain sebagai sarana edukasi, PlaPla juga berfungsi sebagai pusat penelitian mikroplastik yang dikhawatirkan dapat berdampak negatif terhadap ekosistem dan kesehatan manusia.

Menurut pengelola, fasilitas ini buka setiap hari kecuali hari Rabu serta libur akhir dan awal tahun. Tiket masuknya gratis.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Parlemen Jepang Setujui Buku Pelajaran Digital, Mulai Berlaku Paling Cepat Tahun 2030

11 June 2026 - 11:10 WIB

Rekor Baru! Hampir 42% Pegawai Negeri Baru Pemerintah Jepang Kini Perempuan

10 June 2026 - 18:10 WIB

Survey : Orang Jepang Kini Anggap Iklan 30 Detik Terlalu Lama

10 June 2026 - 18:10 WIB

Beruang Liar yang Bikin Satu Kota Jepang Siaga Akhirnya Berhasil Ditangkap

10 June 2026 - 11:10 WIB

JR East Akan Hapus Tiket Kereta Magnetik, Diganti Tiket QR Mulai Musim Semi Tahun Depan

10 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on News