Pecinta bunga sakura di Jepang kini dapat membantu melestarikan pohon ikonik ini dengan hanya mengambil foto menggunakan kamera ponsel dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menilai kesehatannya.
Layanan bernama “Sakura AI Camera”, yang dikembangkan oleh Kirin Brewery Co., memungkinkan pengguna menentukan usia dan vitalitas pohon sakura hanya dengan memotret batangnya. Data yang terkumpul bisa diakses oleh pemerintah daerah untuk membantu pelestarian pohon-pohon tersebut.
Layanan ini diluncurkan menjelang musim sakura 2025, di mana banyak orang akan menikmati hanami—piknik di bawah bunga sakura sambil menikmati minuman favorit mereka. Kirin berharap inovasi ini akan membantu melestarikan tradisi hanami untuk generasi mendatang.
Pengguna dapat mengakses layanan ini secara gratis melalui browser web. Sistem akan membimbing pengguna dalam mengambil foto, lalu AI akan menganalisis bentuk dan ketebalan batang untuk menentukan usia serta kondisi pohon dalam lima tingkat kesehatan.
Gambar yang dikirimkan akan membantu pemerintah daerah mengidentifikasi pohon yang membutuhkan perawatan, seperti pengendalian hama atau pemangkasan, terutama karena banyak pohon sakura yang sudah mendekati akhir umur harapan mereka setelah ditanam pada periode rekonstruksi pascaperang.
“Masyarakat bisa dengan mudah berpartisipasi dalam upaya konservasi,” ujar perwakilan Kirin. “Kami ingin layanan ini menjadi kesempatan bagi banyak orang untuk memahami kondisi sebenarnya dari pohon sakura saat ini.”
Kirin mengembangkan layanan ini setelah mengetahui bahwa banyak pemerintah daerah kesulitan mengumpulkan data yang diperlukan untuk pelestarian sakura karena keterbatasan tenaga kerja dan anggaran.
Sc kyodonews