Menu

Dark Mode
Rekor 4,5 Miliar Yen Uang Tunai Diserahkan ke Polisi Tokyo sebagai Barang Hilang pada 2025 One Piece Tembus 600 Juta Kopi di Seluruh Dunia, Rayakan dengan Proyek Film Spesial Jepang Siapkan Panduan Tarif Ganda di Fasilitas Wisata Publik untuk Atasi Overtourism Listrik Padam, Layanan Shinkansen Tokyo–Sendai Dihentikan PM Sanae Takaichi: Jepang Miliki Cadangan Minyak 254 Hari di Tengah Penutupan Selat Hormuz Presiden dan Pendiri Kyoto Animation Hideaki Hatta Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun

News

Survei: 60% Penumpang Kereta di Jepang Terganggu oleh Turis Asing

badge-check


					Survei: 60% Penumpang Kereta di Jepang Terganggu oleh Turis Asing Perbesar

Lebih dari 60 persen penumpang kereta di Jepang mengaku merasa terganggu oleh perilaku turis asing di dalam kereta maupun di stasiun, menurut survei terbaru yang dilakukan oleh Japan Private Railway Association.

Dalam survei tahunan mengenai etika penumpang di transportasi umum Jepang, 62,9 persen responden menyatakan pernah merasa terganggu oleh perilaku wisatawan mancanegara.

Keluhan utama yang paling banyak dilaporkan adalah “berbicara dengan suara keras dan perilaku berisik”, diikuti oleh cara membawa dan menyimpan bagasi serta cara berjalan di fasilitas stasiun, seperti menghalangi jalur dan tidak memperhatikan arus lalu lintas pejalan kaki.

Ini adalah pertama kalinya perilaku turis asing disorot dalam survei ini. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jepang, asosiasi ini berencana meningkatkan edukasi tentang etiket di transportasi umum bagi pengunjung dari luar negeri.

Secara keseluruhan, batuk dan bersin tanpa mempertimbangkan sekitar menjadi perilaku yang paling banyak dikeluhkan oleh penumpang kereta di Jepang, dengan 50,5 persen responden memilihnya sebagai perilaku paling mengganggu.

Ini adalah pertama kalinya perilaku tersebut menduduki peringkat teratas sejak survei ini dimulai pada 1999. Kenaikan jumlah keluhan ini diyakini akibat meningkatnya kekhawatiran akan penyebaran penyakit menular, terutama setelah kebijakan pembatasan COVID-19 dicabut dan lebih banyak orang naik kereta tanpa masker.

Di bawah batuk dan bersin, berikut ini adalah perilaku lain yang dianggap paling mengganggu dalam survei:

  1. Cara duduk yang tidak sopan, seperti merentangkan kaki atau mengambil ruang lebih dari yang diperlukan (31,9%).
  2. Percakapan dengan suara keras dan perilaku berisik (29,2%).
  3. Aroma menyengat, baik dari parfum, kosmetik, maupun produk lainnya (26,3%).
  4. Perilaku saat naik dan turun dari kereta, termasuk menghalangi pintu dan tidak bergerak ke tengah gerbong (23,8%).

Survei ini juga mencatat bahwa kebiasaan duduk yang tidak sopan dan perilaku saat naik dan turun kereta selalu masuk dalam tiga besar keluhan utama dari tahun ke tahun.

Survei ini dilakukan secara online pada bulan Oktober dan November dengan melibatkan 5.314 responden. Dari jumlah tersebut, 47,4 persen merasa bahwa etika di transportasi umum memburuk dibandingkan tahun sebelumnya, sementara hanya 17,5 persen yang merasa ada perbaikan.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rekor 4,5 Miliar Yen Uang Tunai Diserahkan ke Polisi Tokyo sebagai Barang Hilang pada 2025

4 March 2026 - 20:16 WIB

Jepang Siapkan Panduan Tarif Ganda di Fasilitas Wisata Publik untuk Atasi Overtourism

4 March 2026 - 11:10 WIB

Listrik Padam, Layanan Shinkansen Tokyo–Sendai Dihentikan

4 March 2026 - 10:10 WIB

PM Sanae Takaichi: Jepang Miliki Cadangan Minyak 254 Hari di Tengah Penutupan Selat Hormuz

4 March 2026 - 07:04 WIB

Presiden dan Pendiri Kyoto Animation Hideaki Hatta Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun

3 March 2026 - 18:10 WIB

Trending on News