Menu ✖

Dark Mode
Suntory hingga Nojima Alami Kebocoran Data, Informasi Pribadi Jutaan Pengguna Terdampak Patung Rathalos dan Lagiacrus Monster Hunter Berukuran Asli Bakal Hadir di Mal Jepang Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime, Tayang Musim Panas 2027 Jepang Resmi Bentuk Badan Baru untuk Tangani Bencana dan Kurangi Risiko Kerusakan Game Attack on Titan 3 Rilis Desember 2026, Hadirkan Cerita Anime dari Awal hingga Akhir

News

Survei: 60% Penumpang Kereta di Jepang Terganggu oleh Turis Asing

badge-check


					Survei: 60% Penumpang Kereta di Jepang Terganggu oleh Turis Asing Perbesar

Lebih dari 60 persen penumpang kereta di Jepang mengaku merasa terganggu oleh perilaku turis asing di dalam kereta maupun di stasiun, menurut survei terbaru yang dilakukan oleh Japan Private Railway Association.

Dalam survei tahunan mengenai etika penumpang di transportasi umum Jepang, 62,9 persen responden menyatakan pernah merasa terganggu oleh perilaku wisatawan mancanegara.

Keluhan utama yang paling banyak dilaporkan adalah “berbicara dengan suara keras dan perilaku berisik”, diikuti oleh cara membawa dan menyimpan bagasi serta cara berjalan di fasilitas stasiun, seperti menghalangi jalur dan tidak memperhatikan arus lalu lintas pejalan kaki.

Ini adalah pertama kalinya perilaku turis asing disorot dalam survei ini. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jepang, asosiasi ini berencana meningkatkan edukasi tentang etiket di transportasi umum bagi pengunjung dari luar negeri.

Secara keseluruhan, batuk dan bersin tanpa mempertimbangkan sekitar menjadi perilaku yang paling banyak dikeluhkan oleh penumpang kereta di Jepang, dengan 50,5 persen responden memilihnya sebagai perilaku paling mengganggu.

Ini adalah pertama kalinya perilaku tersebut menduduki peringkat teratas sejak survei ini dimulai pada 1999. Kenaikan jumlah keluhan ini diyakini akibat meningkatnya kekhawatiran akan penyebaran penyakit menular, terutama setelah kebijakan pembatasan COVID-19 dicabut dan lebih banyak orang naik kereta tanpa masker.

Di bawah batuk dan bersin, berikut ini adalah perilaku lain yang dianggap paling mengganggu dalam survei:

  1. Cara duduk yang tidak sopan, seperti merentangkan kaki atau mengambil ruang lebih dari yang diperlukan (31,9%).
  2. Percakapan dengan suara keras dan perilaku berisik (29,2%).
  3. Aroma menyengat, baik dari parfum, kosmetik, maupun produk lainnya (26,3%).
  4. Perilaku saat naik dan turun dari kereta, termasuk menghalangi pintu dan tidak bergerak ke tengah gerbong (23,8%).

Survei ini juga mencatat bahwa kebiasaan duduk yang tidak sopan dan perilaku saat naik dan turun kereta selalu masuk dalam tiga besar keluhan utama dari tahun ke tahun.

Survei ini dilakukan secara online pada bulan Oktober dan November dengan melibatkan 5.314 responden. Dari jumlah tersebut, 47,4 persen merasa bahwa etika di transportasi umum memburuk dibandingkan tahun sebelumnya, sementara hanya 17,5 persen yang merasa ada perbaikan.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Suntory hingga Nojima Alami Kebocoran Data, Informasi Pribadi Jutaan Pengguna Terdampak

4 November 2026 - 10:10 WIB

Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi

3 November 2026 - 13:10 WIB

Jepang Resmi Bentuk Badan Baru untuk Tangani Bencana dan Kurangi Risiko Kerusakan

3 November 2026 - 10:10 WIB

Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap

2 November 2026 - 13:10 WIB

Bandara Narita Jepang Berencana Satukan 3 Terminal Jadi Satu Mulai 2030-an

2 November 2026 - 13:10 WIB

Trending on News