Menu

Dark Mode
Mahasiswi Jepang Ciptakan Robot “Egois” agar Lansia Lebih Sering Keluar Rumah Kereta Lokal di Prefektur Yamanashi Jepang Tergelincir, 42 Penumpang Selamat Tanpa Cedera Kosakata Jepang untuk Tagihan & Pembayaran Imigrasi Bogor Tangkap 13 WN Jepang Diduga Terlibat Penipuan Daring di Sentul Warga Jepang Mulai Dievakuasi dari Teheran di Tengah Meningkatnya Serangan AS-Israel ke Iran Survei: 40% Keluarga Berpenghasilan Rendah di Jepang Berutang Demi Biaya Masuk Sekolah Anak

News

Survei: 60% Penumpang Kereta di Jepang Terganggu oleh Turis Asing

badge-check


					Survei: 60% Penumpang Kereta di Jepang Terganggu oleh Turis Asing Perbesar

Lebih dari 60 persen penumpang kereta di Jepang mengaku merasa terganggu oleh perilaku turis asing di dalam kereta maupun di stasiun, menurut survei terbaru yang dilakukan oleh Japan Private Railway Association.

Dalam survei tahunan mengenai etika penumpang di transportasi umum Jepang, 62,9 persen responden menyatakan pernah merasa terganggu oleh perilaku wisatawan mancanegara.

Keluhan utama yang paling banyak dilaporkan adalah “berbicara dengan suara keras dan perilaku berisik”, diikuti oleh cara membawa dan menyimpan bagasi serta cara berjalan di fasilitas stasiun, seperti menghalangi jalur dan tidak memperhatikan arus lalu lintas pejalan kaki.

Ini adalah pertama kalinya perilaku turis asing disorot dalam survei ini. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jepang, asosiasi ini berencana meningkatkan edukasi tentang etiket di transportasi umum bagi pengunjung dari luar negeri.

Secara keseluruhan, batuk dan bersin tanpa mempertimbangkan sekitar menjadi perilaku yang paling banyak dikeluhkan oleh penumpang kereta di Jepang, dengan 50,5 persen responden memilihnya sebagai perilaku paling mengganggu.

Ini adalah pertama kalinya perilaku tersebut menduduki peringkat teratas sejak survei ini dimulai pada 1999. Kenaikan jumlah keluhan ini diyakini akibat meningkatnya kekhawatiran akan penyebaran penyakit menular, terutama setelah kebijakan pembatasan COVID-19 dicabut dan lebih banyak orang naik kereta tanpa masker.

Di bawah batuk dan bersin, berikut ini adalah perilaku lain yang dianggap paling mengganggu dalam survei:

  1. Cara duduk yang tidak sopan, seperti merentangkan kaki atau mengambil ruang lebih dari yang diperlukan (31,9%).
  2. Percakapan dengan suara keras dan perilaku berisik (29,2%).
  3. Aroma menyengat, baik dari parfum, kosmetik, maupun produk lainnya (26,3%).
  4. Perilaku saat naik dan turun dari kereta, termasuk menghalangi pintu dan tidak bergerak ke tengah gerbong (23,8%).

Survei ini juga mencatat bahwa kebiasaan duduk yang tidak sopan dan perilaku saat naik dan turun kereta selalu masuk dalam tiga besar keluhan utama dari tahun ke tahun.

Survei ini dilakukan secara online pada bulan Oktober dan November dengan melibatkan 5.314 responden. Dari jumlah tersebut, 47,4 persen merasa bahwa etika di transportasi umum memburuk dibandingkan tahun sebelumnya, sementara hanya 17,5 persen yang merasa ada perbaikan.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kereta Lokal di Prefektur Yamanashi Jepang Tergelincir, 42 Penumpang Selamat Tanpa Cedera

6 March 2026 - 10:10 WIB

Imigrasi Bogor Tangkap 13 WN Jepang Diduga Terlibat Penipuan Daring di Sentul

5 March 2026 - 15:10 WIB

Warga Jepang Mulai Dievakuasi dari Teheran di Tengah Meningkatnya Serangan AS-Israel ke Iran

5 March 2026 - 14:10 WIB

Survei: 40% Keluarga Berpenghasilan Rendah di Jepang Berutang Demi Biaya Masuk Sekolah Anak

5 March 2026 - 11:10 WIB

Presiden Prabowo Berencana Akan Kunjungi Jepang Temui PM Takaichi Akhir Maret

5 March 2026 - 10:10 WIB

Trending on News