Menu

Dark Mode
Pembuat “Dragon Zakura” Dirikan Yayasan Beasiswa Gratis untuk Bantu Siswa Masuk Todai My Hero Academia Hadirkan Anime Pendek Baru “I Am a Hero Too” Musim Panas Ini Golden Week Dimulai, Stasiun hingga Bandara di Jepang Dipadati Wisatawan Perusahaan Manisan Besar asal Jepang, Chateraise Co Gunakan Kakao dari Indonesia Tiga WNI Mulai Bertugas sebagai Sopir Bus di Jepang Lewat Visa Tokutei Ginou Kagurabachi Resmi Jadi Anime, Tayang April 2027 + World Tour Global!

News

Tokyo Customs Gagal Tagih Pajak Ratusan Miliar dari Turis Asing yang Lolos dengan Barang Bebas Pajak

badge-check


					Tokyo Customs Gagal Tagih Pajak Ratusan Miliar dari Turis Asing yang Lolos dengan Barang Bebas Pajak Perbesar

Audit Jepang menemukan bahwa Tokyo Customs gagal menagih pajak konsumsi setidaknya sebesar 339,87 juta yen (sekitar $2,22 juta) dari turis asing yang meninggalkan Jepang tanpa menunjukkan barang bebas pajak selama 2022 dan 2023. Hal ini disebutkan sebagai akibat dari “panduan pemungutan pajak yang tidak sesuai” dengan kondisi nyata meningkatnya wisatawan.

Pembebanan pajak ini dimaksudkan untuk menghindari penyalahgunaan barang bebas pajak yang dikonsumsi atau dijual di Jepang. Saat wisatawan membeli barang bebas pajak, data paspor dan daftar belanja disampaikan ke bea cukai, yang kemudian memeriksa barang-barang tersebut di bandara. Jika barang tidak dibawa saat pulang, wisatawan diberitahu bahwa pajak konsumsi harus dibayar. Meski pemberitahuan ini tidak mengikat, wisatawan yang kembali ke Jepang bisa dianggap memiliki tunggakan pajak.

Audit menunjukkan bahwa sembilan turis yang meninggalkan Jepang dari Bandara Haneda dan Narita pada 2022 tidak menerima pemberitahuan tertulis, yang mengakibatkan pajak sebesar 339,87 juta yen tidak ditagih. Mereka masing-masing menghabiskan lebih dari 100 juta yen (sekitar $654.000) untuk barang bebas pajak, dengan total belanja mencapai 3,4 miliar yen (sekitar $22,22 juta).

Pemberitahuan, yang sebelumnya dikirim tertulis, sebagian besar diberikan secara lisan sejak 2022. Namun, Kementerian Keuangan menetapkan bahwa pemberitahuan tertulis diperlukan jika nilai belanja melebihi 100 juta yen dan tanggal keberangkatan telah diketahui. Beberapa petugas menghindari pemberitahuan tertulis karena kurangnya waktu, dan kesalahan komunikasi juga menyebabkan lima dari sembilan turis tidak diberitahu lisan.

Audit menilai perubahan dari pemberitahuan tertulis ke lisan seharusnya memperhitungkan keterbatasan waktu sebelum keberangkatan. Pemerintah Jepang sekarang berencana menerapkan metode “pengembalian dana,” di mana turis membayar pajak saat membeli dan menerima pengembalian pajak saat meninggalkan negara.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pembuat “Dragon Zakura” Dirikan Yayasan Beasiswa Gratis untuk Bantu Siswa Masuk Todai

4 May 2026 - 15:10 WIB

Perusahaan Manisan Besar asal Jepang, Chateraise Co Gunakan Kakao dari Indonesia

4 May 2026 - 10:10 WIB

Tiga WNI Mulai Bertugas sebagai Sopir Bus di Jepang Lewat Visa Tokutei Ginou

4 May 2026 - 06:51 WIB

Kebebasan Pers Jepang Naik, Kini Ungguli AS dalam Ranking Global

1 May 2026 - 12:10 WIB

Pegawai Kebun Binatang Jepang Ditangkap, Istri Diduga Dibakar di Krematorium

1 May 2026 - 10:10 WIB

Trending on News