Menu

Dark Mode
Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011 Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam WIT Studio Siapkan Pengumuman Baru Attack on Titan pada 20 Agustus, Proyek Anime Baru? Pokémon Bank Resmi Ditutup Februari 2027, Pokémon Lama Terancam Tak Bisa Dipindahkan Lagi Jumlah Akiya di Jepang Terus Bertambah, Keluarga Mulai Pusing Mengurus Rumah Warisan WNI 27 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai di Aichi, Jepang

News

Wisatawan Asing ke Jepang Turun 3,6% pada Mei, Turis China Anjlok Tajam

badge-check


					Wisatawan Asing ke Jepang Turun 3,6% pada Mei, Turis China Anjlok Tajam Perbesar

Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang pada Mei 2026 tercatat sebanyak 3,56 juta orang, turun 3,6% dibanding periode yang sama tahun lalu, menurut data yang dirilis pemerintah Jepang pada Rabu.

Penurunan ini menjadi bulan kedua berturut-turut setelah jumlah wisatawan asal China terus merosot di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara Jepang dan China.

Meski begitu, jumlah pengunjung dari Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa justru meningkat, menunjukkan bahwa dampak konflik di Timur Tengah terhadap pariwisata Jepang sejauh ini masih terbatas.

Wisatawan asal China turun selama enam bulan berturut-turut. Pada Mei, jumlahnya hanya 313.000 orang, atau anjlok 60,4% dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada November lalu mengenai kemungkinan keterlibatan Jepang dalam serangan terhadap Taiwan.

Di sisi lain, jumlah pengunjung dari kawasan Timur Tengah justru melonjak 67,8% menjadi 39.000 orang. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh pergeseran waktu hari raya Islam yang tahun ini jatuh pada Mei, sedangkan pada 2025 berlangsung pada Juni. Meski beberapa negara mengalami gangguan penerbangan akibat konflik regional, total kunjungan dari kawasan tersebut tetap meningkat.

Berdasarkan negara asal, Korea Selatan menjadi penyumbang wisatawan terbesar ke Jepang dengan 951.300 orang (+15,2%), disusul Taiwan sebanyak 616.800 orang (+14,6%), kemudian Amerika Serikat dengan 333.700 orang (+7,0%). China berada di posisi keempat.

Jumlah wisatawan dari Inggris juga naik 6,0% menjadi 55.200 orang, sementara dari Jerman meningkat 18,8% menjadi 50.200 orang setelah sebelumnya banyak negara Eropa mencatat penurunan pada April.

Di tengah kenaikan harga bahan bakar yang membuat maskapai menaikkan biaya tambahan (fuel surcharge), Kepala Japan Tourism Agency, Shigeki Murata, mengatakan bahwa saat ini masih sulit memperkirakan seberapa besar dampaknya terhadap permintaan wisata ke Jepang di masa mendatang.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011

18 August 2026 - 10:10 WIB

Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam

18 August 2026 - 10:10 WIB

Jumlah Akiya di Jepang Terus Bertambah, Keluarga Mulai Pusing Mengurus Rumah Warisan

15 August 2026 - 12:10 WIB

WNI 27 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai di Aichi, Jepang

15 August 2026 - 11:10 WIB

Hujan Deras di Daerah Chiba Jepang Tewaskan 8 Orang, Ribuan Orang Terjebak di Bandara

15 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News