Menu

Dark Mode
Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka Gangguan Sistem, Pembayaran Kartu Kredit Sempat Lumpuh di Berbagai Toko di Jepang Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂ Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026 Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

News

Wisatawan Asing ke Jepang Turun 3,6% pada Mei, Turis China Anjlok Tajam

badge-check


					Wisatawan Asing ke Jepang Turun 3,6% pada Mei, Turis China Anjlok Tajam Perbesar

Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang pada Mei 2026 tercatat sebanyak 3,56 juta orang, turun 3,6% dibanding periode yang sama tahun lalu, menurut data yang dirilis pemerintah Jepang pada Rabu.

Penurunan ini menjadi bulan kedua berturut-turut setelah jumlah wisatawan asal China terus merosot di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara Jepang dan China.

Meski begitu, jumlah pengunjung dari Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa justru meningkat, menunjukkan bahwa dampak konflik di Timur Tengah terhadap pariwisata Jepang sejauh ini masih terbatas.

Wisatawan asal China turun selama enam bulan berturut-turut. Pada Mei, jumlahnya hanya 313.000 orang, atau anjlok 60,4% dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada November lalu mengenai kemungkinan keterlibatan Jepang dalam serangan terhadap Taiwan.

Di sisi lain, jumlah pengunjung dari kawasan Timur Tengah justru melonjak 67,8% menjadi 39.000 orang. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh pergeseran waktu hari raya Islam yang tahun ini jatuh pada Mei, sedangkan pada 2025 berlangsung pada Juni. Meski beberapa negara mengalami gangguan penerbangan akibat konflik regional, total kunjungan dari kawasan tersebut tetap meningkat.

Berdasarkan negara asal, Korea Selatan menjadi penyumbang wisatawan terbesar ke Jepang dengan 951.300 orang (+15,2%), disusul Taiwan sebanyak 616.800 orang (+14,6%), kemudian Amerika Serikat dengan 333.700 orang (+7,0%). China berada di posisi keempat.

Jumlah wisatawan dari Inggris juga naik 6,0% menjadi 55.200 orang, sementara dari Jerman meningkat 18,8% menjadi 50.200 orang setelah sebelumnya banyak negara Eropa mencatat penurunan pada April.

Di tengah kenaikan harga bahan bakar yang membuat maskapai menaikkan biaya tambahan (fuel surcharge), Kepala Japan Tourism Agency, Shigeki Murata, mengatakan bahwa saat ini masih sulit memperkirakan seberapa besar dampaknya terhadap permintaan wisata ke Jepang di masa mendatang.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka

16 July 2026 - 17:10 WIB

Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂

16 July 2026 - 13:10 WIB

Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun

16 July 2026 - 12:10 WIB

Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026

16 July 2026 - 10:10 WIB

Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

15 July 2026 - 17:10 WIB

Trending on News