Menu

Dark Mode
Jumlah Lansia Berusia 100 Tahun ke Atas di Jepang Capai Rekor 107.677 Orang Anime The Fable Musim Kedua akan Tayang Januari 2027, Teaser Trailer Dirilis Harga Tanah Rata-Rata di Jepang Naik untuk Tahun Kelima Berturut-Turut, Didukung Permintaan Perumahan dan Pariwisata Layanan Taksi Tanpa Sopir Pertama di Jepang Ditargetkan Berjalan di Tahun 2027 Anime Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Akan Tayang di Jepang dan Amerika Utara pada April 2027 Viral! Ada Papan Peringatan yang Ditujukan Khusus ke Wisatawan Indonesia di Tateyama Kurobe

News

Tak Lagi Ditutup Kain, Turis Diharapkan Tidak Berperilaku Buruk Saat Foto Pemandangan Gunung Fuji di Depan Lawson

badge-check


					Tak Lagi Ditutup Kain, Turis Diharapkan Tidak Berperilaku Buruk Saat Foto Pemandangan Gunung Fuji di Depan Lawson Perbesar

Harapan besar kini muncul bahwa wisatawan asing yang sebelumnya berperilaku buruk telah belajar dari pengalaman mereka, sehingga tidak perlu lagi menutup pemandangan megah Gunung Fuji di masa depan.

“Saya merasa aturan tak tertulis mulai dipahami oleh wisatawan asing karena ada perbaikan dalam masalah sampah dan mereka kini mematuhi antrean untuk mengambil foto,” kata Wali Kota Hideyuki Watanabe dalam konferensi pers pada 29 November.

Pada Mei lalu, pihak berwenang memasang lembaran plastik hitam sepanjang 20 meter dan setinggi 2,5 meter di depan sebuah toko serba ada, setelah keluhan warga tentang wisatawan asing yang membuang sampah sembarangan dan menyeberang jalan dengan cara berbahaya demi mendapatkan foto Gunung Fuji setinggi 3.776 meter.

Menurut Watanabe, lembaran itu akan tetap disimpan kecuali situasinya memburuk secara signifikan.

Lembaran tersebut dilepas pada 15 Agustus menjelang datangnya topan, dan wali kota sempat mempertimbangkan untuk memasangnya kembali. Namun, ada kekhawatiran bahwa pemasangan kembali lembaran itu dapat memberikan kesan salah bahwa kota tersebut tidak ramah terhadap wisatawan, baik domestik maupun asing, atau tidak memanfaatkan sumber daya wisatanya dengan baik.

“Kami tidak ingin menciptakan citra negatif dengan menutup pemandangan (dengan lembaran tersebut),” ujar Watanabe. “Saya ingin wisatawan asing bisa mengambil foto indah Gunung Fuji.”

Namun, tidak semua masalah telah teratasi.

Wisatawan asing masih sering mengabaikan zebra cross di kedua sisi toko serba ada ketika menyeberang jalan untuk mengambil foto. Selain itu, jumlah pengunjung yang berusaha memotret Gunung Fuji bersalju juga meningkat.

Pemerintah kota telah memasang pagar logam setinggi 80 sentimeter sepanjang enam meter di antara trotoar di depan toko serba ada dan jalan prefektur. Pagar lain juga dipasang di sisi jalan seberangnya untuk mencegah pejalan kaki melintas sembarangan.

Rencana lain termasuk mengecat zebra cross dengan warna hijau untuk menarik perhatian pejalan kaki agar menggunakan fasilitas penyeberangan.

“Convenience store Mount Fuji” bahkan menjadi salah satu kandidat untuk “Kata Kunci Populer Tahun Ini.”

Merespons perhatian nasional terhadap lembaran hitam yang sempat menarik perhatian besar ke kotanya, Watanabe menyatakan, “Alih-alih menciptakan citra negatif, kami ingin terus menyampaikan dan mempromosikan lokasi kami dengan cara yang mendukung pariwisata.”

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jumlah Lansia Berusia 100 Tahun ke Atas di Jepang Capai Rekor 107.677 Orang

16 September 2026 - 13:30 WIB

Harga Tanah Rata-Rata di Jepang Naik untuk Tahun Kelima Berturut-Turut, Didukung Permintaan Perumahan dan Pariwisata

16 September 2026 - 10:10 WIB

Layanan Taksi Tanpa Sopir Pertama di Jepang Ditargetkan Berjalan di Tahun 2027

15 September 2026 - 17:10 WIB

Viral! Ada Papan Peringatan yang Ditujukan Khusus ke Wisatawan Indonesia di Tateyama Kurobe

15 September 2026 - 15:10 WIB

Prefektur Yamanashi akan Pungut Biaya Evakuasi Helikopter di Gunung Fuji di Luar Musim Pendakian

15 September 2026 - 15:10 WIB

Trending on News