Menu

Dark Mode
Film Doraemon 2027 Diumumkan, Nobita Akan Bertualang ke London Era Victoria Trailer Perdana Film Live-Action Resident Evil Reboot Resmi Dirilis, Tayang Oktober di Jepang 7 Tahun Teror Suara Bising, Pria di Jepang Ditangkap Setelah Tetangga Alami Insomnia hingga Depresi Temukan Logam Tanah Jarang Bernilai Tinggi di Dasar Laut, Bisa Kurangi Ketergantungan pada China Asosiasi Sepak Bola Jepang Tetap Pertahankan Hajime Moriyasu di Kursi Pelatih TImnas Hingga Piala Asia 2027 Bandai Resmi Umumkan Anime Gundam Baru Berjudul RG XARX-ZERO

News

Tak Lagi Ditutup Kain, Turis Diharapkan Tidak Berperilaku Buruk Saat Foto Pemandangan Gunung Fuji di Depan Lawson

badge-check


					Tak Lagi Ditutup Kain, Turis Diharapkan Tidak Berperilaku Buruk Saat Foto Pemandangan Gunung Fuji di Depan Lawson Perbesar

Harapan besar kini muncul bahwa wisatawan asing yang sebelumnya berperilaku buruk telah belajar dari pengalaman mereka, sehingga tidak perlu lagi menutup pemandangan megah Gunung Fuji di masa depan.

“Saya merasa aturan tak tertulis mulai dipahami oleh wisatawan asing karena ada perbaikan dalam masalah sampah dan mereka kini mematuhi antrean untuk mengambil foto,” kata Wali Kota Hideyuki Watanabe dalam konferensi pers pada 29 November.

Pada Mei lalu, pihak berwenang memasang lembaran plastik hitam sepanjang 20 meter dan setinggi 2,5 meter di depan sebuah toko serba ada, setelah keluhan warga tentang wisatawan asing yang membuang sampah sembarangan dan menyeberang jalan dengan cara berbahaya demi mendapatkan foto Gunung Fuji setinggi 3.776 meter.

Menurut Watanabe, lembaran itu akan tetap disimpan kecuali situasinya memburuk secara signifikan.

Lembaran tersebut dilepas pada 15 Agustus menjelang datangnya topan, dan wali kota sempat mempertimbangkan untuk memasangnya kembali. Namun, ada kekhawatiran bahwa pemasangan kembali lembaran itu dapat memberikan kesan salah bahwa kota tersebut tidak ramah terhadap wisatawan, baik domestik maupun asing, atau tidak memanfaatkan sumber daya wisatanya dengan baik.

“Kami tidak ingin menciptakan citra negatif dengan menutup pemandangan (dengan lembaran tersebut),” ujar Watanabe. “Saya ingin wisatawan asing bisa mengambil foto indah Gunung Fuji.”

Namun, tidak semua masalah telah teratasi.

Wisatawan asing masih sering mengabaikan zebra cross di kedua sisi toko serba ada ketika menyeberang jalan untuk mengambil foto. Selain itu, jumlah pengunjung yang berusaha memotret Gunung Fuji bersalju juga meningkat.

Pemerintah kota telah memasang pagar logam setinggi 80 sentimeter sepanjang enam meter di antara trotoar di depan toko serba ada dan jalan prefektur. Pagar lain juga dipasang di sisi jalan seberangnya untuk mencegah pejalan kaki melintas sembarangan.

Rencana lain termasuk mengecat zebra cross dengan warna hijau untuk menarik perhatian pejalan kaki agar menggunakan fasilitas penyeberangan.

“Convenience store Mount Fuji” bahkan menjadi salah satu kandidat untuk “Kata Kunci Populer Tahun Ini.”

Merespons perhatian nasional terhadap lembaran hitam yang sempat menarik perhatian besar ke kotanya, Watanabe menyatakan, “Alih-alih menciptakan citra negatif, kami ingin terus menyampaikan dan mempromosikan lokasi kami dengan cara yang mendukung pariwisata.”

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

7 Tahun Teror Suara Bising, Pria di Jepang Ditangkap Setelah Tetangga Alami Insomnia hingga Depresi

25 July 2026 - 12:10 WIB

Temukan Logam Tanah Jarang Bernilai Tinggi di Dasar Laut, Bisa Kurangi Ketergantungan pada China

25 July 2026 - 10:10 WIB

Asosiasi Sepak Bola Jepang Tetap Pertahankan Hajime Moriyasu di Kursi Pelatih TImnas Hingga Piala Asia 2027

25 July 2026 - 10:05 WIB

WN China Ditangkap karena Jalankan Taksi Ilegal di Jepang, Raup Ratusan Juta Yen

23 July 2026 - 16:10 WIB

WNI di Jepang Ditangkap Lagi, Diduga Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan karena Takut Kehilangan Pekerjaan

23 July 2026 - 13:17 WIB

Trending on News