Menu

Dark Mode
Kebakaran Rumah di Timur Tokyo, Tiga Jenazah Ditemukan, Dua Anak Masih Hilang 20 Orang Terjebak di Lift Tokyo Skytree Lebih dari 5 Jam, Menara Ditutup Sementara Manga Balas Dendam Smiling Nemesis Resmi Tamat Maret Ini, Tinggal Satu Chapter Lagi Drummer LUNA SEA, Shinya, Meninggal Dunia di Usia 56 Tahun Setelah Berjuang Melawan Kanker 23 Remaja Ditangkap Terkait Tawuran Besar Geng Motor di Tokyo, Libatkan 60 Orang Prefektur Mie Siapkan Denda hingga Rp50 Juta bagi Pelanggan yang Melecehkan Pegawai Toko dan Restoran

News

Tak Lagi Ditutup Kain, Turis Diharapkan Tidak Berperilaku Buruk Saat Foto Pemandangan Gunung Fuji di Depan Lawson

badge-check


					Tak Lagi Ditutup Kain, Turis Diharapkan Tidak Berperilaku Buruk Saat Foto Pemandangan Gunung Fuji di Depan Lawson Perbesar

Harapan besar kini muncul bahwa wisatawan asing yang sebelumnya berperilaku buruk telah belajar dari pengalaman mereka, sehingga tidak perlu lagi menutup pemandangan megah Gunung Fuji di masa depan.

“Saya merasa aturan tak tertulis mulai dipahami oleh wisatawan asing karena ada perbaikan dalam masalah sampah dan mereka kini mematuhi antrean untuk mengambil foto,” kata Wali Kota Hideyuki Watanabe dalam konferensi pers pada 29 November.

Pada Mei lalu, pihak berwenang memasang lembaran plastik hitam sepanjang 20 meter dan setinggi 2,5 meter di depan sebuah toko serba ada, setelah keluhan warga tentang wisatawan asing yang membuang sampah sembarangan dan menyeberang jalan dengan cara berbahaya demi mendapatkan foto Gunung Fuji setinggi 3.776 meter.

Menurut Watanabe, lembaran itu akan tetap disimpan kecuali situasinya memburuk secara signifikan.

Lembaran tersebut dilepas pada 15 Agustus menjelang datangnya topan, dan wali kota sempat mempertimbangkan untuk memasangnya kembali. Namun, ada kekhawatiran bahwa pemasangan kembali lembaran itu dapat memberikan kesan salah bahwa kota tersebut tidak ramah terhadap wisatawan, baik domestik maupun asing, atau tidak memanfaatkan sumber daya wisatanya dengan baik.

“Kami tidak ingin menciptakan citra negatif dengan menutup pemandangan (dengan lembaran tersebut),” ujar Watanabe. “Saya ingin wisatawan asing bisa mengambil foto indah Gunung Fuji.”

Namun, tidak semua masalah telah teratasi.

Wisatawan asing masih sering mengabaikan zebra cross di kedua sisi toko serba ada ketika menyeberang jalan untuk mengambil foto. Selain itu, jumlah pengunjung yang berusaha memotret Gunung Fuji bersalju juga meningkat.

Pemerintah kota telah memasang pagar logam setinggi 80 sentimeter sepanjang enam meter di antara trotoar di depan toko serba ada dan jalan prefektur. Pagar lain juga dipasang di sisi jalan seberangnya untuk mencegah pejalan kaki melintas sembarangan.

Rencana lain termasuk mengecat zebra cross dengan warna hijau untuk menarik perhatian pejalan kaki agar menggunakan fasilitas penyeberangan.

“Convenience store Mount Fuji” bahkan menjadi salah satu kandidat untuk “Kata Kunci Populer Tahun Ini.”

Merespons perhatian nasional terhadap lembaran hitam yang sempat menarik perhatian besar ke kotanya, Watanabe menyatakan, “Alih-alih menciptakan citra negatif, kami ingin terus menyampaikan dan mempromosikan lokasi kami dengan cara yang mendukung pariwisata.”

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kebakaran Rumah di Timur Tokyo, Tiga Jenazah Ditemukan, Dua Anak Masih Hilang

24 February 2026 - 10:10 WIB

20 Orang Terjebak di Lift Tokyo Skytree Lebih dari 5 Jam, Menara Ditutup Sementara

24 February 2026 - 06:24 WIB

23 Remaja Ditangkap Terkait Tawuran Besar Geng Motor di Tokyo, Libatkan 60 Orang

23 February 2026 - 14:10 WIB

Prefektur Mie Siapkan Denda hingga Rp50 Juta bagi Pelanggan yang Melecehkan Pegawai Toko dan Restoran

23 February 2026 - 11:10 WIB

Jepang Perluas Barang Bekas: Targetkan Pasar Rp460 Triliun demi Bumi Lebih Sehat

23 February 2026 - 10:10 WIB

Trending on News